Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Indonesia serahkan ratifikasi Konvensi Minamata ke PBB

JavaMagazine (Jakarta) - Indonesia resmi meratifikasi Konvensi Minamata untuk mengendalikan peredaran dan penggunaan bahan beracun berbahaya (B3) merkuri dengan melakukan Depository International of Regulation (IoR) kepada Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa di New York, Amerika Serikat.

"Alhamdulillah, acara Depository Konvensi Minamata telah dilakukan Menteri Luar Negeri di Markas PBB New York pada Jumat (22/9), pukul 22.15 WIB," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Jakarta, Sabtu. 

Setelah Presiden Joko Widodo mengesahkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri), pada Jumat (22/9), pukul 23.00 WIB, Pemerintah Indonesia telah secara resmi melakukan depository IoR. 

Dokumen itu, menurut Siti, diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi kepada Under Secretary General for Legal Affairs atau UN Legal Counsel Miguel de Serpa Soares pada pukul 11.00 waktu setempat.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengesahan konvensi ini memberikan ruang kepada Indonesia berperan lebih aktif dan memiliki hak suara penuh dalam proses pengambilan keputusan pada forum regional dan global yang terkait dengan berbagai pengaturan pelaksanaan Konvensi Minamata termasuk dalam pengembangan prosedur, pedoman dan modalitas lainnya. 

Selain itu, ia mengatakan pengesahan ini juga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dalam mengakses sumber pendanaan, teknologi transfer, peningkatan kapasitas dan kerja sama internasional untuk mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanganan Merkuri.

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah mengatakan Indonesia ingin segera menyetorkan ratifikasi Konvensi Minamata ini ke Sekjen PBB di New York, sebelum Conference of Parties (COP) ke-1 Konvensi Minamata yang digelar pada 24-29 September 2017 di Jenewa. Nanti Indonesia bisa menjadi negara ke-76 yang meratifikasi konvensi mengatur penggunaan merkuri tersebut. 

Tenaga Ahli Menteri Bidang Evaluasi Kinerja Kerja Sama Luar Negeri KLHK Arief Yuwono mengatakan proses ratifikasi Konvensi Minamata mengenai merkuri ini cukup cepat dengan melakukan "bypass" di beberapa tahapan. 

Namun penyiapan naskah akademik sudah dilakukan sejak 2013, sehingga sebenarnya tidak tergesa-gesa menerjemahkan konvensi ke dalam undang-undang. 

Sebelumnya, menurut dia, pertemuan-pertemuan antarkementerian dan lembaga sudah dilakukan, dengan tujuan saat pengesahan undang-undang tidak terjadi konflik kepentingan. Proses harmonisasi Rancangan Undang Undang Konvensi Minamata mengenai merkuri ini juga telah dilakukan Kementerian Hukum dan HAM.

Ada 15 perundang-undangan yang diujikan dan ternyata tidak saling bertentangan, sehingga dapat segera diteruskan ke Presiden untuk diajukan meminta persetujuan DPR. Persetujuan ratifikasi oleh dewan sudah diberikan dalam Sidang Paripurna DPR, Rabu (13/9). 

Pada COP1 Konvensi Minamata nanti, ia meyakini belum akan ada pengambilan keputusan apa pun, sehingga Indonesia yang belum resmi memiliki suara seperti 50 negara lainnya tidak perlu khawatir. 

"Setelah 90 hari ratifikasi disetorkan ke PBB baru kita aktif sebagai parties. Kita memang belum memiliki suara pada COP1 nanti, tapi kita tetap boleh berbicara dalam konferensi," katanya pula.

Peragaan busana batik di Kastil Reggio Emilia Italia

JavaMagazine (London) -  Peragaan Busana Batik karya perancang kenamaan Indonesia, Novita Yunus dari Batik Chic yang menampilkan koleksi terbarunya bertema Batik Jambi dan Eco Fashion Bumi Langit berhasil memukau warga Italia di Reggio Emilia.

Peragaan itu mengundang decak kagum dan tepuk tangan yang menggema di kantor Walikota San Polo DEnza di propinsi Reggio Emilia, Italia, Kamis malam.

Beberapa ruangan di kantor Walikota yang berada dalam kastil abad pertengahan ini disulap menjadi catwalk untuk peragaan busana Indonesia malam itu, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles F. Hutapea kepada Java Magazine London, Jumat.

Sekitar 400 pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang tua dengan antusias datang dari berbagai penjuru kota tua ini, maupun dari kota-kota lainnya. Sebagian harus rela berdiri menonton pertunjukan dari layar yang dipasang di halaman kastil, sekalipun di tengah dinginnya malam yang menusuk di masa menjelang musim gugur.

Acara dibuka Walikota San Polo DEnza, Mirca Carletti, yang menyatakan kegembiraannya atas kehadiran Dubes RI untuk Italia, Esti Andayani membawa misi budaya melalui peragaan busana batik. Ia kagum akan keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia. Pertunjukan pada malam itu sangat bermakna bertepatan dengan hari perdamaian internasional diperingati setiap 21 September.

Dubes Esti Andayani malam itu tampil elegan mengenakan batik motif Papua. Ia mengharapkan peragaan busana batik sebagai warisan budaya Indonesia yang dapat dipakai di berbagai kesempatan semakin dikenal dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai Indonesia.

Ia meyakini melalui promosi ini masyarakat Italia makin tertarik berkunjung maupun berbisnis dengan Indonesia.

Selain peragaan busana batik, penari Ade Dyah dari Milan menampilkan tarian Kebyar Serimpi dan Kuda-kuda dari Yogyakarta. Di sela peragaan busana, Charles Hutapea, seorang diplomat dari KBRI Roma memainkan lagu "We are the World" dengan soprano saxophone menambah hangatnya suasana.

Acara ini terselenggara berkat kerja WNI yang tinggal di kota San Polo DEnza, Eny Sariyati Thalib dan penata rambut Italia, Alberto Solimei.

Para model adalah remaja setempat yang sebagian besar model profesional, tampil cantik dan memukau hadirin dan berhasil membawakan koleksi busana yang terlihat etnik dan dapat digunakan dalam keseharian.

Masyarakat Indonesia dari wilayah sekitar maupun dari kota Genoa dan Rimini berjarak ratusan kilo meter hadir dan bekerja sama memasak penganan Indonesia seperti nasi goreng dan kue dadar gulung untuk disuguhkan kepada para tamu.

Kota San Polo DEnza terletak di propinsi Reggio Emilia, Italia bagian utara yang terkenal dengan produk pertanian, khususnya keju. (Ant.)

Anindya Kusuma Putri Terpilih Menjadi Puteri Indonesia 2015





Kecantikan Miss Universe dengan Balutan Batik di Malam Puncak Putri Indonesia 2015






Kerangka Manusia Purba Ditemukan Dalam Keadaan Bercumbu

JavaMagazine (Yunani) - Dua kerangka manusia purba yang diperkirakan berusia 5.800 tahun, ditemukan dalam keadaan sedang bercumbu, ditemukan oleh Arkeolog setempat. Kerangka manusia purba itu ditemukan di Yunani,tepatnya diwilayah Neolithic Diros Cave, Mani, Peloponnese.

Anastassia Papathanassiou, salah seorang anggota senior dalam tim penggalian tersebut mengatakan, penemuan kerangka manusia purba tersebut terjadi pada tahun 2013 dan baru dipublikasikan pekan ini setelah dilakukan tes DNA untuk kepastian atas temuan tersebut.

Hasil tes DNA memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan tulang seorang pria dan wanita. Penemuan ini merupakan yang tertua dari jenisnya di Yunani.

Kedua pasangan diperkirakan tewas ketika berusia 20 tahunan dan jasadnya ditemukan di dekat Gua Alepotrypa, kata Papathanassiou kepada AP.

Penyebab kematian keduanya tidak diketahui, namun Papathanassiou menambahkan bahwa tes DNA lanjutan akan menjawab pertanyaan tersebut.

Jembatan Pejalan Kaki Termahal di Dunia Dibangun 2015

 
 JavaMagazine (London) - Setelah lama direncanakan akhirnya pembangunan sebuah jembatan pejalan kaki yang nantinya dibangun di atas Sungai Thames London telah disetujui. Jembatan yang juga berfungsi sebagai taman kota ini dibicarakan sebagai jembatan pejalan kaki termahal di dunia.

Dilansir melalui BBC, pembuatan jembatan ini mencapai sekitar £175 juta (atau senilai Rp 3 triliun). Hal ini disebabkan jembatan tersebut dilapisi dengan lapisan tembaga yang sangat kuat.

Meskipun awalnya pembuatan jembatan ini menuai kontroversi, akibat biaya pembuatannya yang mahal jembatan pejalan kaki ini telah mendapat izin oleh Dewan Kota London.

Nantinya, jembatan bernama ‘Garden Bridge’ ini akan menghubungkan kawasan Temple dan Southbank. Ide awal pembuatan jembatan ini adalah atas prakarsa seorang aktris dan aktivis Kota London, Joanna Lumley. Desain jembatan tersebut dibuat langsung oleh arsitek Thomas Heatherwick.

Selain berfungsi sebagai taman kota, jembatan pejalan kaki termahal di dunia ini juga akan menjadi ikon baru bagi kota ini. Diperkirakan pembangunan jembatan ini akan dimulai pada 2015 dan dibuka untuk umum pada 2018.

Situs Purbakala di Kediri Mulai Digali

JavaMagazine (Mojokerto) - Baru-baru ini Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto, Jawa Timur melakukan penelitian di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggali sebuah situs purbakala yang ditemukan di tempat tersebut.

"Kami dapatkan peninggalan ini utuh dan tingkat kerusakan minim," ujar Ketua tim penggalian, Nugroho Lukito yang dikutip dari Antara (4/12).

Dia juga mengungkapkan bahwa struktur dari situs itu berupa altar dengan ada batu induk. Selain bangunan, juga ditemukan lingga serta dua arca.

Namun, dua arca itu masih belum diketahui lambangnya, sebab tidak memuat atribut apapun. Dua patung itu mirip manusia dan berdiri, namun kedua patung itu identitas penokohannya masih sulit, dan keluar dari pakem.

"Patungnya tidak memuat atribut apapun untuk mencari identitas penokohannya. Kami kesulitan, sebab keluar dari pakem. Apakah ini patung hiasan atau imajinasi saja," ujarnya.

Dia sempat menduga jika situs itu adalah petirtaaan, namun di lantai bawah tidak ada batu yang digunakan untuk lantai. Dengan itu, akhirnya untuk kesimpulan sementara bahwa situs itu berupa altar.

Yang cukup disayangkan adalah kondisi situs tersebut sudah tak lagi utuh. Banyak kerusakan di beberapa titik. bahkan warga setempat sebenarnya telah lama diketahui, sekitar tahun 1070 dan baru dialporkan pada tahun 2014.

Walaupun memprediksi situs itu berupa altar, Lukito mengatakan untuk periodesasi apakah zaman Kerajaan Kadiri atau Majapahit juga belum ada kepastian.

Dilihat dari struktur situs itu, hampir mirip dengan struktur di situs sejenis yang ditemukan di Kecamatan Gurah yang menunjukkan masa Kerajaan Kadiri.

Ia juga menambahkan, analisa itu masih belum diuji kebenarannya. Ke depan, penelitian akan melibatkan tim dari Balai Arkeologi Jogjakarta untuk melakukan pengkajian lebih lanjut, sehingga bisa dilakukan penelitian lebih mendalam.

Tim dari BPCB, kata dia, hanya mempunyai waktu selama enam hari untuk ekskavasi, dan dari hasil itu nantinya menjadi bahan laporan. Ke depan, tim juga berencana melanjutkan lagi ekskavasi, menunggu anggaran di 2015.

Situs itu ditemukan di lahan pekarangan Romli, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Badas. Lahan di pekarangan itu rencanya digali dan akan dibuat kolam lele, tapi saat mengetahui ada struktur situs, langsung dilaporkan ke BPCB.

Anik, istri Romli mengaku sebelumnya memang telah ditemukan banyak struktur dari bangunan kuno, seperti batu bata, serta bangunan yang menonjol di dasar tanah. Pihaknya urung menggali tanah itu, dan menunggu hasil laporan terkait dengan temuan tersebut.

"Tanahnya juga pernah dikeduk, untuk campuran membuat batu bata. Awalnya sedikit, lama kelamaan jadi luas, sampai akhirnya dikeduk mau dibuat kolam lele," kata Anik.

Pihaknya juga berharap ada kejelasan dari pemerintah daerah terkait dengan status tanahnya, apakah akan dibebaskan atau tidak. Sebab, tanah itu rencananya juga dibuat untuk usaha, dan untuk sementara tidak bisa digunakan karena ada ekskavasi.

Wedar Hayuning Penataran, Kembalinya Dharma Sebagai Jati Diri Bangsa



JavaMagazine (Blitar) - Para kaum spiritual Hindu yang ingin Bangsa Indonesia kembali kembali berjaya, Sabtu siang (01/11) menggelar upacara Wedar Hayuning Penataran, Sesaji Wilujengan Nagari di Kompleks Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur.

Acara yang dihadiri umat Hindu seluruh belahan nusantara yang dimotori oleh Komunitas Forum Spiritual Hindu Kabuputan/Kota Blitar.

Digelarnya ritual sesaji Hayuning Penataran dengan sesaji Mahesa Lawung (kerbau bule,red) dalam rangka Wulujengan Nagari (selamatan negara). Ritual ini digelar memohon kepada Yang Maha Kuasa agar bangsa ini diingatkan kembali ke jalan darma yang sudah dicantumkan dalam Pustaka Suci Weda.

Upacara ini sendiri dilakukan sejak zaman Kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit. Dan upacara kerajaan ini sempat berhenti di masa Kerajaan Demak Islam selama kurang lebih 30 tahun, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam kegiatan upacara ini terdiri dari dua tahapan yakni Dewatyatnya (melakukan korban suci kepada Yang Maha Kuasa), Pitrayatnya (menghadirkan ruh leluhur, secara adman, agar ikut mendoakan).
Dengan mengambil Tema 'Wedhar Hayuning Penataran' karena Candi Penataran merupakan sejarah anak bangsa yang tidak lekang oleh jaman. Candi Penataran adalah saksi bisu dan saksi nyata, bahwa ribuan tahun lalu Bangsa Jawa ini telah harum namannya seantero dunia.

"Jati diri bangsa ini telah merosot, oleh karena itulah dasar acara ini digelar. Karena menyikapi dan memandang moralitas anak bangsa sudah dari relnya darma, kemerosotan moral sudah terjadi, penyimpangan moral dirasakan disana-sini," kata Drs Yulianto ketua panitia, sekaligus Darma Duta Nusantara.

Ditambahkan Yulianto, jika kita mau melihat, relief Candi Penataran, disanalah sejarah Bangsa Jawa ditunjukkan. "Bangsa Jawa didatangi oleh suku Inkamaya, Suku Yahudi, Suku Mesir , orang-orang China dan orang-orang Arab yang belajar tentang pawukon dan dinten pitu pekenan gangsal. Di relief-relief candi menceritakan kita adalah bangsa yang besar, dan mengapa sekarang menjadi bangsa yang kerdil," jelasnya.

Atas dasar tersebut digelarnya acara ini di Candi penataran sebagai moment kebangkitan kembali kesadaran sebagai bangsa Indonesia.

"Salah satu bukti kemrosotan Bangsa Jawa adalah mereka malu memakai Bahasa Jawa, berbusana Jawa. Padahal jika kita paham Jawa dari kata Arjawa yang berarti jujur, maka seharusnya saat ini kita malu dengan kondisi sekarang ini," kata dia.

Yang menarik dari upacara Wedar Hayuning Penataran, Sesaji Wilujengan Nagari ini adalah Sapta Maha Resi Hindu dari Jawa dan Bali membentuk formasi cakra Wisnu.

"Tahun 2013 kita membentuk formasi Trisula yang juga senjata Mahadewa (Syiwa). Sedangkan tahun ini menggunakan formasi Cakra yang juga senjata Dewa Wisnu. Kalau dalam Bhagawadgita pemutaran roda kehidupan itu namannya Cakram. Ia yang tidak ikut memutar roda kehidupan ini akan tergilas. Kalau tahun lalu kita memohon kekuatan, maka dengan kekuatan itu memutar roda kehidupan agar tetap mendapatkan tuntutan yang Yang Maha Kuasa," kata Kolonel (Purn) I Nengah Dana, mantan Sekkum PHDI Pusat yang sekarang menjabat sebagai Sabhawala (Dewan Pakar) PHDI Pusat.

Tari "Mistis" Seblang Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Nasional

JavaMagazine (Banyuwangi) - Ajang pariwisata tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses digelar di Banyuwangi, Sabtu (22/11/2014) kemarin. Event fashion berbasis budaya lokal ini tiap tahunnya mengusung tema budaya lokal. Tahun ini, tema yang diusung adalah Tari Seblang yang merupakan tarian ritual tertua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat.

Tari ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini ditarikan seorang penari dalam kondisi 'trance', kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

"Kami selalu mengusung budaya lokal dalam setiap event wisata. Ini berbeda dengan kebanyakan daerah lain yang justru membawa tema budaya global ke level lokal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Turut hadir dalam acara wisata itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Puluhan ribu warga dan wisatawan berbaur menikmati ajang fashion budaya tahunan tersebut.

Sebanyak 500 peserta berparade di beberapa jalan utama di Banyuwangi. Mereka mendefinisikan ritual Tari Seblang ke dalam busana yang dipamerkan. Semuanya tampak meriah dan gemerlap tanpa menghilangkan makna dari ritual Tari Seblang.

Ada yang memasang berbagai ornamen mirip buah-buahan di sekitar mahkota kepala sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Kreativitas anak-anak muda ini patut diberi ruang. Dengan kemasan menarik, bisa menjadi event wisata yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Anas.

Anas menjelaskan, ritual Tari Seblang hingga sekarang masih lestari. Setahun diselenggarakan dua kali di desa yang berbeda, yaitu di Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Di Desa Olehsari, ritual ini digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri dengan penari gadis atau janda yang masih segaris turunan dari penari-penari Seblang sebelumnya. Ia menari dalam keadaan tak sadarkan diri selama sepekan. Sementara Seblang di Desa Bakungan diselenggarakan pada malam ketujuh setelah Idul Adha dengan penari perempuan yang sudah menopause. Ia juga menari dalam kondisi tak sadarkan diri

"Kami masih punya banyak sekali potensi seni dan budaya yang bisa diangkat jadi tema event wisata pada tahun-tahun mendatang. Event wisata seperti karnaval modern harus berbasis pada potensi seni-budaya Banyuwangi. Kemasan boleh glamour dan modern tapi akar seni-budaya Banyuwangi tidak boleh tercerabut. Itulah yang membedakan Banyuwangi Ethno Carnival dengan karnaval-karnaval lainnya di Indonesia, bahkan di dunia," jelas Anas.

Bukan hanya tari dan ritual adatnya yang ditampilkan, BEC juga menyajikan musik tradisional Banyuwangi. "Itulah yang membuat BEC satunya-satunya karnaval di dunia yang diiringi oleh live music tradisional," tuturnya.

Anas menambahkan, event wisata berbasis seni budaya juga menjadi ajang konsolidasi budaya di daerahnya. "Sekaligus ini sebagai bagian dari upaya mempelajari sejarah dan budaya. Saat ini, pelajaran sejarah dan budaya semacam ini sudah saatnya diperkenalkan di luar kelas, tidak hanya di dalam kelas," kata Anas.

Jurus Ampuh Jokowi Naikkan Harga BBM Tanpa Amarah Rakyat

JavaMagazine (Jakarta) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan matang. Salah satunya menyalurkan kompensasi BBM subsidi di awal sebelum kebijakan tersebut diumumkan. Hal ini tentu berbeda dengan Presiden sebelumnya.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), A Tony Prasetiantono mengatakan, tiga kartu sakti yakni Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera mampu meredam emosi masyarakat terhadap kebijakan penyesuaian harga.

Sehingga gejolak menjelang pengumuman kenaikan harga BBM subsidi tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

"Mungkin masyarakat sudah lebih memahami permasalahan yang ada. Skema realokasi ke belanja lain (infrastruktur, kesehatan, cash transfer) saya duga sangat membantu meredam kemarahan orang," ucap dia di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Tony berpendapat, ini merupakan langkah berani Jokowi demi menyehatkan fiskal Indonesia dan memperoleh ruang fiskal yang lebih besar untuk mewujudkan program-programnya.
"Jokowi sangat berani dan cepat dalam mengambil keputusan. Figurnya juga membuat simpati publik. Tidak seperti Susilo Bambang Yudhoyono yang justru menahan terus kondisi tidak sehat itu," tuturnya.

Wanita Tangguh Non Akademisi Yang Jadi Menteri

5 Kesaksian Tentang Ajaibnya Bu Susi Pudjiastuti | Fiskal.co.id“Jangan pernah membayangkan bahwa kebahagiaan saya karena saya memiliki puluhan pesawat. Bukan. Kebahagiaan saya adalah ketika saya bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain,” ujar Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan kita yang baru pada kabinet Indonesia Kerja.

Sebagaimana kisah orang sukses lainnya, ada rasa gatal untuk memindahkan kesuksesan dirinya pada orang lain, sifat filantropis itu umum pada sebagian orang yang hidupnya terangkat juga bersama sama dengan keringat orang lain.

Susi sampai saat ini memiliki ribuan pegawai, yang barangkali tepatnya disebut rekanan, karena tidak jarang dirinya pun bagai seorang kawanan di tengah kawanan lain, dan bukan seorang yang menonjol dan tampak bosy seperti yang lain.

Ada beberapa testimonial tentang diri Susi, yang boleh jadi suatu keajaiban dunia tersendiri, hal yang unik, dan hanya Susi yang bisa.

1. Memandikan Orang Gila di Jalanan, Memberinya Pakaian
Tidak ada alasan khusus, murni solidaritas. Inilah kegiatan Susi pada saat ia remaja, gampang terenyuh, melankolis, sehingga orang gila pun dia beri pakaian, dimandikan, dan dilepas lagi. "Padahal sama istrinya sendiri nggak mau diobatin. Ha ha ha.. makanya saya ini selalu dianggap orang gila,” Tukasnya.

2. Mengajak Terbang Nenek-nenek dan Ibu ibu kampungnya
Berbagi apa yang sebelumnya tidak mungkin. Terbang adalah previlese suatu kelas sosial yang mampu membeli tiketnya, dekat dengan Susi Anda tidak perlu kelas kelas macam itu. Dia terbangkan ibu ibu di kampungnya. "Melihat matanya berbinar-binar, itu sebuah keajaiban yang tak bisa diungkapkan dalam kata-kata,” jelas Susi.

3. Menjadi Karyawan dari Usahanya Sendiri
Sebagaimana pengakuan Dahlan Iskan, "Semula saya pikir dia karyawan biasa. Dia bertindak seperti petugas ground dan ketika ikut terbang di psesawat itu dia yang melayani penumpang." Susi memang melakukan segalanya sendiri, bersih bersih pesawat, belajar mekanik, bahkan belajar caranya terbang dengan helikopter.

4. 40 Tukang Ojek untuk jadi Runway Lampu Bandara
Sebagaimana yang dikisahkan Gunawan Wicaksono, Susi apabila kemalaman pulang, bukankah kesulitan mendarat di Pangandaran yang tidak ada lampunya. Apa jawaban Susi "Hehehe.. ini saya lagi nelpon koordinator tukang ojek, biar dia yang ngumpulin 40 tukang ojek biar nyorotin lampu motornya di pinggir runway, biar garisnya kelihatan."

5. Habis habisan di Aceh
Susi pun menjadi sosok yang habis habisan saat bencana Tsunami Aceh melanda 2004. Setiap bertemu dengan para pengungsi dan orang orang terlantar di jalan, ia selalu memberi mereka uang, tanpa melihat lagi besarannya.

Catatan catatan tersebut memang akan bertambah panjang, mengingat sisi nyentrik seseorang menjadikan hidupnya memiliki ribuan makna yang bisa diceritakan pada orang lain. Inilah menteri Kelautan dan Perikanan Anda. Seandainya dia gagal dalam tugas, bukan berarti dia gagal sebagai sosok

Kereta Kencana Jokowi

www.danahibah.web.id
JavaMagazine (Jakarta) - Presiden terpilih Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla rencananya akan diarak menggunakan kereta kencana saat pelantikan, Senin (20/10/2014). Kini kereta kencana itu masih berada di anjungan DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ciracas, Jakarta Timur.

Utusan Dinas Pariwisata telah datang untuk mengecek kondisi kereta tersebut. Pantauan Warta Kota, Kamis (16/10/2014), kereta itu berada tepat di dekat pintu masuk, tempat penerangan anjungan DKI Jakarta, TMII. 
 
Kereta itu memiliki panjang lebih kurang 3 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 2 meter. Kereta diberi warna merah dengan dihias ornamen ukiran berwarna emas di beberapa bagian, seperti di bagian pelek roda, bodi depan, belakang, dan samping.

Selain itu, ukiran kepala naga juga terlihat di kolong kereta dengan jumlah tiga buah. Kepala naga juga menghiasi gagang di dua pintu kereta itu. Meskipun demikian, pada bagian gagang pintu kiri sudah tampak menggunakan kawat agar pintu tidak terlepas. Dua buah lampu berada di depan dekat kursi kemudi.

Sedangkan kursi penumpang diberi kursi busa dilapisi kulit berwarna hitam dengan duduk saling berhadapan depan belakang.

Pada roda bagian belakang berdiameter lebih kurang 50 cm. Sedangkan roda depan berdiamater 30 cm.

"Kereta kencana ini cukup menarik, seperti kereta kencana pada kerajaan di lnggris. Bahkan, menurut saya, lebih bagus, karena pada roda kayunya diberi ornamen ukiran berwarna emas," kata Edward Tambunan, Juru Penerang Anjungan DKI Jakarta, TMII.

Terlebih, lanjutnya, ukiran juga menghiasi beberapa bagian kereta kencana tersebut. Kereta kencana tersebut, kata Edward, berasal dari Solo. Kereta itu merupakan replika dari kereta kencana seperti yang biasa digunakan kerajaan pada zaman dahulu. "Yang bisa menaiki kereta kencana dahulu hanya Sultan dan keluarga keraton," katanya.

Hidung Wanita Tempat Bersarang Lintah

JavaMagazine (Edinburgh) - Dokter menghabiskan waktu setengah jam untuk menyingkirkan seekor lintah dari hidung seorang perempuan Inggris yang sebelumnya menjadi turis backpacker di Asia Tenggara. Perempuan itu, Daniela Liverani, mengatakan, lintah itu "sepanjang jari telunjuk saya dan segemuk ibu jari saya".

Liverani, yang selama beberapa minggu terganggu karena mimisan, menemukan seekor lintah sepanjang tiga inci atau sekitar 7 sentimeter hidup di hidungnya selama lebih dari sebulan. Liverani awalnya yakin mimisan yang dialaminya akibat pembuluh darah di hidung yang pecah ketika mengalami kecelakaan sepeda motor di Asia Tenggara.

Namun, beberapa hari setelah kembali ke rumahnya di Edinburgh, Skotlandia, dia melihat sebuah obyek di salah satu lubang hidungnya yang semula dianggap sebagai darah beku. Sarjana berusia 24 tahun akhirnya dilarikan ke unit gawat darurat Edinburgh Royal Infirmary setelah menyadari bahwa ada seekor binatang di hidungnya itu.

Liverani, yang berasal dari Glasgow, mengatakan kepada Sunday Mail, "Dua minggu sebelum saya pulang dari Asia, saya mulai mengalami mimisan, tetapi saya sebelumnya jatuh dari sepeda motor, jadi saya berpikir pembuluh darah saya pecah. Setelah saya sampai di rumah, mimisan itu berhenti dan saya mulai melihat sesuatu yang mencuat dari lubang hidung saya. Saya berpikir itu darah beku akibat mimisan tersebut. Saya mencoba untuk memecahkannya dan menariknya keluar, tetapi saya tidak bisa memegangnya karena dia masuk kembali hidungku."

"Saat saya berada di kamar mandi, hal itu turun hingga bibir bawah saya dan saya bisa melihat dia mencuat dari lubang hidung saya. Maka ketika itu terjadi, saya melompat keluar dari kamar mandi untuk melihat dari dekat di cermin dan saya melihat tonjolannya. Saat itulah saya menyadari bahwa itu seekor binatang."

Staf rumah sakit memeriksa Liverani dengan sebuah senter sebelum mencoba untuk menyingkirkan parasit itu dengan menggunakan tang dan pinset.

Liverani berkata, "Itu sangat menyakitkan, setiap kali dokter menariknya, saya bisa merasakan lintah itu menarik-narik bagian dalam hidung saya. Lalu tiba-tiba, setelah setengah jam, rasa sakit berhenti dan dokter mendapatkan lintah di pinset. Binatang itu sekitar sepanjang jari telunjuk saya dan segemuk ibu jari saya."

Mark Siddal, kurator di American Museum of Natural History di New York dan seorang ahli lintah, mengatakan, "Daniela mungkin telah kemasukan lintah itu dari air di Vietnam, saat dia berenang. Atau bisa saja masuk melalui mulutnya, saat dia minum air. Walau binatang itu sudah sekitar satu bulan dalam hidungnya, lintah itu tidak tumbuh secepat itu, jadi tidak mungkin dia jauh lebih kecil ketika masuk ke hidung. Pasti sudah cukup besar. Menarik bahwa orang tidak merasakan lintah itu berada dalam hidung mereka." (4d3).

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Powered by Java Magazine