Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Artis Berpayudara Seksi Tanpa Operasi


Bagi sebagian wanita, memiliki payudara besar menjadi tolak ukur tersendiri untuk kecantikan dan keseksiannya. Yang tentu saja, kecantikan dan keseksian itu dapat memikat pandangan setiap pria yang melihatnya. Bahkan untuk para selebriti, bagian ini menjadi cukup penting untuk diperhatikan.

Maka tidak sayang bagi mereka untuk melakukan perawatan, juga sampai perombakan ukuran dengan berbagai metode. Semua itu dilakukan tentu saja demi mendapat ukuran dan bentuk yang ideal seperti apa yang mereka suka. Karena untuk para selebriti, payudara pun dapat mempengaruhi karir mereka.

Jenny Mccarty, artis Hollywood yang satu ini merupakan artis yang sangat berbakat di bidangnya dengan payudara montok nan seksi seperti apa yang mereka punya. Tanpa melakukan perubahan bentuk maupun ukuran.

Ia gunakan pemberian Sang Pencipta sebagai modal awal untuk menuju kesuksesannya. Bukan sesuatu yang selama ini sebagaian perempuan lain perdebatkan "kurang besar, terlalu besar, dan sebagainya" di luar sana. Nyatanya, tanpa perlu lakukan perubahan, mereka dapat mendulang kesuksesannya dengan payudara aslinya yang tidak kalah seksinya.

Ada 8 Artis dengan payudara seksi dan alami dari JavaMagazine, berikut tujuh artis berikutnya yang berpayudara seksi tanpa operasi.

  • Tyra Banks

  • Salma Hayek

  • Scarlett Johansson

  • Katy Perry

  • Christina Hendrick

  • Jennifer Love Hewitt

  • Brooklyn Decker

Tari "Mistis" Seblang Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Nasional

JavaMagazine (Banyuwangi) - Ajang pariwisata tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses digelar di Banyuwangi, Sabtu (22/11/2014) kemarin. Event fashion berbasis budaya lokal ini tiap tahunnya mengusung tema budaya lokal. Tahun ini, tema yang diusung adalah Tari Seblang yang merupakan tarian ritual tertua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat.

Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi 'trance', kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

"Kami selalu mengusung budaya lokal dalam setiap event wisata. Ini berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang justru membawa tema budaya global ke level lokal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Turut hadir dalam acara wisata itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Puluhan ribu warga dan wisatawan berbaur menikmati ajang fashion budaya tahunan tersebut.

Sebanyak 500 peserta berparade di beberapa jalan utama di Banyuwangi. Mereka mendefinisikan ritual Tari Seblang ke dalam busana yang dipamerkan. Semuanya tampak meriah dan gemerlap tanpa menghilangkan makna dari ritual Tari Seblang.

Ada yang memasang berbagai ornamen mirip buah-buahan di sekitar mahkota kepala sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Kreativitas anak-anak muda ini patut diberi ruang. Dengan kemasan menarik, bisa menjadi event wisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Anas.

Anas menjelaskan, ritual Tari Seblang hingga sekarang masih lestari. Setahun diselenggarakan dua kali di desa yang berbeda, yaitu di Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Di Desa Olehsari, ritual ini digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dengan penari gadis atau janda yang masih segaris turunan dari penari-penari Seblang sebelumnya. Ia menari dalam keadaan tak sadarkan diri selama sepekan. Sementara Seblang di Desa Bakungan diselenggarakan pada malam ketujuh setelah Idul Adha dengan penari perempuan yang sudah menopause. Ia juga menari dalam kondisi tak sadarkan diri

"Kami masih punya banyak sekali potensi seni dan budaya yang bisa diangkat jadi tema event wisata pada tahun-tahun mendatang. Event wisata seperti karnaval modern harus berbasis pada potensi seni-budaya Banyuwangi. Kemasan boleh glamour dan modern tapi akar seni-budaya Banyuwangi tidak boleh tercerabut. Itulah yang membedakan Banyuwangi Ethno Carnival dengan karnaval-karnaval lainnya di Indonesia, bahkan di dunia," jelas Anas.

Bukan hanya tari dan ritual adatnya yang ditampilkan, BEC juga menyajikan musik tradisional Banyuwangi. "Itulah yang membuat BEC satunya-satunya karnaval di dunia yang diiringi oleh live music tradisional," tuturnya.

Anas menambahkan, event wisata berbasis seni budaya juga menjadi ajang konsolidasi budaya di daerahnya. "Sekaligus ini sebagai bagian dari upaya mempelajari sejarah dan budaya. Saat ini, pelajaran sejarah dan budaya semacam ini sudah saatnya diperkenalkan di luar kelas, tidak hanya di dalam kelas," kata Anas.

Pantai Pulau Bangka Nan Menawan

JavaMagazine (Bangka) - Dari semua pantai yang ada di Pulau Bangka, adalah Sungailiat yang memiliki koleksi pantai terbanyak dengan pemandangan yang mungkin saja belum tentu dimiliki pantai lain di negeri ini. Salah satu pantai yang mesti dijelajahi di Sungailiat itu ialah Pantai Rambak.

Berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Sungailiat, Pantai Rambak menawarkan hamparan pasir putih yang lebar. Di beberapa sudut pantai, menjulang beberapa batuan raksasa yang cocok dijadikan spot foto pagi hari. Sunrise begitu memesona di tempat ini bila disaksikan dari tepi pantainya. Pantulan cahaya pagi di balik pantai menghasilkan bentangan biru langit yang sempurna. Sebagai tampak depan batuan besar dapat Anda tunjukkan sebagai bahan cerita saat pulang.

Di tepi pantainya yang berumput dan pohon ketapang yang mulai rindang, berdirilah belasan shelter untuk berteduh dan juga tempat berjualan makanan dan minuman. Anda dapat duduk berteduh di bawahnya, walau dapat dipastikan debur ombak yang bersahabat akan lebih menarik bagi pengunjung.

Tanjung berbatu di tepi utara pun akan menarik perhatian, dan pastilah berdiri di atas batuannya membuat Anda berpikir lagi, dan lagi, “Bagaimana batu-batu besar ini bisa tiba di sini?” Bila berkunjung ke Sungailiat, singgahlah di Pantai Rambak di pagi hari. Bila memungkinkan, datang sebelum Matahari muncul di ufuk timur untuk menorehkan kenangan kunjungan Anda di Sungailiat.

Abadikan Pantai Dengan Fotografi
Bawalah kamera Anda bila datang ke Pulau Bangka dan Belitung. Bertandang ke Pantai Rambak bukanlah pengecualian bila Anda memang tertarik dengan foto-foto pantai di kedua pulau ini yang sangat fenomenal. Banyak fotografer mengabadikan panorama pantai di kedua pulau ini dalam keadaan yang sempurna pada bulan-bulan tertentu. Anda akan sangat beruntung bila saat menyinggahi pantai-pantai tersebut dengan cuaca yang sempurna.

Pagi hari adalah waktu dimana Anda akan mendapatkan golden hour untuk mengabadikan cahaya Matahari yang warnanya indah memancar merah kekuningan. Langit dengan awan yang spektakuler di tempat ini juga pastinya akan mencengangkan pengunjungnya. Tidak perlu seorang fotografer handal untuk menangkap moment seperti sunrise di Pantai Rambak. Semua orang akan mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda bila waktunya tepat.

Bila Anda suka jogging maka pantai ini pun cocok untuk memberikan Anda tantangan berlari di atas pasir putih yang halus. Sesekali, Anda dapat menaiki batu yang tinggi dan loncat dari batu ke batu untuk menguji stamina dan ketangkasan.

Pesona Pedesaan Suku Dayak di Pegunungan Meratus

Loksado - Indonesia TravelJavaMagazine (Banjarmasin) - Daerah terpencil di Kalimantan Selatan ini dikenal dengan nama Loksado, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi rumah suku Dayak dimana mereka hidup lestari dengan lanskap alam yang megah. Menuju tempat ini maka Anda akan menjelajahi jantung pegunungan Meratus sekira dua setengah jam dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. Berikutnya bersiaplah terhayut dalam  keindahan panorama hutan tropis yang dihiasi rentetan air terjun dan aliran sungai yang membelah lebat hutannya.  
 
Kawasan pegunungan Meratus sendiri merupakan rumah bagi suku asli Dayak Meratus yang tinggal di rumah-rumah tradisional atau dikenal dengan nama balai. Balai merupakan rumah tradisional suku dayak terdiri dari sepuluh ruangan berukuran 3 sampai 4 meter yang dapat menampung hingga 10 keluarga. Saat ini, setidaknya ada 43 balai dapat ditemukan di 9 desa di Loksado dan yang paling terkenal adalah Balai Hambawang Masam, Balai Adat Malaris, Balai Kacang Parang, dan Balai Haratai.  
 
Walaupun sudah banyak suku Dayak yang beralih tinggal di rumah modern namun demikian balai-balai ini masih digunakan untuk berbagai kegiatan terutama ritual kepercayaan adat. Sama seperti kebanyakan suku Dayak, Dayak Meratus menganut kepercayaan turun-temurun yaitu Kaharingan yang berarti “kehidupan”. Sistem kepercayaan ini meyakini konsep Dewa Agung yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam serta antara manusia dan Tuhan.
 
Suku Dayak Meratus mempraktekkan ritual Aruh Ganal yang dilakukan secara besar-besaran. Ada tiga tahapan dalam ritual ini, pertama, Aruh Basambu (behuma/menugal) setelah tanam padi atau sekitar bulan Februari. Kedua, Aruh Bawanang Halin yang dilakukan untuk merayakan musim panen pada Juni. Terakhir adalah Aruh Bawan Banih Hanlin yaitu kegiatan penutupan musim panen pada September. Ritual Aruh Ganal dapat ditemui di beberapa desa seperti di Desa Haratai, Desa Muara Ulang, Desa Lahung, dan lainnya.
 
Kebudayaan suku Dayak sama menariknya dengan kemegahan alam Pegunungan Meratus itu sendiri. Pemandangan lanskap yang subur dihiasi rangkaian air terjun, yaitu: Air terjun Haratai, Ari terjun Riam Hanai, Air Terjun Kilat Api, Air Terjun  Rampah Menjagan, Air terjun Pemandian Anggang, dan Air terjun Tinggiran Hayam. 
 
Di Pegunungan Meratus juga terdapat Sumber Air Panas Tanuhi dimana Anda bisa menikmati air panas segar langsung dari alam. Hutan tropisnya sendiri memiliki flora mengagumkan diantaranya kantong semar (Nepenthes distillatoria) dan anggrek meratus (Dendrobium hepaticum). 
 
Salah satu keindahan di Loksado yang tidak boleh terlewatkan adalah Sungai Amandit yang mengalir melewati jantung hutan Pegunungan Meratus. Sungai yang memiliki air jernih dan segar ini dihiasi bebatuan, anak sungai dan jembatan tradisional. Untuk melengkapi semua keindahan ini, menaiki rakit bambu dan menelusuri sepanjang aliran sungai akan memberikan sensai tersendiri.

Dengan begitu banyak desa tradisional suku Dayak Meratus, Loksado merupakan tempat sempurna untuk mengamati dan menikmati kebudayaan lokal suku asli Borneo ini. Di sini Anda dapat melihat bagaimana mereka masih teguh melestarikan kearifan budaya lokal. Pegunungan Meratus juga merupakan lokasi sempurna bagi mereka yang ingin menikmati trekking untuk menemukan keindahan tersembunyi.

Objek Wisata Jawa Timur

JavaMagazine (Jawa Timur) - Berikut di bawah ini adalah Informasi Objek Wisata Jawa Timur Paling Favorit untuk Anda yang hobby traveling ke kawasan Jawa Timur.
1. Jatim Park Batu
Jatim Park Batu
Jatim Park adalah sebuah tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km barat Kota Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur. Obyek wisata ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa (dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring), spinning coaster, dan drop zone. Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian diantaranya adalah Volcano dan Galeri Nusantara yang juga terdapat tanaman agro, diirama binatang langka, dan miniatur candi-candi.

Sedikit berbeda dengan Jatim park 1 yang lebih ditujukan sebagai taman bermain dan hiburan, Jatim park 2 lebih menunjukan tempat belajar selain tempat bermain. Jatim park 2 mengusung konsep belajar ilmu alam, biologi dan pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai habitatnya. Jawa Timur Park 2 dibangun di wilayah Oro-Oro Ombo Kota Batu. Jatim park 2 terdiri dari Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn Hotel.
  
2. Pantai Balekambang Malang

Pantai Balekambang Malang
Pantai Balekambang merupakan salah satu tempat wisata di Malang. Pantai Balai Kambang masuk wilayah Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, Malang Selatan/Bantur. Dengan kondisi alam yang bersih, Balaikambang sesuai untuk tempat wisata keluarga. Di sini pun ada dua pulau karang kecil, salah satunya Pulau Ismaya yang memiliki pura. Terkadang, di tempat ini juga dipergunakan ritual agama Hindu atau Budha, misalnya pada hari raya Nyepi. Bila perjalanan dari Kota Malang, anda akan melewati beberapa perkampungan kecil dan hutan kecil serta hamparan sawah di kiri kanan sepanjang perjalanan menuju ke lokasi.

3. Pantai Goa Cina Malang
Pantai Goa Cina Malang
Terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Lokasi ini berjarak 60 km ke arah selatan dari kota Malang. Kurang lebih 2 jam perjalanan. Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai yang ada di deretan Laut Selatan. Berdekatan dengan Pantai Bajul Mati.Garis pantai Goa Cina cukup beragam, ada yang berpasir putih, ada yang karang dangkal dan ada pula yang curam. Konon ceritanya, pantai ini ditemukan pertama kali oleh pertapa China pada tahun 1950 . Oleh karena itu dinamakan Pantai Goa Cina. Karena disalah satu tebing terdapat sebuah gua. Cukup menarik, sebuah gua di dalam bukit karang, dengan ukiran stalagtit-stalagtit kecil di atapnya dan meneteskan air.

4. Wisata Goa Maharani Lamongan
Wisata Goa Maharani Lamongan
Istana Maharani atau yang akrab disebut Goa Maharani ini berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa timur. Letaknya tidak jauh dari tempat rekreasi keluarga Wisata Bahari Lamongan (WBL)atau Tanjung Kodok. Goa Maharani ini pertama kali ditemukan pada tahun 1992 oleh 6 orang penggali tanah yang dipimpin oleh Sunyoto, sang mandor. Malam sebelum ditemukan, istri sang mandor bermimpi melihat cahaya bunga­-bunga yang sangat indah penuh warna-warni yang dijaga oleh 2 ekor naga raksasa bermahkota.

5. Pemandian Cangar Pujon
Pemandian Cangar Pujon
Pemandian Air Panas Cangar ini merupakan sebuah pemandian air panas alami yang terkenal di daerah Malang Raya. Setiap harinya Pemandian Air Panas Cangar tidak sepi sepi nya didatangi oleh wisatawan Domestik maupun Mancanegara. Cangar sendiri merupakan sebuah nama dusun sekaligus pemandian air panas yang terletak di kelurahan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu. Para Wisatawan yang datang akan benar-benar dibuat kerasan berlama-lama berada di kolam wisata Pemandian Air Panas Cangar ini . Wisatawan bisa berendam hingga berjam-jam di kolam air hangat dengan pemandangan hutan dan kicauan burung yang semakin membuat suasana disekitar Anda terasa nyaman dan berkesan. Untuk tiket masuknya sendiri dikenakan biaya sekitar Rp. 6000/orang, itupun berlaku untuk weekend dan hari biasa.Hanya dengan berbekal tiket yang tidak merogok kantong Anda, Anda sudah dapat menikmati semua potensi wisata di kawasan ini. Terutama Pemandian Air Panas Cangar nya sendiri yang terkenal dapat berkasiat untuk kulit tubuh, selain itu terdapat wisata alam serta wisata peninggalan sejarah bagi para Wisatawan yang tidak ingin berendam. Selama berada di kawasan Cangar Batu, Anda tidak perlu kaget ketika aneka satwa hutan seperti monyet, lutung, serta beraneka macam burung yang hidup bebas di sekitar. Aksi para monyet yang berada di sekitar Anda justru menjadi hiburan pelengkap berwisata Anda selama berada di Pemandian Air Panas Cangar.

6. Pantai Sendang Biru & Pulau Sempu Malang
Pantai Sendang Biru & Pulau Sempu Malang
Pantai Sendangbiru terletak di Koordinat 8° 26' 6.5335” S dan 112° 40' 53.602” E adalah pantai wisata di kabupaten malang yang sering di kunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, terus apa yang membuat mereka begitu tertarik untuk datang ke pantai ini??? di pantai sendangbiru ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa diperoleh dari pantai-pantai lain di malang selatan. Pantai sendangbiru ini memiliki Pulau sempu yang masih alami, para wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas di Pulau ini mulai dari berkemah, bermain pasir, dan membakar ikan. ada lagi bagi para wisatawan yang ingin lebih menantang dan suka berpetualang, yaitu telaga air tawar yang berada di dalam Pulau Sempu untuk mencapai kesana hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan. yang juga harus di kunjungi adalah Segara anakan.Segara anakan terletak di koordinat 8°27’20.3454” S dan 112°41’27.2818” E adalah Sebuah danau air asin yang terletak di dalam Pulau Sempu sisi sebelah selatan, sehingga untuk mencapai danau tersebut harus menyewa perahu dengan harga sekitar 10-20 US$ atau sekitar 100-200 ribu rupiah. karena tempatnya yang tidak bisa dijangkau dari bibir pulau, jadi masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 2 jam.

7. Pantai Bajul Mati Malang
Pantai Bajul Mati Malang
Pantai Bajul Mati belum terlalu dikenal oleh wisatawan. Pantai yang berada di sebelah selatan Kota Malang ini memberikan pemandangan yang cantik. Apalagi jika dibalut dengan cahaya senja, keindahannya menjadi semakin sempurna.Sebagai kota wisata, Malang menawarkan banyak tempat sebagai tujuan wisata untuk menghabiskan masa liburan bersama sanak saudara. Selain tempat wisata yang bertema agrowisata, Kota Malang ternyata juga memiliki keindahan pantai yang terletak di sebelah selatan kota. Pantai-pantai ini belum banyak dikunjungi oleh para wisatawan, salah satunya adalah pantai Bajul Mati.

8. Pasir Putih Situbondo
Pasir Putih Situbondo
Pantai Pasir Putih merupakan pantai yang begitu tersohor di Jawa Timur, dan terletak di kecamatan Bungatan, Situbondo, bisa ditempuh dalam 5 jam perjalanan dari Surabaya. Karena terletak di wilayah yang strategis , yaitu di pinggiran jalan utama Surabaya - Banyuwangi, dimana para wisatawan yang akan pergi ke Bali lewat jalur darat atau yang menuju ke Gunung Bromo dari Banyuwangi bisa singgah untuk mengunjungi pantai Pasir putih ini. Di obyek wisata ini, pengunjung bisa menikmati pantai yang ramai dikunjungi hampir setiap hari libur dan akhir pekan, selain itu pantai ini bisa digunakan untuk menyelam dan berperahu karena memiliki ombak yang tenang dan memilki terumbu karang yang bagus di selami.

9. Pantai Ngliyep Malang
Pantai Ngliyep Malang
Pantai Ngliyep berada di tepi Samudera Indonesia, tepatnya di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, 62 km dari arah selatan kota Malang. Pantai Ngliyep adalah pantai dengan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing yang curam dan hutan lindung di sekeliling pantai. Pasir putihnya yang masih alami dan ombak yang serasa bermain di sela-sela tebing membuat pantai Ngliyep layak untuk dikunjungi. Kondisi pantai yang masih terbilang sepi menjadikan pantai ini masih perawan dan nyaman untuk bermain-main disela ombak dan pasir putih. Setiap tahun, di bulan Jawa tepatnya bulan Maulud, pantai Ngliyep akan lebih ramai dari biasanya karena digelar acara ritual bertajuk Upacara Labuhan yang di gelar tanggal 15 Maulud. Upacara Labuhan adalah bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji.

10. Pantai Kondang Iwak
Pantai Kondang Iwak
Mungkin sedikit asing di telinga agan-agan mendengar nama pantai Kondang Iwak atau jika di sebutkan dalam bahasa indonesia berarti Kondang – Terkenal dan Iwak – Ikan. Bisa di artikan sebagai pantai yang terkenal akan ikannya, pantai ini merupakan salah satu resor pantai di bagian Selatan Kabupaten Malang, yang memiliki sungai kecil dan besar tidak melewati pantai. Sehingga memiliki kesan yang baik dan khusus untuk pengunjung dengan mengamati dan memancing ikan-ikan yang renang di sungai. Pantai Kondang Iwak adalah pantai dengan pasir hitam yang luas, pantai ini jarang dikunjungi oleh wisatawan asing karena akses jalan yang masih sulit. Tetapi agan tetap bisa berwisata ke pantai ini dengan nyaman, pantai kondang iwak juga memiliki karakter ombak yang lumayan besar. Untuk mencapai Kondang Iwak,agan-agan bisa menggunakan transportasi umum atau angkutan umum “mikrolet” dengan rute sebagai berikut : Gadang – Kepanjen – Sumbermanjing Kulon (Cross jalan) Donomulyo dan jalan-jalan sekitar 2 km ke pantai. Waktu tempuh dari Kota Malang kurang lebih 2.30 jam melalui medan yang cukup menarik bagi yang suka remote area.
Dan tiket masuk ke pantai ini masih gratis alias tidak ada yang mengolahnya, sayangnya pantai ini masih sepi pengunjungnya karena masih tidak ada yang tau tempatnya, tapi kalau udah disana pasti agan tabjuk akan keindahannya, pasti kagak nyesel deh , dulu ane pernah kesana, rombongan ama teman2 , dan aneh nya lagi ternyata hanya rombongan ane saja yang ada di pantai itu
nah ini ada beberapa penampakan Foto pantainya

11. Paralayang Pujon Batu
Paralayang Pujon Batu
Kota Wisata Batu tidak hanya menjanjikan keindahan dan kemewahaan pemandangan alam tetapi juga menjadi salah satu jujungan para paraglider atau pecinta olah raga paragliding (paralayang). Para pecinta olah raga yang cukup memompa adrenalin itu memulai kegiatannya dari atas Gunung Banyak. Kawasan Gunung Banyak sebenarnya sudah cukup lama dikenal sebagai kawasan yang indah untuk olahraga dirgantara ini. Namun, secara resmi penggunaan kawasan tersebut sebagai kawasan paralayang pada 20 juni 2000 lalu. Saat itulah kawasan Gunung Banyak ini diresmikan menjadi wahana wisata dirgantara.
Jika agan ingin bisa meluncur dan merasakan sensasi terbang menggunakan jasa paralayang ini bisa berkunjung ke Jl. Arumdalu 20 Songgoriti. Dengan berbagai jasa yang di tawarkan dari pelatihan dasar sampai kita bisa menggunakannya dengan terbang sendiri tanpa bantuan pendamping untuk memulai olahraga paralayang ini. Bisa kita dapatkan paket jasa paralayang kisaran harga dari 350.000 sampai dengan paket lengkap dengan biaya 600.000.
bebrapa penampakan saat melayang dan malam hari gan

12. Gunung Bromo
Gunung Bromo Objek Wisata Jawa Timur Paling Favorit Traveler
Yak pasti agan tidak asing saat mendengar Gunung Bromo ini, Gunung ini banyak di minati oleh wisatawan, bahkan sampe wisatawan mancanegara, kalo agan mau kesana menggunakan motor, jangan menggunakan motor Ma*ic, karena kagak kuat nanti kalau mau naik kegunungnya , soalnya ane udah pengalaman gan , menurut ane lebih enak menggunakan sepeda teril atau KLX , tiket masuknya sih murah , tergantung agan naiknya lewat mana, kalau lewat Probolinggo tiket masuknya sekitar Rp 6.000, selain itu juga enak gan kalau lewat probolinggo , bisa langsung turun ke pasirnya . Kalau lewat pasuruan tiket masuknya sekitar Rp 12.000 (Orang + sepeda), tapi kalau lewat sini itu cuman bisa liat pemandangannya lewat pure aja, ditambah lagi parkir di pure nya Rp 4000 gan , bisa sih turun langsung ke pasirnya , tapi agan harus muter dulu :nngacir: , nah kalau lewat tumpang ane kagak tau gan , soalnya belum pernah lewat tumpang, denger2 sih kalo lewat tumpang lebih dekat jalurnya , tapi jalannya yang agak hancur . Kalo agan mau kesana , saran ane lewat probolinggo aja gan, jalannya lebih enak kalau lewat sana.
 
Sumber : Berbagai Sumber

Pertumbuhan Pariwisata Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JavaMagazine (Jakarta) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan pertumbuhan industri pariwisata melampaui pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Menparekraf Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu, mengatakan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia semester 1 tahun 2014 mencapai 6,8 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7 persen.

"Secara ekonomi, pariwisata telah mampu memberikan kontribusi yang tidak kecil dalam hal pertumbuhan. Hal ini tak lepas dari manfaat yang dapat diperoleh dari sektor ini dalam berbagai aspek," katanya.

Selain itu lanjut Mari, sektor pariwisata juga menyumbangkan produk domestik bruto mencapai Rp347 triliun pada 2013 dan jumlah wisman Januari-Juli 2014 mengalami peningkatan 9,5 persen atau dua kali pertumbuhan dunia sekitar 4-5 persen.

Oleh karena itu Menteri optimistis bahwa target pertumbuhan untuk 2014 yaitu 9,5-9,7 persen dapat tercapai.

"Pada 2013, sektor pariwisata menempati urutan keempat sebagai penyumbang devisa negara tahun 2013. Jangan heran jika pariwisata kemudian menjadi andalan untuk menciptakan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan peningkatan pendapatan daerah. Dan saya yakin, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang," kata Menparekraf.

Ke depan pihaknya menekankan pada pentingnya mewujudkan pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan.

Menurut dia upaya mewujudkan hal itu harus mendapat perhatian yang serius dari seluruh stakeholder industri pariwsata karena kepariwisataan Indonesia akan terus tumbuh berkembang ke depannya.

Apalagi saat ini, kata dia meski perekonomian global terpuruk, pariwisata di Indonesia tetap tumbuh, bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Penemuan Koin Logam Era Sebelum Masehi

JavaMagazine (Cianjur) - Timnas Peneliti Gunung Padang, memperkirakan artefak berbentuk koin logam terbuat dari perunggu dengan diameter 1,7 sentimeter digunakan sebagai status sosial dan kepentingan ritual pada zaman sebelum masehi.

Wakil Ketua Timnas Peneliti Situs Megalit Gunung Padang, Ali Akbar, Selasa, mengatakan, beberapa artefak yang ditemukan sebelumnya, seperti mata tobak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lainnya, rata-rata sudah ada sejak 5200 SM ditemukan pada kedalam 2-3 meter.

Artefak yang terakhir ditemukan Senin sore (15/9), ditemukan di kedalaman 11 meter saat proses pengeboran di teras 5. Pihaknya belum bisa memastikan usia koin logam tersebut. Namun artefak lainnya diperkirakan sudah ada sejak 5.200 SM di kedalaman 2-3 meter, sedangkan koin logam diperkirakan lebih tua.

"Kami menemukan koin logam itu, tengah malam saat proses pengeboran mencapai 11 meter. Koin terangkat melalui saluran pembuangan limbah, sehingga koin itu berbentuk utuh tidak rusak," katanya.

Pihaknya mengunakan mata bor kecil berdiameter 5 sentimeter, disamping sisi kiri dan kanan bor ada saluran air agar memudahkan pengeboran, lalu dikeluarkan melalui saluran sisi lainnya.

"Disaat saluran air itu berjalan, koin itu terangkat. Sehingga bentuk koin tersebut masih sangat utuh," katanya.

Warna koin logam itu, jelas Ali, berwarna hijau kecokelatan. Ukurannya sangat kecil berdiameter 1,7 sentimeter dan permukaanya datar. Pada koin itu terdapat lingkaran yang sangat banyak motif, seperti motif gawangan disamping lingkaran koin, lalu di dalamnya ada garis melingkar pada semua bagian koin.

"Uniknya garis melingkar itu ternyata berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil sekali, dan diameternya sekitar 0,3 milimeter dengan jumlah sebanyak 84 lubang. Lalu tebal koin ini hanya 1,5 milimeter," katanya.

Pihaknya memperkirakan, koin tersebut digunakan sebagai status sosial dan ritual upacara, bukan alat penukaran. Sebelumnya para peneliti, memperkirakan dikedalam 5 meter itu sudah tidak ada peradaban atau kehidupan, kalau konteksnya dilihat saat penemuan artefak beberapa waktu lalu.

"Kami memperkirakan usia termuda Situs Gunung Padang 500 SM dan tertua 5200 SM. Tapi ternyata, saat kami menemukan artefak koin di kedalaman 11 meter, berarti usia situs itu bisa lebih tua. Kemungkinan masih banyak banda-benda seperti itu, kami akan teliti dulu lebih lanjut dan dibawa ke laboraturium," katanya.

Festival Teater Jogja Angkat Multikulturalisme dalam Ruang Sosial

JavaMagazine (Yogyakarta) - Lima kelompok teater akan ikut ambil bagian untuk memeriahkan  yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 22-24 September setiap pukul 19.00 WIB.

"Tahun ini, penyelenggaraan Festival Teater Jogja akan memasuki tahun ke enam. Tema yang diangkat adalah Multikulturalisme dalam Ruang Sosial Kini," kata Kepala Taman Budaya Yogyakarta Diah Tutuko Suryandaru di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, kelompok teater yang dijadwalkan tampil mengisi acara akan mengangkat berbagai isu sosial, budaya, politik, ekonomi dan agama yang kerap terjadi dalam masyarakat.

Kelompok teater yang akan tampil, lanjut dia, adalah kelompok yang belum pernah tampil dalam festival teater yang digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta sebelumnya.

"Mereka juga akan saling berkompetisi," katanya.

Lima kelompok yang dijadwalkan tampil dalam festival itu adalah Teater Blank ON akan mementaskan pertunjukan berjudul Urip Urup dan Teater Bumi Bekage dengan judul Orang-Orang Payung pada Senin (22/9).

Pada Selasa (23/9) akan tampil Teater Suwekaprabha dengan pertunjukan berjudul Cerita Nyai Soemirah dan Teater Rinengga dengan judul Pasir Menari.

Sedang pada Rabu (24/9) akan tampil Teater Kebelet dengan judul Modus Spionase dan dipungkasi penampilan eksibisi dari ISI Yogyakarta.

Setiap kelompok teater diberi selama 45 menit dan maksimal 60 menit untuk menampilkan pertunjukannya.

"Festival ini terbuka untuk umum. Masyarakat tidak akan dipungut biaya jika ingin melihat pertunjukan ini," katanya.

Ia berharap, festival teater tersebut dapat mendorong perkembangan teater di Yogyakarta, khususnya pengembangan kelompok-kelompok teater yang masih baru.

"Kelompok teater yang masih baru perlu terus dibina dan dikembangkan sehingga memiliki kualitas yang baik. Kegitan ini juga akan semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Teater Jogja 2014 Sri Wahyuni mengatakan, kegiatan tersebut bisa menjadi ruang apresiasi publik dan parameter perkembangan teater di Yogyakarta. (Ant)

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Powered by Java Magazine