Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Jembatan Pejalan Kaki Termahal di Dunia Dibangun 2015
01.43
Java Magazine
JavaMagazine (London) - Setelah lama direncanakan akhirnya pembangunan sebuah jembatan pejalan kaki yang nantinya dibangun di atas Sungai Thames London telah disetujui. Jembatan yang juga berfungsi sebagai taman kota ini dibicarakan sebagai jembatan pejalan kaki termahal di dunia.
Dilansir melalui BBC, pembuatan jembatan ini mencapai sekitar £175 juta (atau senilai Rp 3 triliun). Hal ini disebabkan jembatan tersebut dilapisi dengan lapisan tembaga yang sangat kuat.
Meskipun awalnya pembuatan jembatan ini menuai kontroversi, akibat biaya pembuatannya yang mahal jembatan pejalan kaki ini telah mendapat izin oleh Dewan Kota London.
Nantinya, jembatan bernama ‘Garden Bridge’ ini akan menghubungkan kawasan Temple dan Southbank. Ide awal pembuatan jembatan ini adalah atas prakarsa seorang aktris dan aktivis Kota London, Joanna Lumley. Desain jembatan tersebut dibuat langsung oleh arsitek Thomas Heatherwick.
Selain berfungsi sebagai taman kota, jembatan pejalan kaki termahal di dunia ini juga akan menjadi ikon baru bagi kota ini. Diperkirakan pembangunan jembatan ini akan dimulai pada 2015 dan dibuka untuk umum pada 2018.
Situs Purbakala di Kediri Mulai Digali
07.30
Java Magazine
"Kami dapatkan peninggalan ini utuh dan tingkat kerusakan minim," ujar Ketua tim penggalian, Nugroho Lukito yang dikutip dari Antara (4/12).
Dia juga mengungkapkan bahwa struktur dari situs itu berupa altar dengan ada batu induk. Selain bangunan, juga ditemukan lingga serta dua arca.
Namun, dua arca itu masih belum diketahui lambangnya, sebab tidak memuat atribut apapun. Dua patung itu mirip manusia dan berdiri, namun kedua patung itu identitas penokohannya masih sulit, dan keluar dari pakem.
"Patungnya tidak memuat atribut apapun untuk mencari identitas penokohannya. Kami kesulitan, sebab keluar dari pakem. Apakah ini patung hiasan atau imajinasi saja," ujarnya.
Dia sempat menduga jika situs itu adalah petirtaaan, namun di lantai bawah tidak ada batu yang digunakan untuk lantai. Dengan itu, akhirnya untuk kesimpulan sementara bahwa situs itu berupa altar.
Yang cukup disayangkan adalah kondisi situs tersebut sudah tak lagi utuh. Banyak kerusakan di beberapa titik. bahkan warga setempat sebenarnya telah lama diketahui, sekitar tahun 1070 dan baru dialporkan pada tahun 2014.
Walaupun memprediksi situs itu berupa altar, Lukito mengatakan untuk periodesasi apakah zaman Kerajaan Kadiri atau Majapahit juga belum ada kepastian.
Dilihat dari struktur situs itu, hampir mirip dengan struktur di situs sejenis yang ditemukan di Kecamatan Gurah yang menunjukkan masa Kerajaan Kadiri.
Ia juga menambahkan, analisa itu masih belum diuji kebenarannya. Ke depan, penelitian akan melibatkan tim dari Balai Arkeologi Jogjakarta untuk melakukan pengkajian lebih lanjut, sehingga bisa dilakukan penelitian lebih mendalam.
Tim dari BPCB, kata dia, hanya mempunyai waktu selama enam hari untuk ekskavasi, dan dari hasil itu nantinya menjadi bahan laporan. Ke depan, tim juga berencana melanjutkan lagi ekskavasi, menunggu anggaran di 2015.
Situs itu ditemukan di lahan pekarangan Romli, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Badas. Lahan di pekarangan itu rencanya digali dan akan dibuat kolam lele, tapi saat mengetahui ada struktur situs, langsung dilaporkan ke BPCB.
Anik, istri Romli mengaku sebelumnya memang telah ditemukan banyak struktur dari bangunan kuno, seperti batu bata, serta bangunan yang menonjol di dasar tanah. Pihaknya urung menggali tanah itu, dan menunggu hasil laporan terkait dengan temuan tersebut.
"Tanahnya juga pernah dikeduk, untuk campuran membuat batu bata. Awalnya sedikit, lama kelamaan jadi luas, sampai akhirnya dikeduk mau dibuat kolam lele," kata Anik.
Pihaknya juga berharap ada kejelasan dari pemerintah daerah terkait dengan status tanahnya, apakah akan dibebaskan atau tidak. Sebab, tanah itu rencananya juga dibuat untuk usaha, dan untuk sementara tidak bisa digunakan karena ada ekskavasi.
Tari "Mistis" Seblang Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Nasional
07.45
Java Magazine
JavaMagazine (Banyuwangi) - Ajang pariwisata tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses digelar
di Banyuwangi, Sabtu (22/11/2014) kemarin. Event fashion berbasis budaya
lokal ini tiap tahunnya mengusung tema budaya lokal. Tahun ini, tema
yang diusung adalah Tari Seblang yang merupakan tarian ritual tertua di
Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh
pemerintah pusat.
Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi 'trance', kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.
"Kami selalu mengusung budaya lokal dalam setiap event wisata. Ini berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang justru membawa tema budaya global ke level lokal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Turut hadir dalam acara wisata itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Puluhan ribu warga dan wisatawan berbaur menikmati ajang fashion budaya tahunan tersebut.
Sebanyak 500 peserta berparade di beberapa jalan utama di Banyuwangi. Mereka mendefinisikan ritual Tari Seblang ke dalam busana yang dipamerkan. Semuanya tampak meriah dan gemerlap tanpa menghilangkan makna dari ritual Tari Seblang.
Ada yang memasang berbagai ornamen mirip buah-buahan di sekitar mahkota kepala sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Kreativitas anak-anak muda ini patut diberi ruang. Dengan kemasan menarik, bisa menjadi event wisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Anas.
Anas menjelaskan, ritual Tari Seblang hingga sekarang masih lestari. Setahun diselenggarakan dua kali di desa yang berbeda, yaitu di Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Di Desa Olehsari, ritual ini digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dengan penari gadis atau janda yang masih segaris turunan dari penari-penari Seblang sebelumnya. Ia menari dalam keadaan tak sadarkan diri selama sepekan. Sementara Seblang di Desa Bakungan diselenggarakan pada malam ketujuh setelah Idul Adha dengan penari perempuan yang sudah menopause. Ia juga menari dalam kondisi tak sadarkan diri
"Kami masih punya banyak sekali potensi seni dan budaya yang bisa diangkat jadi tema event wisata pada tahun-tahun mendatang. Event wisata seperti karnaval modern harus berbasis pada potensi seni-budaya Banyuwangi. Kemasan boleh glamour dan modern tapi akar seni-budaya Banyuwangi tidak boleh tercerabut. Itulah yang membedakan Banyuwangi Ethno Carnival dengan karnaval-karnaval lainnya di Indonesia, bahkan di dunia," jelas Anas.
Bukan hanya tari dan ritual adatnya yang ditampilkan, BEC juga menyajikan musik tradisional Banyuwangi. "Itulah yang membuat BEC satunya-satunya karnaval di dunia yang diiringi oleh live music tradisional," tuturnya.
Anas menambahkan, event wisata berbasis seni budaya juga menjadi ajang konsolidasi budaya di daerahnya. "Sekaligus ini sebagai bagian dari upaya mempelajari sejarah dan budaya. Saat ini, pelajaran sejarah dan budaya semacam ini sudah saatnya diperkenalkan di luar kelas, tidak hanya di dalam kelas," kata Anas.
Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi 'trance', kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.
"Kami selalu mengusung budaya lokal dalam setiap event wisata. Ini berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang justru membawa tema budaya global ke level lokal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Turut hadir dalam acara wisata itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Puluhan ribu warga dan wisatawan berbaur menikmati ajang fashion budaya tahunan tersebut.
Sebanyak 500 peserta berparade di beberapa jalan utama di Banyuwangi. Mereka mendefinisikan ritual Tari Seblang ke dalam busana yang dipamerkan. Semuanya tampak meriah dan gemerlap tanpa menghilangkan makna dari ritual Tari Seblang.
Ada yang memasang berbagai ornamen mirip buah-buahan di sekitar mahkota kepala sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Kreativitas anak-anak muda ini patut diberi ruang. Dengan kemasan menarik, bisa menjadi event wisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Anas.
Anas menjelaskan, ritual Tari Seblang hingga sekarang masih lestari. Setahun diselenggarakan dua kali di desa yang berbeda, yaitu di Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Di Desa Olehsari, ritual ini digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dengan penari gadis atau janda yang masih segaris turunan dari penari-penari Seblang sebelumnya. Ia menari dalam keadaan tak sadarkan diri selama sepekan. Sementara Seblang di Desa Bakungan diselenggarakan pada malam ketujuh setelah Idul Adha dengan penari perempuan yang sudah menopause. Ia juga menari dalam kondisi tak sadarkan diri
"Kami masih punya banyak sekali potensi seni dan budaya yang bisa diangkat jadi tema event wisata pada tahun-tahun mendatang. Event wisata seperti karnaval modern harus berbasis pada potensi seni-budaya Banyuwangi. Kemasan boleh glamour dan modern tapi akar seni-budaya Banyuwangi tidak boleh tercerabut. Itulah yang membedakan Banyuwangi Ethno Carnival dengan karnaval-karnaval lainnya di Indonesia, bahkan di dunia," jelas Anas.
Bukan hanya tari dan ritual adatnya yang ditampilkan, BEC juga menyajikan musik tradisional Banyuwangi. "Itulah yang membuat BEC satunya-satunya karnaval di dunia yang diiringi oleh live music tradisional," tuturnya.
Anas menambahkan, event wisata berbasis seni budaya juga menjadi ajang konsolidasi budaya di daerahnya. "Sekaligus ini sebagai bagian dari upaya mempelajari sejarah dan budaya. Saat ini, pelajaran sejarah dan budaya semacam ini sudah saatnya diperkenalkan di luar kelas, tidak hanya di dalam kelas," kata Anas.
Jurus Ampuh Jokowi Naikkan Harga BBM Tanpa Amarah Rakyat
04.36
Java Magazine
JavaMagazine (Jakarta) - Presiden Joko Widodo
(Jokowi) menyiapkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
subsidi dengan matang. Salah satunya menyalurkan kompensasi BBM subsidi
di awal sebelum kebijakan tersebut diumumkan. Hal ini tentu berbeda
dengan Presiden sebelumnya.
Sehingga gejolak menjelang pengumuman kenaikan harga BBM subsidi tidak separah tahun-tahun sebelumnya.
"Mungkin masyarakat sudah lebih memahami permasalahan yang ada. Skema realokasi ke belanja lain (infrastruktur, kesehatan, cash transfer) saya duga sangat membantu meredam kemarahan orang," ucap dia di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Tony berpendapat, ini merupakan langkah berani Jokowi demi menyehatkan fiskal Indonesia dan memperoleh ruang fiskal yang lebih besar untuk mewujudkan program-programnya.
"Jokowi sangat berani dan cepat dalam mengambil keputusan. Figurnya juga membuat simpati publik. Tidak seperti Susilo Bambang Yudhoyono yang justru menahan terus kondisi tidak sehat itu," tuturnya.
Baju Madonna laku US$3,2 juta
02.48
Java Magazine
JavaMagazine (London) - Koleksi baju yang dipakai Madonna selama kariernya dalam film dan musik
terjual dalam lelang selebriti senilai US$3,2 juta atau sekitar Rp61,6
miliar.Baju yang terjual paling mahal adalah jaket dari Desperately Seeking Susan, seharga US$252.000 sementara gaun untuk video Material Girl terjual US$73.125.
Lelang di California, Amerika Serikat itu juga mencakup koleksi baju Michael Jackson, Cher dan The Beatles.
Mantel merah tanpa lengan yang dipakai James Brown terjual US$41.600.
Gaun pengantin Madonna yang dipakai saat ia menikah dengan aktor Sean Penn pada 1985 terjual US$81.250.
Sementara baju yang digunakan Madonna dalam tur Who’s That Girl laku senilai US$50.000.
Gitar dari para bintang rock juga dijual dalam lelang dua hari ini termasuk milik Prince, Sign of the Times Love dan gitar Gibson J200 tahun 1940 milik Stephen Stills dari Crosby, Stills, Nash and Young yang terjual US$43.750.
Dodol Jadi Jawara di Italia
02.39
Java Magazine
JavaMagazine - Siapa bilang dodol cuma sukses di
pasaran lokal? Buktinya, dodol yang dimodifikasi dengan menambahkan cokelat dan
berbagai buah-buahan sukses go international. Tak tanggung-tanggung,
makanan khas Garut itu berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Produk
Niche dalam Pameran Makanan Internasional Tutto Food yang digelar pertengah Mei
lalu di Milan, Italia. Penghargaan itu diberikan kepada produk makanan yang melestarikan tradisi makanan lokal namun dikemas dengan sentuhan khas dan inovatif sehingga dapat diterima pasar. Selain itu, produk tersebut dianggap bisa menyangga dan mendorong meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
“Semoga penghargaan ini dapat memberikan nilai tambah bagi produk bersangkutan dalam menghadapi persaingan pasar,” kata Wakil Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) atau Pusat Promosi Perdagangan Produk Ekspor di Milan, Indah Dwiadni dalam surat elektroniknya yang diterima JM, baru-baru ini.
Indah berharap, penghargaan itu mendorong pengusaha muda lainnya untuk berinisiatif mengolah dan melestarikan makanan tradisional daerah sehingga memiliki nilai jual lebih. Produk dodol olahan tersebut dikembangkan oleh Kiki Gumelar, seorang pengusaha muda asal Garut, Jawa Barat yang mendirikan perusahaan berskala kecil dan menengah dengan nama UD Cokelat.
Perusahaan tersebut fokus menggarap dan mengolah dodol tradisional dipadu cokelat. Beberapa produknya tampil dalam kemasan tradisional bambu yang populer disebut ‘besek’, boboko (bakul) atau tas mini wanita. Dua labelnya yaitu Chocodot rasa original dan rasa apel berhasil memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.
Selain menampilkan dodol, peserta dari Indonesia juga menampilkan produk makanan laut dalam bentuk kalengan serta bumbu tradisional cepat saji dari PT Toba Rurimi Indah, kopi cepat saji dengan berbagai rasanya dari PT Sari Incofood, serta berbagai varian mi instan dan bumbu masakan serta sambal dari Indofood.
Berbagai produk tersebut mendapat respon positif dari pengunjung pameran yang sebagaian besar merupakan kalangan pebisnis dari bidang retail skala besar, super market, agen, hotel, restoran, café dan juga masyarakat umum.
Pengunjung Italia mengatakan apresiasinya atas kemampuan produsen Indonesia yang mampu mengolah minuman kopi yang diolah dalam berbagai macam rasa yang inovatif, ikan siap saji yang sangat lezat, sambal dan mi instan yang lezat serta cokelat tradisional yang dikemas apik dan menarik.
Pada pameran ini tercatat pengunjung mencapai angka lebih dari 300.000 yang datang dari berbagai negara dari lima benua. Pada kesempatan tersebut terdapat setidaknya 40 pebisnis dari berbagai sektor produk marana yang menyatakan tertarik untuk melakukan kontak dan hubungan dagang dengan berbagai produk asal Indonesia, sebab saat ini pasar Eropa mulai membuka diri terhadap makanan yang dihasilkan negara lain.
“Globalisasi, terbukanya arus informasi dan makin banyaknya pendatang baru dari Asia, Afrika dan Amerika latin yang tingal di kawasan Eropa, membuat permintaan pasar terhadap produk makanan eksotis termasuk dari Asia menjadi semakin meningkat. Oleh karena itu sangat baik bila Indonesia yang memiliki sumber daya bahan baku dan bumbu masakan untuk dapat aktif berpartisipasi untuk memperkaya khazanah pasar global di Eropa,” kata Sophie Shelkoff, Direktur ACSAN European Investment Consulting saat mengunjungi booth
Peluang Bisnis Dodol Betawi Yang Bisa Tembus Pasar Ekspor
02.35
Java Magazine
"Dodol betawi ini selalu disajikan pada acara festival, acara betawi dan lainnya, sementara distribusinya di Jabodetabek; bahkan kami kirim ke luar negeri," kata pengusaha mikro, Hj Aminah, di Jakarta, Selasa (11/11).
Ia mengatakan, sejalan dengan pasar internasional dodol betawi ini, maka industri rumahan ini harus terus menjaga keaslian rasa makanan khas Jakarta itu.
Untuk pasar dalam negeri, kata dia, permintaan meningkat saat bulan Ramadhan berlangsung.
Sedangkan untuk penjualan ke perorangan, kata dia, banyak juga turis mancanegara yang datang ke tempat dodol betawi itu dibuat.
"Biasanya mereka datang untuk melihat bagaimana proses membuat dodol serta meminta penjelasan dan resepnya. Selain itu mereka juga diberikan pendidikan tentang produksi olahan makanan yang tidak menggunakan bahan pengawet," kata dia.
Mencetak Tulang Wajah 3D Untuk Korban Kecelakaan
02.49
Java Magazine
Seorang bernama Stephen Power (29) harus menjalani rekonstruksi tulang tengkorak dengan teknologi 3D. Tim dokter akan melakukan implan atau pembuatan tulang pengganti untuk memperbaiki bagian tengkoraknya yang hancur.
Sebelum menjalani pengobatan itu Power mengalami kecelakaan sepeda
motor yang hebat di Wales 2012 lalu. Kecelakaan telah membuat beberapa
tulang wajah Power patah, yaitu pada bagian tulang pipi, tulang di atas
rahang, tulang hidung, dan tengkorak. Semua tulah itu pun ia tinggal di
rumah sakit selama beberapa bulan, karena patah tulang yang dialaminya
cukup serius. Power pun hanya bisa menggunakan topi dan kacamata untuk
menutupi perubahan bentuk wajahnya itu.
Untungnya, baru-baru ini Power telah menjalani pengobatan selanjutnya. Operasi dilakukan di Rumah Sakit Morriston, Swansea, untuk mengembalikan penampilan Power. Ahli bedah maxillofacial, Adrian Sugar, memimpin rencana ini berkolaborasi dengan Centre of Applied Reconstructive Technologies di Surgery dan National Centre for Product Design and Development Research.
Bagian kepala Power yang tidak rusak di-scan oleh tim dokter untuk membuat sebuah model 3D. Melalui model tengkorak 3D itu, tim dokter mempelajari kerusakan yang terjadi. Setelah itu barulah dilakukan rekonstruksi tulang yang rusak. Proses itu memakan waktu selama delapan jam.
Power mengatakan bahwa ia bisa melihat perubahan yang begitu luar biasa pada wajahnya. “ini benar-benar mengubah hidup saya,” katanya.
Proyek pembuatan tulang 3D itu dipamerkan di Science Museum di London. Tim di wales berharap penemuan ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu dan bisa membantu perkembangan ilmu kedokteran. (news.discovery.com)
Sebelum menjalani pengobatan itu Power mengalami kecelakaan sepeda
motor yang hebat di Wales 2012 lalu. Kecelakaan telah membuat beberapa
tulang wajah Power patah, yaitu pada bagian tulang pipi, tulang di atas
rahang, tulang hidung, dan tengkorak. Semua tulah itu pun ia tinggal di
rumah sakit selama beberapa bulan, karena patah tulang yang dialaminya
cukup serius. Power pun hanya bisa menggunakan topi dan kacamata untuk
menutupi perubahan bentuk wajahnya itu.Untungnya, baru-baru ini Power telah menjalani pengobatan selanjutnya. Operasi dilakukan di Rumah Sakit Morriston, Swansea, untuk mengembalikan penampilan Power. Ahli bedah maxillofacial, Adrian Sugar, memimpin rencana ini berkolaborasi dengan Centre of Applied Reconstructive Technologies di Surgery dan National Centre for Product Design and Development Research.
Bagian kepala Power yang tidak rusak di-scan oleh tim dokter untuk membuat sebuah model 3D. Melalui model tengkorak 3D itu, tim dokter mempelajari kerusakan yang terjadi. Setelah itu barulah dilakukan rekonstruksi tulang yang rusak. Proses itu memakan waktu selama delapan jam.
Power mengatakan bahwa ia bisa melihat perubahan yang begitu luar biasa pada wajahnya. “ini benar-benar mengubah hidup saya,” katanya.
Proyek pembuatan tulang 3D itu dipamerkan di Science Museum di London. Tim di wales berharap penemuan ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu dan bisa membantu perkembangan ilmu kedokteran. (news.discovery.com)
Bayi Lahir Dengan Empat Tangan dan Empat Kaki
02.21
Java Magazine
JavaMagazine- Melalui proses persalinan sederhana, seorang bayi lahir dengan empat tangan dan empat kaki di
Nabigingo, sebuah desa kecil di sebelah timur Uganda, pada 27 Mei 2014.
Meski orangtua bayi segera membawa bayi mereka ke rumah sakit terdekat,
pihak rumah sakit rupanya mengatakan, mereka tidak bisa berbuat apa
pun.
Pihak rumah sakit menyarankan bayi yang bernama Paul Mukisa ini harus
berusia tiga bulan untuk menjalani operasi dalam keadaan aman.
Pasalnya, tim dokter mendiagnosis si bayi mengalami kembar parasit, yang
termasuk dalam varian kembar dempet, di mana salah satu dari
kembarannya belum sepenuhnya berkembang. Operasi pun dilakukan pada 18
Agustus, sekitar tiga bulan kemudian dengan bantuan tiga dokter bedah di
Rumah Sakit Uganda.
Tiga jam kemudian, dokter berhasil memisahkan dua kaki dan dua tangan parasit di tubuhnya. “Bayi itu disuntik anestesi, sebelum parasit di punggung dan di depan perutnya yang memiliki dua tangan tanpa hati, berhasil dilepas dari badannya,” kata dokter Nasser Kakembo.
Mereka juga memisahkan anggota tubuh bagian bawah dari bayi Paul, termasuk bagian yang menyatu dengan sendinya. "Tidak ada komplikasi intraoperatif atau pascaoperasi, meski terjadi kekurangan darah ringan dan telah dilakukan transfusi darah untuk pencegahan," sambung Kakembo.
Para dokter sendiri mengungkap, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan operasi seperti itu. Meski insiden kembar siam adalah satu di antara 50 ribu bayi dan kembar parasit sangat jarang terjadi, dalam beberapa tahun terakhir, kasus kembar parasit di Afrika meningkat, yakni sejumlah 5-6 bayi dalam beberapa tahun terakhir.
Tiga pekan setelah operasi, Paul Mukisa, bayi yang lahir dengan empat tangan dan empat kaki mulai pulih dan menyusu dari payudara ibunya. (Dari berbagai sumber)
Pihak rumah sakit menyarankan bayi yang bernama Paul Mukisa ini harus
berusia tiga bulan untuk menjalani operasi dalam keadaan aman.
Pasalnya, tim dokter mendiagnosis si bayi mengalami kembar parasit, yang
termasuk dalam varian kembar dempet, di mana salah satu dari
kembarannya belum sepenuhnya berkembang. Operasi pun dilakukan pada 18
Agustus, sekitar tiga bulan kemudian dengan bantuan tiga dokter bedah di
Rumah Sakit Uganda.Tiga jam kemudian, dokter berhasil memisahkan dua kaki dan dua tangan parasit di tubuhnya. “Bayi itu disuntik anestesi, sebelum parasit di punggung dan di depan perutnya yang memiliki dua tangan tanpa hati, berhasil dilepas dari badannya,” kata dokter Nasser Kakembo.
Mereka juga memisahkan anggota tubuh bagian bawah dari bayi Paul, termasuk bagian yang menyatu dengan sendinya. "Tidak ada komplikasi intraoperatif atau pascaoperasi, meski terjadi kekurangan darah ringan dan telah dilakukan transfusi darah untuk pencegahan," sambung Kakembo.
Para dokter sendiri mengungkap, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan operasi seperti itu. Meski insiden kembar siam adalah satu di antara 50 ribu bayi dan kembar parasit sangat jarang terjadi, dalam beberapa tahun terakhir, kasus kembar parasit di Afrika meningkat, yakni sejumlah 5-6 bayi dalam beberapa tahun terakhir.
Tiga pekan setelah operasi, Paul Mukisa, bayi yang lahir dengan empat tangan dan empat kaki mulai pulih dan menyusu dari payudara ibunya. (Dari berbagai sumber)
Seperti Apa Bumi Berakhir di Masa Depan
02.13
Java Magazine
JavaMagazine - Dua pekan ke depan, tepatnya Kamis (20/11/2014), Pusat Arsitektur
Denmark (DAC) akan membuka sebuah pameran yang didedikasikan untuk bumi.
Pameran ini akan menunjukkan seperti apa bumi berakhir di masa depan dengan menyoroti pergeseran monumental selama beberapa dekade terakhir di seluruh muka bumi.Urbanisasi dan globalisasi telah mengubah lanskap alam. Permukaan bumi telah benar-benar berubah. Lewat pameran itu, tergambar betapa beratnya "beban" bumi yang melayang di atas kota-kota di peta dunia.
Beban bumi itu muncul seiring merebaknya jaringan infrastruktur yang dibangun oleh manusia. Sumber-sumber daya kehidupan lalu ikut hancur mengenaskan.
Maka, di pameran ini, lewat foto udara dari google earth, kita pun tiba-tiba bisa melihat dengan jelas hal-hal yang kita sebelumnya tidak kita sadari. Ya, setiap gambar yang dipilih akan memaparkan cerita unik tentang kondisi planet ini, mulai sebaran masyarakat kepulauan menuju kota-kota besar, serta permukiman pertanian yang maha luas.
Kemudian, pengunjung pameran akan memasuki sebuah ruangan gelap dengan beragam foto evolusi. Foto-foto evolusi itu menampilkan visualisasi subjek yang sama di berbagai momen dalam waktu berbeda. Masing-masing foto itu juga disertai fakta mengerikan tentang perubahan muka bumi. Inilah bagian pameran yang akan menunjukkan seperti apa bumi berakhir di masa depan.
"Selain menjadi cantik, foto-foto ini juga menunjukkan beberapa perubahan, globalisasi, urbanisasi dan perubahan iklim," jelas Martin Winther, Manajer Komunikasi di DAC.
"Pengunjung pameran akan senang dan kagum dengan keragaman bumi, tetapi pada saat yang sama mengingatkan bahwa sumber daya bumi kita ini tidak tak terbatas, dan kita memiliki kewajiban bersama untuk menjaga apa yang kita miliki," tambahnya.
Pameran tersebut meliputi empat tema utama, yaitu makanan, energi, transportasi, serta air. Semua tema itu akan menggambarkan masa depan manusia, perkotaan dan lanskap bumi yang nyata.
"Beban bumi itu datang sebagai hasil kerjasama erat antara arsitek dan perencana perkotaan," ujar Winther.
"Arti keseluruhan gambar ini menunjukkan seperti apa dunia yang terlihat saat ini dan yang mungkin berakhir di masa depan nanti," tambahnya.
Delapan Menteri Wanita Kabinet Kerja Jokowi
02.04
Java Magazine
JavaMagazine - Komposisi Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi banyak
diisi Wanita. Kita mungkin penasaran dengan profil Menteri-menteri dalam
susunan Kabinet Kerja tersebut, terutama yang selama ini jarang dikenal melalui
media.
Berikut ini Profil delapan Menteri Wanita dalam Kabinet Kerja Pemerintahan yang berhasil dihimpun redaksi.
Khofifah Indar Parawansa – Menteri Sosial
Wanita kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965 ini sudah mengenal dunia politik sejak duduk di bangku kuliah. Menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan magister Faklutas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1997). Pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 1999 – 2001, Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Namanya mulai disorot publik saat ia, mewakili Fraksi Persatuan Pembangunan, mengkritisi Pemilu 1997 yang penuh kecurangan saat Sidang Umum MPR tahun 1998. Sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, ibu empat anak ini menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat Nahdatul Ulama (NU).
Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M - Menteri Kesehatan
Setelah batal dilantik menjadi Menteri Kesehatan pada Kabinet Bersatu II di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, dokter spesialisasi mata sekaligus guru besar ilmu penyakit mata (Oftamologi) di Universitas Indonesia ini aktif menjadi Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Sebelum pada akhrinya dilantik menjadi Menteri Kesehatan pada Kabinet Kerja, Nila mendapat tugas sebagai utusan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs. Menurutnya angka kemiskinan dapat dikurangi dengan implementasi kebijakan kesehatan yang tepat dan menilai MDGs adalah hulu kesehatan.
Puan Maharani – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Dunia politik lekat dalam kehidupannya. Sebagai cucu dari Presiden Pertama Republik Indonesia, sekaligus putri dari pasangan (alm) Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan), seperti ada ‘keharusan’ bahwa ia akan melanjutkan kiprah orangtuanya di bidang politik. Lulusan Jurusan Komunikasi Massa FISIP Universitas Indonesia ini memulai kariernya di bidang politik dengan menjabat sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat DPP PDI Perjuangan ( 2005 - 2010) dan Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga DPP PDIP (2010 - 2015). Sejak tahun 2009 hingga sebelum dilantik menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di era kepemimpinan Joko Widodo, Puan Maharani tercatat sebagai anggota DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
Rini Mariani Soemarno – Menteri BUMN
Sepak terjangnya di dunia profesional sudah bicara banyak. Menduduki posisi sebagai presiden komisaris di sejumlah perusahaan besar, wanita kelahiran Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini juga pernah berkarier di bidang pemerintahan, yaitu sebagai Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Jakarta (1998) dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004), pada era Kepemimpinan. Pada tahun 1995, Rini Mariani Soemarno terpilih sebagai Pemimpin Puncak Terpuji dari Majalah Swa Sembada. Lama tak terdengar kabarnya, ia dipercaya oleh Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi untuk mempercepat implementasi Sembilan program nyata.
Retno Lestari Priansari Marsudi - Menteri Luar Negeri
Alumni jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada angkatan 1981 ini pernah menduduki posisi sebagai Deputi Direktur Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Kepala Bagian Ekonomi di KBRI Den Haag, serta pejabat urusan media di Kedubes RI di Canberra. Retno juga pernah bergabung sebagai staf di Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerjasama ASEAN pada 1986. Kemudian, wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962 ini sempat menjadi duta besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia untuk periode 2005-2008. Pada masa penugasan itu, Dubes Retno mendapat penghargaan berupa Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, membuatnya sebagai orang Indonesia pertama yang menerima tanda jasa tersebut. Belum habis masa tugasnya di Oslo, ia diminta kembali ke Jakarta untuk mengisi posisi sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa dan menjadi perempuan pertama dalam sejarah Kemenlu yang menduduki jabatan tinggi tersebut. Sebagai Dirjen, Retno bertanggung jawab mengawasi hubungan dan kerja sama Indonesia dengan 82 negara di Amerika dan Eropa. Retno juga telah memimpin berbagai putaran perundingan dan konsultasi bilateral antara Indonesia dan mitra-mitranya, termasuk Uni Eropa, serta dalam pertemuan antarkawasan seperti Asia-Europe Meeting (ASEM) dan Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC).
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Ia sudah malang melintang di jajaran pemerintahan, di daerah maupun di pusat selama lebih dari 30 tahun. Sempat menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri. Barulah di tahun 2013 ia memilih terjun ke dunia politik hingga terpilih sebagai Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menangani bidang otonomi daerah. Selain itu, ia aktif sebagai dosen di IPB dan pembina lembaga swadaya masyarakat. Siti merupakan salah satu perempuan berprestasi ia pernah menjadi PNS teladan pada tahun 2004. Ia juga dinobatkan sebagai 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia pada tahun 2007. Bintang Jasa Utama dari Presiden pada tahun 2011 serta Satya Lencana Karya Satya XXX tahun 2010 pun berhasil diperolehnya. Alumni dari Institut Pertanian Bogor ini pernah mengenyam studi di Belanda dengan mengambil konsentrasi International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda.
Susi Pudjiastuti - Menteri Kelautan dan Perikanan
Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kelautan dan perikanan juga kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. Bahkan sejumlah pengamat politik menilai bahwa Susi dianggap sebagai sosok problem solver" di bidangnya sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggali potensi kelautan dan perikanan Indonesia. Menurutnya, bekal pengalaman selama 33 tahun sebagai pelaku industri perikanan dan maskapai akan digunakan untuk mengembangkan perikanan dan kelautan di Indonesia. Sebelum menduduki kursi menteri, track record karier profesionalnya sangatlah baik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti (Marine), Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti Flying School (Susi Flying School), Direktur Utama PT. ASI Geosurvey. Dewan Penasihat (HNSI, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), Aktivis Independen Lingkungan, sampai menjadi Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah KADIN.
Yohana Susana Yembise - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua ini adalah perempuan Papua pertama yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang silabus desain dan material development. Segudang pengalaman internasional dan keorganisasian pun telah ditorehkan, antara lain menjadi anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011, dan menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984. Dengan prestasi yang telah dicapainya hingga kini ia mampu membuktikan ketangguhan dan daya juang perempuan Papua. Tahun 1985, wanita kelahiran Manokwari, Papua Barat, 1 Oktober 1958 ini melanjutkan pendidikan Sarjana Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Cenderawasih, menyelesaikan program gelar Master di Departemen Pendidikan Simon Fraser University di Kanada pada tahun 1994 dan memperoleh gelar Ph.D dari Universitas Newcastle pada tahun 2006.
Berikut ini Profil delapan Menteri Wanita dalam Kabinet Kerja Pemerintahan yang berhasil dihimpun redaksi.
Wanita kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965 ini sudah mengenal dunia politik sejak duduk di bangku kuliah. Menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan magister Faklutas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1997). Pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 1999 – 2001, Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Namanya mulai disorot publik saat ia, mewakili Fraksi Persatuan Pembangunan, mengkritisi Pemilu 1997 yang penuh kecurangan saat Sidang Umum MPR tahun 1998. Sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, ibu empat anak ini menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat Nahdatul Ulama (NU).
Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M - Menteri Kesehatan
Setelah batal dilantik menjadi Menteri Kesehatan pada Kabinet Bersatu II di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, dokter spesialisasi mata sekaligus guru besar ilmu penyakit mata (Oftamologi) di Universitas Indonesia ini aktif menjadi Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Sebelum pada akhrinya dilantik menjadi Menteri Kesehatan pada Kabinet Kerja, Nila mendapat tugas sebagai utusan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs. Menurutnya angka kemiskinan dapat dikurangi dengan implementasi kebijakan kesehatan yang tepat dan menilai MDGs adalah hulu kesehatan.
Puan Maharani – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Dunia politik lekat dalam kehidupannya. Sebagai cucu dari Presiden Pertama Republik Indonesia, sekaligus putri dari pasangan (alm) Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan), seperti ada ‘keharusan’ bahwa ia akan melanjutkan kiprah orangtuanya di bidang politik. Lulusan Jurusan Komunikasi Massa FISIP Universitas Indonesia ini memulai kariernya di bidang politik dengan menjabat sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat DPP PDI Perjuangan ( 2005 - 2010) dan Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga DPP PDIP (2010 - 2015). Sejak tahun 2009 hingga sebelum dilantik menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di era kepemimpinan Joko Widodo, Puan Maharani tercatat sebagai anggota DPR dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
Rini Mariani Soemarno – Menteri BUMN
Sepak terjangnya di dunia profesional sudah bicara banyak. Menduduki posisi sebagai presiden komisaris di sejumlah perusahaan besar, wanita kelahiran Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini juga pernah berkarier di bidang pemerintahan, yaitu sebagai Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Jakarta (1998) dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004), pada era Kepemimpinan. Pada tahun 1995, Rini Mariani Soemarno terpilih sebagai Pemimpin Puncak Terpuji dari Majalah Swa Sembada. Lama tak terdengar kabarnya, ia dipercaya oleh Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi untuk mempercepat implementasi Sembilan program nyata.
Retno Lestari Priansari Marsudi - Menteri Luar Negeri
Alumni jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada angkatan 1981 ini pernah menduduki posisi sebagai Deputi Direktur Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Kepala Bagian Ekonomi di KBRI Den Haag, serta pejabat urusan media di Kedubes RI di Canberra. Retno juga pernah bergabung sebagai staf di Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerjasama ASEAN pada 1986. Kemudian, wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962 ini sempat menjadi duta besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia untuk periode 2005-2008. Pada masa penugasan itu, Dubes Retno mendapat penghargaan berupa Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, membuatnya sebagai orang Indonesia pertama yang menerima tanda jasa tersebut. Belum habis masa tugasnya di Oslo, ia diminta kembali ke Jakarta untuk mengisi posisi sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa dan menjadi perempuan pertama dalam sejarah Kemenlu yang menduduki jabatan tinggi tersebut. Sebagai Dirjen, Retno bertanggung jawab mengawasi hubungan dan kerja sama Indonesia dengan 82 negara di Amerika dan Eropa. Retno juga telah memimpin berbagai putaran perundingan dan konsultasi bilateral antara Indonesia dan mitra-mitranya, termasuk Uni Eropa, serta dalam pertemuan antarkawasan seperti Asia-Europe Meeting (ASEM) dan Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC).
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Ia sudah malang melintang di jajaran pemerintahan, di daerah maupun di pusat selama lebih dari 30 tahun. Sempat menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri. Barulah di tahun 2013 ia memilih terjun ke dunia politik hingga terpilih sebagai Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menangani bidang otonomi daerah. Selain itu, ia aktif sebagai dosen di IPB dan pembina lembaga swadaya masyarakat. Siti merupakan salah satu perempuan berprestasi ia pernah menjadi PNS teladan pada tahun 2004. Ia juga dinobatkan sebagai 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia pada tahun 2007. Bintang Jasa Utama dari Presiden pada tahun 2011 serta Satya Lencana Karya Satya XXX tahun 2010 pun berhasil diperolehnya. Alumni dari Institut Pertanian Bogor ini pernah mengenyam studi di Belanda dengan mengambil konsentrasi International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda.
Susi Pudjiastuti - Menteri Kelautan dan Perikanan
Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kelautan dan perikanan juga kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. Bahkan sejumlah pengamat politik menilai bahwa Susi dianggap sebagai sosok problem solver" di bidangnya sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggali potensi kelautan dan perikanan Indonesia. Menurutnya, bekal pengalaman selama 33 tahun sebagai pelaku industri perikanan dan maskapai akan digunakan untuk mengembangkan perikanan dan kelautan di Indonesia. Sebelum menduduki kursi menteri, track record karier profesionalnya sangatlah baik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti (Marine), Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti Flying School (Susi Flying School), Direktur Utama PT. ASI Geosurvey. Dewan Penasihat (HNSI, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), Aktivis Independen Lingkungan, sampai menjadi Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah KADIN.
Yohana Susana Yembise - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua ini adalah perempuan Papua pertama yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang silabus desain dan material development. Segudang pengalaman internasional dan keorganisasian pun telah ditorehkan, antara lain menjadi anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011, dan menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984. Dengan prestasi yang telah dicapainya hingga kini ia mampu membuktikan ketangguhan dan daya juang perempuan Papua. Tahun 1985, wanita kelahiran Manokwari, Papua Barat, 1 Oktober 1958 ini melanjutkan pendidikan Sarjana Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Cenderawasih, menyelesaikan program gelar Master di Departemen Pendidikan Simon Fraser University di Kanada pada tahun 1994 dan memperoleh gelar Ph.D dari Universitas Newcastle pada tahun 2006.














