Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Kerangka Manusia Purba Ditemukan Dalam Keadaan Bercumbu

JavaMagazine (Yunani) - Dua kerangka manusia purba yang diperkirakan berusia 5.800 tahun, ditemukan dalam keadaan sedang bercumbu, ditemukan oleh Arkeolog setempat. Kerangka manusia purba itu ditemukan di Yunani,tepatnya diwilayah Neolithic Diros Cave, Mani, Peloponnese.

Anastassia Papathanassiou, salah seorang anggota senior dalam tim penggalian tersebut mengatakan, penemuan kerangka manusia purba tersebut terjadi pada tahun 2013 dan baru dipublikasikan pekan ini setelah dilakukan tes DNA untuk kepastian atas temuan tersebut.

Hasil tes DNA memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan tulang seorang pria dan wanita. Penemuan ini merupakan yang tertua dari jenisnya di Yunani.

Kedua pasangan diperkirakan tewas ketika berusia 20 tahunan dan jasadnya ditemukan di dekat Gua Alepotrypa, kata Papathanassiou kepada AP.

Penyebab kematian keduanya tidak diketahui, namun Papathanassiou menambahkan bahwa tes DNA lanjutan akan menjawab pertanyaan tersebut.

Jembatan Pejalan Kaki Termahal di Dunia Dibangun 2015

 
 JavaMagazine (London) - Setelah lama direncanakan akhirnya pembangunan sebuah jembatan pejalan kaki yang nantinya dibangun di atas Sungai Thames London telah disetujui. Jembatan yang juga berfungsi sebagai taman kota ini dibicarakan sebagai jembatan pejalan kaki termahal di dunia.

Dilansir melalui BBC, pembuatan jembatan ini mencapai sekitar £175 juta (atau senilai Rp 3 triliun). Hal ini disebabkan jembatan tersebut dilapisi dengan lapisan tembaga yang sangat kuat.

Meskipun awalnya pembuatan jembatan ini menuai kontroversi, akibat biaya pembuatannya yang mahal jembatan pejalan kaki ini telah mendapat izin oleh Dewan Kota London.

Nantinya, jembatan bernama ‘Garden Bridge’ ini akan menghubungkan kawasan Temple dan Southbank. Ide awal pembuatan jembatan ini adalah atas prakarsa seorang aktris dan aktivis Kota London, Joanna Lumley. Desain jembatan tersebut dibuat langsung oleh arsitek Thomas Heatherwick.

Selain berfungsi sebagai taman kota, jembatan pejalan kaki termahal di dunia ini juga akan menjadi ikon baru bagi kota ini. Diperkirakan pembangunan jembatan ini akan dimulai pada 2015 dan dibuka untuk umum pada 2018.

Tari "Mistis" Seblang Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Nasional

JavaMagazine (Banyuwangi) - Ajang pariwisata tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses digelar di Banyuwangi, Sabtu (22/11/2014) kemarin. Event fashion berbasis budaya lokal ini tiap tahunnya mengusung tema budaya lokal. Tahun ini, tema yang diusung adalah Tari Seblang yang merupakan tarian ritual tertua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat.

Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi 'trance', kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

"Kami selalu mengusung budaya lokal dalam setiap event wisata. Ini berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang justru membawa tema budaya global ke level lokal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Turut hadir dalam acara wisata itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Puluhan ribu warga dan wisatawan berbaur menikmati ajang fashion budaya tahunan tersebut.

Sebanyak 500 peserta berparade di beberapa jalan utama di Banyuwangi. Mereka mendefinisikan ritual Tari Seblang ke dalam busana yang dipamerkan. Semuanya tampak meriah dan gemerlap tanpa menghilangkan makna dari ritual Tari Seblang.

Ada yang memasang berbagai ornamen mirip buah-buahan di sekitar mahkota kepala sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Kreativitas anak-anak muda ini patut diberi ruang. Dengan kemasan menarik, bisa menjadi event wisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Anas.

Anas menjelaskan, ritual Tari Seblang hingga sekarang masih lestari. Setahun diselenggarakan dua kali di desa yang berbeda, yaitu di Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Di Desa Olehsari, ritual ini digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dengan penari gadis atau janda yang masih segaris turunan dari penari-penari Seblang sebelumnya. Ia menari dalam keadaan tak sadarkan diri selama sepekan. Sementara Seblang di Desa Bakungan diselenggarakan pada malam ketujuh setelah Idul Adha dengan penari perempuan yang sudah menopause. Ia juga menari dalam kondisi tak sadarkan diri

"Kami masih punya banyak sekali potensi seni dan budaya yang bisa diangkat jadi tema event wisata pada tahun-tahun mendatang. Event wisata seperti karnaval modern harus berbasis pada potensi seni-budaya Banyuwangi. Kemasan boleh glamour dan modern tapi akar seni-budaya Banyuwangi tidak boleh tercerabut. Itulah yang membedakan Banyuwangi Ethno Carnival dengan karnaval-karnaval lainnya di Indonesia, bahkan di dunia," jelas Anas.

Bukan hanya tari dan ritual adatnya yang ditampilkan, BEC juga menyajikan musik tradisional Banyuwangi. "Itulah yang membuat BEC satunya-satunya karnaval di dunia yang diiringi oleh live music tradisional," tuturnya.

Anas menambahkan, event wisata berbasis seni budaya juga menjadi ajang konsolidasi budaya di daerahnya. "Sekaligus ini sebagai bagian dari upaya mempelajari sejarah dan budaya. Saat ini, pelajaran sejarah dan budaya semacam ini sudah saatnya diperkenalkan di luar kelas, tidak hanya di dalam kelas," kata Anas.

Bahu Laweyan, "Pemangsa" Pasangan - Pantang Dinikahi

JavaMagazine - Pernah dengar seorang wanita yang setiap kali menikah selalu ditinggal mati pasangannya? Benarkah ia ditakdirkan sial terus? Dalam kultur Jawa, manusia panas itu disebut bahu laweyan. Nah, bagaimana duduk persoalan misteri ini beberapa “pakar” mencoba mengungkapkannya.

Digantikan dengan apa pun kalau nyawa yang jadi taruhan, tak seorang pun mau mengawini seorang bahu laweyan. Lantas, bagaimana menentukan apakah seseorang termasuk kelompok bahu laweyan? Drs. M.M. Sukarto K. Atmodjo, ahli tulisan kuno, dalam tulisannya "Fisiognomi dalam Masyarakat Jawa" yang pernah diseminarkan tahun 1993 di Yogyakarta, secara ringkas pernah menyinggung bahu laweyan.

Bahu laweyan identik dengan wanita tipe raseksa yang selain selalu mengalahkan suami, juga suaminya lekas meninggal. Bersumber pada data naskah-naskah kuno Sukarto mengatakan, ciri-ciri tipe wanita raseksa atau bahu laweyan adalah memiliki tanda dua lingkaran di punggung kiri dan kanan yang disebut sujen pala, serta dua lingkaran di pantat kiri dan kanan atau sujen bokong. Tak jauh berbeda dengan keterangan di atas, Ny. Indah SP seorang wanita paranormal dari Bekasi menuturkan, yang menandai apakah seseorang itu bahu laweyan atau tidak adalah terdapatnya lahir atau toh di punggungnya.

Dalam hal ini. baik Ny. Indah SP maupun Dra. Astuti Hendrato, mantan dosen sastra Jawa UI, menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat Jawa meyakini dan percaya tanda-tanda di tubuh atau bentuk anggota badan mencerminkan watak dan nasib seseorang. Misalnya, tahi lalat di bibir berarti orangnya ceriwis. Pemilik tahi lalat di pundak adalah orang yang selama hidupnya berbeban berat. Begitu pula dengan tanda-tanda lain yang ada di bagian-bagian tubuh tertentu.

Mengenai tanda yang menyertai kelompok bahu laweyan, Ny. Astuti menyebutkan adanya benjolan di salah satu bagian bahu. Ciri lain adalah. Gambar ular berbentuk bayang-bayang di bawah kulit tubuhnya. Namun, menurut Astuti gambar ular itu hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki kemampuan khusus.

Digantikan dengan apa pun kalau nyawa yang jadi taruhan, tak seorang pun mau mengawini seorang bahu laweyan. Lantas, bagaimana menentukan apakah seseorang termasuk kelompok bahu laweyan?
Sementara melihat benjolan dan bayang ular di tubuh tidak bisa dilakukan sembarang orang, ada tanda lain yang lebih mudah untuk dilihat yaitu toh coklat di kulit kepala yang menunjukkan gambar tertentu atau toh berwarna biru yang terdapat di alat kelamin.

Dalam hal ini. baik Ny. Indah SP maupun Dra. Astuti Hendrato, mantan dosen sastra Jawa UI, menuturkan bahwa khusus toh biru ini biasanya tidak hanya terdapat di bagian luar tapi sampai masuk ke dalam organ tersebut.

Menilik letaknya di tempat-tempat yang tersembunyi, tanda ini pun ternyata tak lebih mudah dideteksi dibandingkan dengari benjolan bahu atau bayang ular. "Memang sulit menentukan apakah seseorang gadis atau perjaka calon pasangan hidup termasuk kelompok bahu laweyan atau bukan. Masa ya belum apa-apa sudah mau melihat tanda di daerah rawan, 'kan saru," ujar para ibu tadi bercanda.

Memang secara fisik, kelompok bahu laweyan tidak punya perbedaan mencolok dengan orang biasa. Orang baru bisa menyebutnya bahu laweyan setelah mengetahui rentetan peristiwa buruk yang menimpanya. Tapi secara umum ciri manusia bahu laweyan adalah tumbuhnya rambut putih pada user-user di kepalanya.


Bangun Sepuluh Rumah dalam Sehari Dengan Printer 3D

JavaMagazine - Sebuah perusahaan di Cina menggunakan printer 3D raksasa untuk membangun 10 rumah dalam sehari. Kesepuluh rumah itu berbentuk rumah terpisah yang terdiri dari satu lantai.


Dilansir dari kantor berita Xinhua, perusahaan bernama WinSun memakai printer berukuran 10x6,6 meter untuk menyemprotkan campuran semen dan limbah bangunan untuk membangun dinding, lapis demi lapis.
Penggunaan bahan bangunan murah saat proses pencetakan, dan kurangnya pemakaian tenaga kerja kasar memungkinkan setiap rumah bisa dicetak dengan biaya US$5.000 atau sekitar Rp57,8 juta.

"Kami dapat mencetak bangunan dalam desain digital apa pun seperti yang dibawa oleh konsumen kami. Ini sangat cepat dan murah," ungkap kepala eksekutif WinSun, Ma Yihe.

Ia juga berharap printer-printernya bisa dipakai untuk membangun gedung pencakar langit di masa depan.
Tetapi saat ini peraturan bangunan Cina tidak mengizinkan pembangunan rumah bertingkat dengan printer 3D.

Metode pemakaian printer 3D semakin luas dipergunakan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, perusahaan manufaktur dan desain dapat membuat berbagai barang sehari-hari seperti perhiasan, perabot, dan berbagai obyek yang lebih khusus seperti komponen-komponen industri.

Bayi Lahir Dengan Empat Tangan dan Empat Kaki

JavaMagazine- Melalui proses persalinan sederhana, seorang bayi lahir dengan empat tangan dan empat kaki di Nabigingo, sebuah desa kecil di sebelah timur Uganda, pada 27 Mei 2014. Meski orangtua bayi segera membawa bayi mereka ke rumah sakit terdekat, pihak rumah sakit rupanya mengatakan, mereka tidak bisa berbuat apa pun.

Pihak rumah sakit menyarankan bayi yang bernama Paul Mukisa ini harus berusia tiga bulan untuk menjalani operasi dalam keadaan aman. Pasalnya, tim dokter mendiagnosis si bayi mengalami kembar parasit, yang termasuk dalam varian kembar dempet, di mana salah satu dari kembarannya belum sepenuhnya berkembang. Operasi pun dilakukan pada 18 Agustus, sekitar tiga bulan kemudian dengan bantuan tiga dokter bedah di Rumah Sakit Uganda.

Tiga jam kemudian, dokter berhasil memisahkan dua kaki dan dua tangan parasit di tubuhnya. “Bayi itu disuntik anestesi, sebelum parasit di punggung dan di depan perutnya yang memiliki dua tangan tanpa hati, berhasil dilepas dari badannya,” kata dokter Nasser Kakembo.

Mereka juga memisahkan anggota tubuh bagian bawah dari bayi Paul, termasuk bagian yang menyatu dengan sendinya. "Tidak ada komplikasi intraoperatif atau pascaoperasi, meski terjadi kekurangan darah ringan dan telah dilakukan transfusi darah untuk pencegahan," sambung Kakembo.

Para dokter sendiri mengungkap, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan operasi seperti itu. Meski insiden kembar siam adalah satu di antara 50 ribu bayi dan kembar parasit sangat jarang terjadi, dalam beberapa tahun terakhir, kasus kembar parasit di Afrika meningkat, yakni sejumlah 5-6 bayi dalam beberapa tahun terakhir.

Tiga pekan setelah operasi, Paul Mukisa, bayi yang lahir dengan empat tangan dan empat kaki mulai pulih dan menyusu dari payudara ibunya. (Dari berbagai sumber)

Salam 3 Jari Jokowi Dapatkan 3 Rekor Muri dan Dunia

www.danahibah.web.idJavaMagazine (Jakarta) - Acara "Syukuran Rakyat Salam 3 Jari" dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi dan JK) akan mendapatkan pengakuan tiga rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Hal tersebut diungkapkan Ketua MURI, Jaya Suprana saat jumpa pers syukuran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/10).
"Acara pelantikan dan syukuran rakyat merupakan momen terakbar di Indonesia. Acara syukuran tersebut merupakan acara syukuran terakbar bagi seorang presiden di manapun. Dan setahu saya Presiden Obama pun tidak ada acara seperti ini saat pelantikannya," ungkap Jaya.

Oleh karena itu, lanjut Jaya, dirinya akan memberikan tiga rekor MURI dan Dunia.
Rekor pertama, karena dalam syukuran tidak hanya diisi konser rakyat. Melainkan ada pelepasan lampion sebanyak jumlah pulau di Indonesia, pemotongan tumpeng, dan festival budaya.
"Ini menjadi lembaran baru buat sejarah Indonesia, itu rekor pertama," lanjutnya.

Untuk rekor kedua, syukuran bukan diselenggarakan di Jakarta saja. Namun, juga digelar di 31 kota.
Sedangkan rekor ketiga adalah Jokowi merupakan presiden pertama dari tujuh presiden Indonesia yang dibuatkan syukuran oleh rakyatnya. "Rekor ini juga untuk mengingatkan Jokowi bahwa tanpa rakyat dirinya tidak mungkin jadi presiden," ujarnya.

Acara "Syukuran Rakyat Salam 3 Jari" akan diselenggarakan mulai 17 Oktober hingga 20 Oktober. Acara puncaknya akan dipusatkan di Jalan MH Thamrin sampai Istana Negara, pada 20 Oktober.

Misteri Fenomena Halo Matahari Lonjong

Masih jadi misteri, fenomena halo matahari lonjongJavaMagazine - Fenomena munculnya halo matahari atau lingkaran cahaya bundar disekitar matahari mungkin sudah jamak terlihat di Indonesia dan beberapa belahan bumi lain. Tetapi, sebuah fenomena halo matahari langka sampai saat masih menjadi topik berdebatan para peneliti.

Halo matahari biasa yang kerap terjadi sering disebabkan oleh keberadaan kristal es dengan bentuk-bentuk tertentu yang mengambang di lapisan atmosfer bumi. Namun, pada beberapa kasus halo matahari dapat melebar dan berubah bentuk menjadi lonjong.



Halo matahari berbentuk lonjong ini disebut dengan 'cincin Bottlinger'. Hanya beberapa orang yang kebetulan tengah melakukan perjalanan dengan pesawat terbang saja yang bisa melihat kemunculan cincin Bottlinger dengan jelas. Bahkan, kemunculan mereka hanya terjadi dalam beberapa detik saja.

Sampai saat ini belum ada yang bisa menjelaskan mengapa fenomena optik ini bisa terjadi dengan jelas. Salah satu teori yang paling dipercaya adalah adanya pengaruh bentuk kristal penyusun awan yang kemudian memendarkan cahaya matahari menyerupai lingkaran cahaya oval.

Kristal-kristal penyusun awan tersebut diyakini berbentuk heksagonal dengan kemiringan sisi mulai dari 1-3 derajat. Suhu yang diperlukan untuk membuat kristal-kristal tersebut dapat menghasilkan cincin Bottlinger dinyatakan harus pas minus 15 derajat Celsius.
Sayangnya menurut io9, meski telah merekayasa bentuk kristal-kristal penyusun cincin Bottlinger, hasil lingkaran halo matahari yang mereka buat tidak bisa menghasilkan cahaya lonjong sama dengan foto-foto penampakan cincin Bottlinger. Oleh sebab itu, cincin Bottlinger masih menjadi salah satu misteri optik utama yang belum bisa diungkap oleh peneliti.

Letusan Kelud Penanda Datangnya Pemimpin Nusantara

Hyam Wuruk dan Soekarno adalah pemimpin nusantara yang ketika lahir bersamaan dengan meletusnya gunung Kelud. Akankah letusan kali ini melahirkan pemimpin baru yang dapat memperkuat kemegahan nusantara?



Hayam Wuruk dan Soekarno adalah pemimpin nusantara yang ketika lahir bersamaan dengan meletusnya gunung Kelud. Akankah letusan kali ini melahirkan pemimpin baru yang dapat memperkuat kemegahan nusantara.


JavaMagazine (Jakarta) - Letusan Gunung Kelud masa lalu telah menjadi penanda lahirnya dua tokoh yang menjadi cikal bakal pemimpin besar di nusantara ini, yakni, Hayam Wuruk, Raja ke-4 Majapahit dan Ir Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.
Apakah letusan Gunung Kelud  yang terjadi pada Kamis (13/2) malam ini juga akan menjadi penanda lahirnya tokoh pemimpin Nusantara yang dapat membuat negara ini betul-betul berdaulat di segala bidang, atau (mungkin) seperti yang disebut-sebut banyak sebagai "Satrio Piningit." Entahlah. Kita mesti berdoa agar dibalik kekalutan masyarakat akan ada hikmah yang besar bagi kemakmusan Indonesia.  

Kembali ke sejarahnya, gunung teraktif di Inonesia  (selain gunung Merapi) ini, pada abad ke-20 telah beberapa kali mengalami erupsi, yakni 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990, kemudian abad ke-21, terjadi pada 2007, 2010 dan 2014.

Kelahiran Hayamwuruk
Buku "Sejarah Raja-Raja Jawa dari Mataram Kuno hingga Mataram Islam" karya Krisna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, menyebutkan Hayam Wuruk lahir dari pasangan Tribhuwana Wijaya Tunggadewi dan Kertawardhana Bhre Tumapel (Cakradara) pada 1334.

Kelahiran Hayam Wuruk yang bermakna "ayam terpelajar" itu, versi Pararaton atau Wu-lao-po-wi (versi kronik Jawa) merupakan cucu dari Dyah Wijaya dan Gayatri dari pihak ibu, atau cucu dari Kebo Anabrang dari pihak ayah.

Dalam buku itu juga menyebutkan kelahiran Hayam Wuruk tersebut bersamaan dengan meletusnya Gunung Kelud dan gempa bumi di Panbanyu, serta ditandai dengan pengikraran "Sumpah Palapa" dari Patih Amangkubhumi Gajah Mada.

Hingga saat dirinya berusia 17 tahun, dinobatkan menjadi Raja Mahapahit ke-4 menggantikan Tribhuwana Wijaya Tunggadewi.

Semasa pemerintahannya itu, Majapahit berhasil mengembangkan wilayah kekuasannya sampai ke seluruh nusantara.

Dari Wikipedia menyebutkan Kitab Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII dan XIV, berikut adalah daerah-daerah yang diakui sebagai taklukan atau bawahan Majapahit (disebut sebagai macanagara). Negara-negara taklukan di Jawa tidak disebut karena masih dianggap sebagai bagian dari "mandala" kerajaan.

Sumatra disebut di Negarakretagama sebagai "Melayu" meliputi Jambi, Palembang, Keritang, sekarang kecamatan Keritang, Indragiri Hilir Teba (Muaro Tebo, Jambi), Darmasraya (Kerajaan Malayu Dharmasraya), Kandis, Kahwas, Minangkabau (masyarakat periode pra-Pagaruyung), Siak, masyarakat pra-Kesultanan Siak, Rokan (Rokan Hilir-Rokan Hulu) Kampar, Pane (Panai), Kampe (Pulau Kampai, pulau di Kabupaten Langkat sekarang), Haru (atau Aru, berpusat di Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang sekarang), Mandailing, Tamihang (Aceh Tamiang), Perlak (Peureulak), Padang Lawas, Samudra, Lamuri (pusatnya sekarang berupa desa di Kabupaten Aceh Besar), Bantan (Pulau Bintan)Lampung dan Barus (atau Pancur, kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah sekarang) Kalimantan disebut sebagai "Nusa Tanjungnegara" dan/atau "Pulau Tanjungpura", meliputi, Kapuas-Katingan (sekarang Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Katingan di Kalteng), Sampit (sekarang ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur), Kuta Lingga (artinya kota lingga, situs Candi Laras/Kerajaan Negara Dipa), Kuta Waringin (artinya kota beringin, masyarakat pra-Kerajaan Kotawaringin, sekarang Kabupaten Kotawaringin Barat) dan Sambas (Kerajaan Sambas kuno, sekarang Kabupaten Sambas).

Lawai (sungai Kapuas di Kalbar), Kadandangan (sekarang kecamatan Kendawangan, Ketapang), Landa (Kerajaan Landak, sekarang Kabupaten Landak), Samadang (Semandang, wilayah Kerajaan Tanjungpura), Tirem (Tirun/Kerajaan Tidung, sekarang kota Tarakan), Sedu (di Serawak), Barune (sekarang negara Brunei), Kalka (sungai Kaluka atau Krian di selatan Sarawak), Saludung (Kingdom of Maynila), sekarang Kota Manila, Filipina), Solot (kerajaan masyarakat suku Buranun, penduduk asli yang mendiami pegunungan di Kepulauan Sulu cikal bakal suku Suluk/Kesultanan Sulu), Pasir (masyarakat pra-Kesultanan Pasir, sekarang Kabupaten Paser), Barito (sekarang Kabupaten Barito Utara).

Sawaku (atau Sawakung di Berau atau kecamatan Pulau Sebuku, Kotabaru), Tabalung (sekarang Kabupaten Tabalong dengan kotanya Tanjungpuri di tepi sungai Tabalong, ibukota pertama kesultanan Banjar pada era Hindu), Tanjung Kutei (Kesultanan Kutai Kartanegara yang beribukota di Kutai Lama) dan Malano ("di Nusa Tanjungpura", masyarakat suku Melanau di Serawak dan Kalimantan Barat).

Malaysia Barat yang disebut sebagai "Hujung Medini", Pahang, negara bagian Pahang, Malaysia, Langkasuka, Saimwang, Kelantan, Terengganu, Johor, Paka, sekarang cuma merupakan desa nelayan, Muar, sekarang distrik di Johor, Dungun, sekarang adalah desa nelayan di Terengganu, Tumasik, sekarang menjadi negara Singapura, Kelang, (Selangor), Kedah, Jerai dan Kanjapiniran.

Termasuk juga wilayah Indonesia bagian timur, atau Timur Jawa, yakni, Bali (yang disebut adalah Badahulu dan Lo Gajah), Gurun, Sukun, Taliwang (di Pulau Sumbawa) Pulau Sapi, Dompo (Dompu), Sang Hyang Api (Pulau Sangeang), Bima Seram, Hutan Kendali (Pulau Buru), Pulau Gurun atau Lombok Merah, Sasak (dikatakan "diperintah seluruhnya"), dan Bantayan (Bantaeng) Luwuk (Kesultanan Luwu), Udamakatraya dan pulau lain-lainnya, "Pulau" Makasar, Pulau Buton (Kesultanan Buton), Pulau Banggawi (Kepulauan Banggai), Kunir, Galian, Salayar (Pulau Selayar), Sumba, Solot (Pulau Solor), Muar, Wanda(n) (Kepulauan Banda), Ambon atau pulau Maluku, Wanin (Semenanjung Onin, di Kabupaten Fakfak). Seran (Pulau Seram) dan Timor.

Siam, Ayodyapura, Darmanagari Marutma, Rajapura, Singanagari Campa, Kamboja, dan Yawana disebut bukan sebagai bawahan tetapi sebagai negara sahabat (mitreka satata).

Kelahiran Soekarno
Demikian pula, ikhwal Presiden Soekarno yang dilahirkan dua pekan setelah Gunung Kelud meletus pada 22-23 Mei 1901 pukul 06.00 WIB dari pasangan suami istri, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai pada 6 Juni 1901.

Sebelumnya Soekarno bernama Koesno Soesrodihardjo namun karena sering sakit-sakitan hingga namanya diganti menjadi Soekarno.

Ibundanya berkata, "Kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar menyingsing." "Kita orang Jawa mempunyai kepercayaan, bahwa orang yang dilahirkan di saat matahari terbit, nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Jangan lupakan itu! Jangan sekali-kali kau lupakan Nak, bahwa engkau ini putra sang fajar".

Perkataan itu terbukti Presiden Soekarno yang dikenal dengan Bung Karno itu menjadi Presiden RI pertama dan namanya harum di seluruh dunia dengan nasionalismenya yang tinggi hingga dapat mempersatukan seluruh wilayah di nusantara, dan dia pun sangat anti kolonialisme dan imperialisme.

Penemuan Fosil Kerbau Purba di Situs Grogolan Wetan Sragen

JavaMagazine (Solo)Peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional menemukan fosil kepala Bubalus Paleokarabau(kerbau purba) di situs Grogolan Wetan, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh. Fosil tersebut dinilai sebagaimasterpiece karena ditemukan dalam kondisi utuh. Rencananya fosil tersebut akan dipindahkan sebagai upaya konservasi.

Fosil kerbau purbaLokasi penemuan fosil tersebut dilereng bukit dengan kemiringan 40 derajat, di dekat lokasi tersebut pada 2011 pernah dilakukan penggalian dengan penemuan beberapa artefak. Sementara pada 2013, tim yang diketuai Prof. Truman Simanjuntak ini, kembali melakukan penggalian.  Ternyata dua meter dari lokasi kotak gali  tersebut ditemukan fosil kepala kerbau.
Koordinator lapangan ekavasi situs Grogolan Wetan, Ruly Fauzi, di lokasi penggalian, Selasa (3/9/2013), mengatakan temuan fosil kepala ini merupakan masterpiece karena keutuhan bentuknya. Dia mengungkapkan sejak ditemukan, Sabtu (31/8), empat hari tim melakukan pembersihan material tanah pada fosil tersebut.
“Kami akan melakukan pembersihan kemudian akan memberikan zat untuk memperkuat fosil yang rapuh ini, selanjutnya akan kami tuangkan silikon atau fiber untuk membuat cetakan. Fosil ini akan kami angkat, tetapi dilokasi ini akan dibuat display,” ujar pria yang pernah menempuh pendidikan di Italia ini.
Pada awalnya, benda purbakala ini ditemukan oleh pengawas tim ekavasi, Jatmiko, yang melihat sebentuk batu di dinding tebing. Setelah dilakukan pembongkaran, ternyata  ditemukan fosil kepala dengan rentang tanduk 1,20 meter. Diduga kepala kerbau ini sudah berumur 700.000-800.000  tahun karena ditemukan pada lapisan tanah kabuh.
“Penemuan masterpiece ini menjadi penemuan yang murni dari proses penggalian secara sistematis. Kebanyakan fosil di museum merupakan penyerahan dari masyarakat. Untuk itu dalam proses ini kami lakukan pencatatan secara detail baik tulisan dan gambar sebagai bahan penelitian,” terang dia.
Sementara itu, Arkeozolog, Mirza Ansyori, mengatakan jenis kerbau purba ini merupakan hewan migrasi dari daratan Asia Tengah. Pada zaman  early pleistosen laut diantara daratan Asia Tengah dengan daratan Jawa (sundaland) seringkali mengalami surut. Pada kondisi tersebut beberapa hewan melakukan migrasi, namun pada saat air pasang hewan-hewan tersebut akhirnya terjebak.
Bubalus Paleokarabau ini merupakan hewan purba yang  bermigrasi pada satu gelombang awal migrasi Early pleistosen, bersamaan dengan Stegodon (gajah purba) dan Servus (rusa),” ujar dia.

Bedug Banyumas Dijual Seharga 35 Juta

JavaMagazine (Banyumas) - Memasuki bulan Puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, merupakan hari-hari tersibuk bagi Taufik Amin beserta delapan pekerjanya, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah. Usaha pembuatan bedug atau rebana yang sudah merupakan usaha turun temurun mulai dibanjiri permintaan dari berbagai daerah.

Usahanya tidak sendirian di Desa tersebut, Adiknya M Yusuf juga menuruni usaha keluarganya itu. Tidak jauh dari tempat usahanya, Yusuf juga membuka tempat pembuatan bedug serta rebana. Harga bedug yang dijual ada yang mencapai Rp 20-35 juta per unit.

Bedug yang biasa ada di masjid-masjid atau surau merupakan alat kelengkapan yang berfungsi untuk memanggil atau mengingatkan umat Islam untuk melakukan Sholat atau dimanfaatkan untuk memeriahkan moment malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Biasanya orang-orang yang memesan bedug datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Aceh serta sejumlah kota di Kalimantan Barat. 

Untuk membuat bedug bukanlah perkara mudah seperti membuat makanan yang bisa dikebut dalam waktu semalam, dibutuhkan waktu cukup lama karena keterbatasan bahan bakunya. 

Seperti misalnya kayu pakar dan serta kulit lembu, karena seringkali tidak ada. Kayu pakar dipilih karena paling keras dan paling berat. Kayu untuk membuat bedug memang harus khusus, agar suara gema yang ditimbulkan terdengar lebih nyaman atau empuk di telinga.

"Satu minggu satu bedug dengan ukuran di bawah 1 meter dengan ukuran lingkar 1,2 meter," Kata Tohamim, Salah satu pekerja yang yang sedang membuat bedug kepada wartawan, Rabu (10/7/2013).

Menurutnya untuk membuat satu bedug dibutuhkan waktu 7-15 hari tergantung dengan ukurannya. Jika diameter dan panjang bedug besar maka minimal bisa diseleaikan dalam waktu 15 hari. Semua tergantung ketersediaan bahan juga, Jika bahannya sudah tersedia, bedug bisa lebih cepat diselesaikan. 

Sedangkan harga yang dipatok untuk membuat bedug pun bervariasi, mulai dari ukuran terkecil bedug yang memiliki lingkar 50 cm dijual Rp 1,5 juta, ukuran 60 cm Rp 2 juta, untuk lingkar 80 cm sebesar Rp 4,5 juta sedangkan bedug dengan lingkar 1,5 meter harganya sampai Rp 20 juta. 

"Pembuatan bedug belum termasuk ongkos kirim, biasanya kami memakai jasa paket kiriman, kalau harga dari sini Rp 20 juta tapi kalau dijual di luar bisa mencapai Rp 35 juta," jelas Tohimim yang bekerja bersama tujuh pekerja lainnya.

Ia mengungkapkan, pada hari biasanya pesanan biasanya hanya 1-2 bedug, namun menjelang lebaran kali ini pesanan dari berbagai kota terus mengalir, bahkan kadang harus lembur agar pembuatan bedug cepat selesai pada waktunya.

"Apalagi cuaca sedang tidak mendukung, kadang-kadang mendung, sehingga proses pengeringan kulit sapi tidak maksimal," ungkapnya.

Air Terjun Dan Pantai Yang Unik Dan Menawan di Yogyakarta

Posisi dari atas jalan setapak menuju Air terjun JoganJavaMagazine (Yogyakarta) Gunungkidul di Yogyakarta tak cuma punya deretan pantai yang cantik. Tapi juga objek wisata unik yaitu Air terjun Pantai Jogan. Di sini Anda tak hanya bisa bermain di pantai, tapi juga di air terjun. Asyik!
Siapa yang sudah tahu dengan eksotisme Air terjun Pantai Jogan di Gunungkidul, Yogyakarta? Mungkin ada beberapa yang tahu, tapi saya yakin untuk saat ini sebagian besar tidak mengetahui mengenai Jogan.
Karena letaknya jauh, dan agak terpencil, dan papan petunjuknya pun kecil. Kalau Anda tidak jeli, tidak akan terlihat loh. Ya, air terjun sekaligus Pantai Jogan terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Pesona air terjunnya yang mengarah ke laut bisa membuat Anda berdecak kagum akan keajaiban Sang Pencipta. Di atas Air terjun Jogan, diapit oleh deretan pohon palma. Keindahan pantai ini juga dilengkapi dengan bebatuan yang eksotis.
Disamping itu, gua-gua kecil di Jogan pun menjadi ciri khas pantai ini. Untuk ke lokasi Air terjun Jogan, Anda harus berhati-hati. Karena jalan setapaknya masih dari tanah serta bebatuan dan sangat sempit. Anda harus berpegangan jika tidak ingin terjatuh. Saya saja hampir terpeleset..
Saya ke Pantai Jogan pada hari Minggu, bulan Maret 2013. Waktu tempuh perjalanan ke Jogan ini sekitar 2 jam dari pusat Kota Yogya (sekitar 70 km dari Kota Yogua). Saya dan teman berangkat pukul 08.00 sampai jam 10.00. Patokannya arah Pantai Siung (200 m dari barat Pantai Siung).
Untuk tiket masuknya satu orang Rp 3.000 sudah termasuk tiket masuk jika Anda masuk ke Pantai Siung, tinggal parkirnya bayar Rp 2.000. Waktu saya ke sana, hanya ada tukang parkir dan penjaga warung. Tidak terlihat wisatawan di sini.
Saya langsung berpikir, betul tidak ya ini tempat wisata? Kok sepi begini? Tapi saya penasaran, saya tanya tukang parkirnya.
"Maaf Pak, pantainya sebelah mana ya? Kok sepi ya?"
Bapaknya pun menjawab, "Oh iya memang di sini sepi mbak. Pantainya arah ke bawah lewat jalan setapak itu," katanya sambil mengarah ke bawah.
Saya sempat bertanya, apakah arahannya salah. Tapi ya sudahlah, saya coba jalan ke bawah dengan sangat hati-hati. Kira-kira berjalan kecil sejauh 10 meter, saya menemukan air terjun. Yippie! Kami langsung ganti baju dan bermain di sana. Bebas, seperti punya sendiri.
Sejenak saya merasa hening, hanya deburan ombak dan gemericik air terjun di sini. Rasanya tenang sekali. Air terjun Jogan tepat berhadapan dengan pantainya. Rasa air terjunnya tawar, tapi air lautnya asin. Di pantai ini kawan-kawan tidak dapat berenang, karena banyak bebatuan karang.
Berada di belakang air terjun dan di depan pantai, itulah posisi saya saat itu. Dari belakang terdengar suara air gemericik air terjun dan di depan terdengar suara deburan ombak Pantai Selatan. Saya tak habis mengucap syukur akan keindahan alam Sang Pencipta. Keren!

Nglanggeran, Penona Gunung Api Purba Nan Elok

Terasering dilihat dari puncak gunung api purba nglanggeranJavaMagazine (Yogyakarta) - Gunung Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, punya keindahan alam yang tak bisa dipandang sebelah mata. Wisatawan bisa mendaki gunung ketinggian 700 mdpl ini dan mendapatkan pemandangan menawan.

Sensasi mendaki gunung dengan biaya murah bisa dilakukan di Gunung Api Nglanggeran. Di gunung purba ini, wisatawan bahkan tak perlu profesional atau punya banyak pengalaman mendaki gunung.

Gunung ini berada dalam rangkaian Pegunungan Baturagung, didominasi oleh bebatuan raksasa dengan ketinggian mulai 200-700 mdpl. Gunung ini aktif pada 25 juta tahun silam sebelum kemudian mati, mengalami erosi dan penyingkapan. Oleh karena itulah kita bisa melihat batu menjulang tinggi, besar, dan kokoh.

Treknya tidak susah, tidak pula mudah. Saat musim hujan, permukaan tanah agak licin di beberapa titik. Rute pendakian di sela-sela gunung yang sempit menambah keasyikan saat mendaki gunung ini. Ekosistem kupu-kupu cantik menambah ceria suasana, dan kebun bunga matahari menambah indah pemandangan.

Dari atas Gunung Nglanggeran terdapat beberapa titik untuk menikmati panorama alam yang luar biasa cantik. Baik sunrise, sunset, juga malam hari, wisatawan akan dimanjakan pemandangan pesawahan yang indah. Bagi yang ingin camping, bisa memilih tempat sesuai kenyamanan masing-masing.

Surga Baru di Yogyakarta

Sepinya pantai iniJavaMagazine (Yogyakarta) - Jika sudah mulai merasa bosan dengan keramaian pantai-pantai yang ada di Yogyakarta, Anda wajib mengunjungi pantai yang satu ini. Pantai Pok Tunggal di Gunungkidul, sepi dan cantiknya nggak nahan!

Pantai Pok Tunggal terletak di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Sundak dan Pantai Indrianti. 


Tapi walau jaraknya yang dekat, pantai ini masih terbilang sepi karena memang baru dibuka untuk umum pada tahun 2012 lalu.

Jalan yang masih rusak dan agak jauh mungkin menjadi kendala untuk orang-orang yang ingin menuju ke pantai ini. Namun jika Anda bisa melewati jalan-jalan tersebut, itu semua terbayarkan dengan keindahan Pantai Pok Tunggal.

Perjalanan saya saat mengunjungi pantai ini ditempuh selama satu setengah jam dari Kota Yogya menggunakan motor. Mungkin jika Anda menggunakan mobil akan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Saking barunya pantai ini, papan penunjuk jalan masih menggunakan tulisan yang dibuat oleh warga sekitar. Tidak seperti pantai-pantai lainnya yang sudah menggunakan marka jalan dari Pemda setempat.

Pantai Pok Tunggal sendiri berukuran lebih kecil dari Pantai Sundak. Sisi menariknya, di sini Anda bisa menaiki tebing pantai dan melihat keindahan seluruh Pantai Pok Tunggal dari atas sana.

Di sekitar pantai juga sudah mulai ada kios-kios. Mulai dari yang berjualan berbagai macam makanan, minuman, penyewaan tenda dan payung, hingga kamar mandi umum untuk bilas. Untuk Anda yang ingin bersantai di pantai dengan tenang, Pantai Pok Tunggal bisa jadi alternatif berlibur.

Suasana Bali Di Pantai Indrayanti Gunungkidul Yogyakarta

Payung-payung dengan warna yang indah(Foto:Wendy S)
JavaMagazine (Gunung Kidul) - Gunung Kidul terkenal dengan banyaknya pantai yang masih perawan. Meski demikian, rupanya ada satu pantai di Gunung Kidul yang memiliki suasana ala Bali. Restoran dan cottage berjejer di sekitar pantainya. Inilah Pantai Indrayanti!
 
Pantai Indrayanti mempunyai konsep yang berbeda dengan pantai-pantai lain di Gunung Kidul, DI Yogyakarta. 


Meski sama-sama terdiri dari hamparan pasir putih serta batuan karang, namun Pantai Indrayanti mempunyai nuansa berbeda. Pengelola pantai mencoba memberikan sentuhan modern untuk menarik para pengunjung. Hal ini terlihat dari penataan lokasi pantai serta sarana yang disediakan di sana.

Restoran terlihat berjejer di sepanjang pinggir pantai begitu kita memasuki lokasi wisata. Payung-payung dengan warna yang indah terpancang pada tiangnya. Terlihat menghiasi pasir putih serta batu karang pantai Indrayanti. Konsep ini tidak ditemukan di pantai lain yang ada di Gunung Kidul.

Konsep modern lain yang ditawarkan pantai ini adalah fasilitas jet sky yang bisa disewa para pengunjung. Kita juga tidak bisa membuang sampah sembarangan di Pantai Indrayanti, sebab akan dikenakan denda sebesar Rp 10 ribu bagi yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sehingga sepanjang pantai terlihat bersih dan tertata rapi.

Fasilitas lain yang ditawarkan pengelola pantai yaitu cottage yang berjumlah tujuh dan letaknya di sekitar pantai. Tempatnya nyaman, karena selama menginap kita dapat menikmati suasana pantai di malam hari. Untuk menginap di cottage yang disediakan, kita cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 650 ribu per malam.

Sedangkan restoran menyediakan menu sea food, ayam goreng, ayam bakar serta minuman berupa es kelapa muda yang segar. Harganya pun cukup murah, hanya Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu per porsi.

Nama Indrayanti berasal dari nama pengelola pantai. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus tersebut termasuk pantai bagian timur di Kabupaten Gunung Kidul. Pantai Indrayanti memang lagi fenomenal saat ini. Para wisatawan banyak yang datang dari DI Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Untuk menuju lokasi cukup mudah, karena jalannya sudah beraspal halus. Namun para wistawan disarankan membawa kendaraan sendiri karena di lokasi tidak ada angkutan khusus. Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil atau mini bus.

Pantai Indrayanti ini menarik, karena terdiri dari hamparan pasir putih serta batuan karang. Di mana terbentuknya melalui proses sampai ribuan tahun. Oleh karena itu, tidak rugi apabila menjadikan Indrayanti sebagai pilihan destinasi anda saat liburan kali ini. Suasana serba modern di sekitar pantai, mungkin membuat Anda merasa sedang di Bali.

Festival Onani

Ini mungkin menjadi perlombaan yang paling unik. Masturbate-a-Thon, sebuah Festival Onani yang digelar pertama kali di Philadelphia, dimulai 1 Mei hingga 27 Mei.

Dilansir dari Huffington Post, Festival Onani ini adalah sebuah ajang untuk mencari dana. Para sponsor akan mendonasikan uangnya setiap kali peserta melakukan masturbasi.

Dana yang terkumpul dari Festival Onani ini disumbangkan kepada kelompok edukasi seks, ScrewSmart dan Pleasure Rush!. Untuk bergabung dalam acara ini, kalian bisa akses crowdrise.com/phillymasturbate2013.

Harapan dari acara ini adalah mengurangi stigma seputar ekspresi seksualitas, mempromosikan kesehatan seksual dan menekankan pentingnya mencapai kepuasan.

Tidak hanya berakhir pada 27 Mei, pada 20 Mei nanti. Orang-orang akan diundang menghadiri Creamium, sebuah permainan dan pesta dansa dengan berbagai hadiah. Seperti 'Most Creative Fantasy', 'Most Pleasure Connections' dan 'Most Money Raised'.

Burung Miliki Empat Sayap


http://coba-liat.blogspot.com/JavaMagazine (Cina) - Sebuah penemuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Science menyatakan bahwa jutaan tahun lalu burung terbang tidak menggunakan dua sayap, melainkan empat sayap.

Asumsi ini berdasarkan temuan kerangka burung di Cina beberapa waktu lalu. Penemuan ini menjadi bukti bahwa susunan anatomi burung telah berevolusi.

Paleontolog (ilmuwan fosil) dari Institute of Geology Xing Xu, mengklaim telah menemukan sisa-sisa fosil beberapa specimen burung yang terbang di langit Cina sekira 100 juta tahun yang lalu. Burung jenis ini diperkirakan memiliki bulu pada kaki belakangnya.

Fosil spesimen ini diketahui memiliki bulu pada kaki belakangnya sepanjang lebih dari 50 milimeter (sekira 2 inci), sedangkan pada anak-anaknya lebih pendek yaitu 30 milimeter (sekira 1,2 inci).

“Sungguh menakjubkan bahwa burung purba begitu banyak memiliki bulu kaki yang besar. Temuan ini penting untuk mengetahui evolusi bulu,” komentar Xing Xu terkait penemuannya itu, seperti dikutipsoftpedia.

Namun, untuk saat ini para peneliti belum dapat memastikan, apakah burung-burung ini memanfaatkan susunan bulu-bulu di sayap belakang dekat kakinya untuk membantu gerakan saat terbang.

Hingga saat ini belum ada ketentuan mengenai apakah semua burung purba memiliki bulu seperti itu di kaki bagian belakang sebagaimana yang ditemukan pada fosil ini.

Xing Xu juga meyakini alasan mengapa saat ini burung hanya memiliki dua sayap saja karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di darat.

7 Pesona Keindahan Wisata Kediri


1. Gunung Kelud
http://coba-liat.blogspot.com/Wisata kawasan Gunung Kelud menawarkan pesona alam, petualangan, edukasi, dan kesehatan. Panjat tebing, berkemah, lintas alam, dan aktifitas outbound lain menjadi tantanga khusus bagi pecinta alam. Menikmati mandi air panas disamping penelusuran sejarah maupun edukasi kegunungapian yang menarik dari data sejarah yang di pos vulkanogi maupun pemutaran film di teater vulkanologi melengkapi sebagai pengalaman tak terlupakan.
2. Simpang Lima Gumul

http://coba-liat.blogspot.com/Inilah wilayah yang diproyeksikan sebagai pusat kota baru dan kawasan bisnis Kabupaten Kediri dengan monument menyerupai Le Arch dTriomphe-Perancis. Kawasan ini ramai setiap hari sebagai pusat pertunjukan seni dan event, olahraga, rekreasi, dan aktifitas keramaian. Terlebih lagi telah beroperasi sebuah waterpark yang semakin menguatkan kawasan ini sebagai pusat keramaian.
Monumen yang memiliki luas bangunan 804 meter persegi, ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari dasar pura, dan tinggi 25 meter sehingga jika kita berada di atap monument dapat kita saksikan keseluruhan panorama Kediri dari atas dan proyeksi pengembangan kawasan perdagangan ini yang secara keseluruhan seluas 3 hektar. Di sisi-sisi Monumen Kediri terpahat relief-relief tentang sejarah Kediri hingga kesenian dan kebudayaan yang ada hingga sekarang.

3. Kediri Rafting

http://coba-liat.blogspot.com/
Kediri Rafting menyelusuri aliran deras Sungai Konto 6 km yang bermuara di Bendungan Selorejo Kab.Malang. Peserta akan disuguhi pesona air dan benntang alam sekitar sungai yang memukau, belum lagi batu-batu besar dan tebing disepanjang sungai yang menantang para jiwa muda untuk berpetualang dan merasakan akan sensasi mencoba hal yang baru.

4. Air Terjun Dholo
http://coba-liat.blogspot.com/
Bagaikan rekahan di tengah bongkahan zamrud hijau,Air Terjun Dholo mengalir deras di lebatnya hutan di salah satu lereng Pegunungan Wilis. Alam pegunungan yang indah dan udara segar bersama kicauan burung-burung liar membentuk suasana berbeda bagi yang sedang menginginkan menikmati indahnya Air Terjun Dholo. Lokasi ini sangat tepat sebagai lokasi aktifitas outbound dan sejumlah aktifitas lain misalnya berkemah.


5. Gereja Watu Pohsarang.
Kombinasi arsitektur Eropa-Katolik dan Majapahit-Jawa yang menakjubkan dari akulturasi agama, seni dan budaya yang tersi dalam bentuk gereja yang megah. Gereja ini sangat unik karena konstruksi dibuat dengan mengadopsi budaya local dengan proses akulturasi yang kuat. Desain interior dari bangunan utama yang berasal dari batu bata merah yang dibuat dengan system kosod, yaitu pemasangan batu tanpa semen. Gereja pohsarang terletak Desa pohsarang, Kecamatan Semen, sekitar 15km ke barat kota.

6. Kampung Inggris Pare
Dikenal sebagai Kampung Inggris di Indonesia, desa ini memiliki karakteristik yang unik sebagai lokasi lebih dari 100 tempat kursus bahasa Inggris. Terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan pare. Di sini, anda dapat menyaksikan kombinasi suasana desa sederhana dengan pola masyarakat yang relative tradisional dan sentuhan modern dalam bentuk siswa kursus yang mempraktekkan bahasa Inggris yang mereka pelajari dimanapun dan kapanpun. Hal ini membuat Kec.Pare lebih terkenal tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di luar negeri, misalnya Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

http://coba-liat.blogspot.com/
7. Argowisata Sepawon Sensasi Kopi Luwak.
Argowisata Sepawon merupakan perkebunan wisata colonial Belanda yang berusia ratusan tahun. Wisatawan dapat mengunjungi penangkaran luwak hingga menjadi kopi termahal di dunia.
Argowisata Sepawon hanya berjarak setengah jam dari Gunung Kelud, penyusuran dapat dilakukan dengan menuju kesana melewati suasana pedesaan tradisional dan hamparan perkebunan nanas di sisi jalan. Bahkan ketika panen, kita dapat rehat sambil menikmati segarnya buah nanas dengan membeli langsung dari petani nanas.

Baju Muslim Berhiaskan 2.000 Batu Permata


JavaMagazine (London) - Inilah busana paling mahal di dunia. Busana Abbaya yang umumnya dipakai wanita muslim ini berhiaskan 2.000 batu-batuan berharga dan dijual seharga Rp 172 miliar.


http://coba-liat.blogspot.com/Seperti dikutip Daily Mail, Abbaya berwarna hitam dengan detail bunga berwarna merah ini dirancang oleh desainer Inggris Debbie Wingham. Sebelumnya nama Debbie sudah dikenal setelah dia merilis dress hitam seharga £3,5 juta yang dihiasi 50 berlian hitam dua karat. Dress yang dirilis pada 2012 lalu itu beratnya mencapai 13 kg.



Kini Debbie kembali membuat berita dengan merilis busana Abbaya yang berhiaskan 2.000 batu permata. Di antara ribuan batu tersebut, ada berlia langka dan paling mahal di dunia yaitu berlian merah yang ditaruh di bagian tengaha baju. Berlian tersebut rata-rata ditemukan hanya satu kali dalam 50 tahun. Berlian itu sendiri harganya £4,89 juta atau sekitar Rp 72 miliar.



Selain berlian merah, Abbaya itu juga dihiasi 50 berlian putih dua karat, 50 berlian hitam dua karat dan 1899 berlian yang disematkan di antara platinum. Dengan kehadiran semua batu berharga itu tak mengherankan jika busana ini dijual seharga £11,7 juta atau sekitar Rp 172 miliar.



Busana muslim termahal di dunia ini akan dipamerkan pada 20 Maret mendatang di Hotel Raffles, Dubai. Debbie akan memberikan konsultasi khusus pada beberapa klien yang memang tertarik dengan rancangannya itu.



Debbie sengaja merilis karyanya tersebut di Dubai karena kota itulah yang memberinya inspirasi untuk mendesain Abbaya berhiaskan berlian. Abbaya itu didesain sebagai bentuk penghargaannya pada budaya Dubai. Wanita-wanita di sana memang banyak yang mengenakan Abbaya sebagai pakaian sehari-hari.



Karya Debbie mulai dikenal setelah gaunnya dipakai di acara penghargaan film Inggris, BAFTA pada 2005. Seorang kolumnis fashion menyebut baju rancangannya sebagai yang terbaik di BAFTA. Kini wanita berambut hitam itu sudah memiliki klien terkenal mulai dari Kate Winslet, Hillary Swank, Katherine Jenkins hingga Dita Von Teese.

Lima Tempat Romantis di Yogya

img
JavaMagazine (Yogya) - Daerah Istimewa Yogyakarta, masih jadi primadona wisatawan. Apalagi bila Anda liburan berdua dengan pasangan atau pacar. Agar semakin romantis, datang ke 5 destinasi ini. Dijamin hubungan Anda dan dia semakin 'lengket'.

Yogyakarta pun menjadi salah satu yang diincar untuk liburan bareng pasangan. 5 tempat ini akan buat hubungan Anda dengan pasangan semakin romantis:

1. Taman Sari


Selain ke Malioboro, saat liburan di Yogyakarta Anda harus datang ke Taman Sari. Ini bukan sekadar bangunan tua, tapi ini ada juga kolam yang menjadi tempat mandi selir-selir sultan. Arsitektur kompleks Taman Sari terlihat kuno dan indah. Tidak terkecuali kolamnya yang cantik yang menjadi pemikat hati wisatawan.


Anda bisa mengajak pasangan untuk berfoto dan menikmati suasana cantik Taman Sari. Jepret-jepret foto dengan latar Taman Sari menjadi kegiatan seru saat berkunjung ke destinasi ini. Kalau berminat, tempat ini juga menawarkan banyak spot menarik untuk sesi foto pre-wedding.


2. Pantai Kukup


Mau merasakan suasana romantis ala Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta juga punya tempatnya. Datang saja ke Pantai Kukup di Gunungkidul. Keindahan pantai ini tidak kalah cantik dengan Tanah Lot di Bali. Deburan ombak yang besar, batu-batu karang yang menjorok ke laut, serta adanya gardu pandang di atas karang, membuatnya mirip dengan pulau karang di Tanah Lot.


Ajaklah pasangan Anda melihat cantiknya paras Pantai Kukup dari gardu pandang tersebut. Dari atas karang ini, Anda bisa melihat bentang lepas Pantai Kukup yang berpadu dengan deburan ombak besar. Bisa juga Anda menyusuri bibir pantainya yang berpasir putih, sambil berburu ikan kecil. Lelah berjalan, silakan duduk santai di bawah payung 'malas' sambil melihat cantiknya Tanah Lot ala Gunungkidul. 


3. Bukit Bintang


Saat matahari tenggelam di ufuk barat, bukan berarti liburan Anda dengan si dia di Yogya berakhir. Makan malam dengan panorama romantis, harus tertulis dalam agenda liburan Anda. Tak perlu takut mahal, di Gunungkidul ada tempat murah meriah tapi romantis untuk makan malam. Bukit Bintang namanya.


Dinamakan Bukit Bintang karena dari atas bukit ini pelancong bisa melihat kerlap-kerlip dari lampu rumah-rumah warga di wilayah Yogyakarta yang terlihat seperti bintang. Ada banyak pilihan tempat makan di bukit itu, mulai dari nasi goreng sampai steak pun ada. Tempat duduk di setiap tempat makannya mengarah langsung ke lautan 'bintang'. Udara dingin di bukit tidak akan terasa, bila Anda menyisipkan pelukan hangat dengan pasangan.


4. Taman Pelangi Yogyakarta


Taman Pelangi Yogyakarta di halaman Monumen Jogja Kembali, termasuk destinasi yang masih baru. Cantiknya, saat malam tiba taman ini akan dipenuhi dengan cahaya warna-warni dari lampion yang memenuhi taman ini. Cukup dengan membayar Rp 10.000, habiskan malam cantik Yogyakarta dengan lampion berbagai bentuk di Taman Pelangi.


5. Sky Bar Hotel All Season Yogyakarta


Bila Anda punya bujet lebih, cobalah makan malam romantis di Sky Bar, Hotel All Season Yogyakarta. Tempat makan malam ini menyediakan ruang terbuka yang memperlihatkan suasana malam paling romantis. Kolam renang outdoor juga menambah apik suasana di Sky Bar.


Panorama malam pun semakin sempurna ketika gemerlap lampu Kota Yogyakarta mulai terlihat. Bila ingin makan malam di sini sebaiknya Anda datang sebelum matahari terbenam. Karena dari atas sini, sunset akan terlihat lebih indah dan cantik. Sempurna!

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Powered by Java Magazine