Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jurus Ampuh Jokowi Naikkan Harga BBM Tanpa Amarah Rakyat

JavaMagazine (Jakarta) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan matang. Salah satunya menyalurkan kompensasi BBM subsidi di awal sebelum kebijakan tersebut diumumkan. Hal ini tentu berbeda dengan Presiden sebelumnya.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), A Tony Prasetiantono mengatakan, tiga kartu sakti yakni Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera mampu meredam emosi masyarakat terhadap kebijakan penyesuaian harga.

Sehingga gejolak menjelang pengumuman kenaikan harga BBM subsidi tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

"Mungkin masyarakat sudah lebih memahami permasalahan yang ada. Skema realokasi ke belanja lain (infrastruktur, kesehatan, cash transfer) saya duga sangat membantu meredam kemarahan orang," ucap dia di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Tony berpendapat, ini merupakan langkah berani Jokowi demi menyehatkan fiskal Indonesia dan memperoleh ruang fiskal yang lebih besar untuk mewujudkan program-programnya.
"Jokowi sangat berani dan cepat dalam mengambil keputusan. Figurnya juga membuat simpati publik. Tidak seperti Susilo Bambang Yudhoyono yang justru menahan terus kondisi tidak sehat itu," tuturnya.

BI Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

JavaMagazine (Jakarta) - Bank Indonesia (BI) mengingatkan penerbit kartu kredit baik perbankan dan nonbank untuk tegas membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan usia dan pendapatan nasabah sesuai Peraturan Bank Indonesia No.14./2/PBI/2012 yang akan diimplementasikan pada 31 Desember 2014, atau menjelang 2015.
"Kami harus ingatkan terus untuk perlindungan konsumen dan manajemen risiko. Indonesia menjadi salah satu negara yang masyarakatnya sangat mudah dapat kartu kredit," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas di Jakarta, Rabu (1/10).

Pembatasan kepemilikan kartu kredit itu, menurut Ronald, juga dilakukan untuk menguatkan manajemen risiko bagi konsumen atau pengguna, bukan hanya penerbit.

"Penerbit itu harus menata kembali verifikasi pemberian kartu. Begitu juga sebagai langkah ke perlindungan konsumen, agar tidak kesulitan dalam pembayaran pengeluarannya," ujar dia.

Jika melihat Peraturan BI tersebut, disebutkan bahwa individu dengan pendapatan kurang dari Rp3 juta tidak diperbolehkan memiliki kartu kredit. Kemudian, individu dengan pendapatan antara Rp3 juta hingga Rp10 juta boleh memiliki kartu kredit, maksimal dari dua penerbit. Hal itu juga dengan pengaturan besaran pagu/ plafon yang maksimal tiga kali dari pendapatan per bulan nasabah.

Klausul lainnya adalah individu dengan dengan pendapatan lebih dari Rp10 juta tidak dibatasi kepemilikan kartu kreditnya namun tetap memprtimbangkan analisis risiko masing-masing penerbit kartu.

Untuk menunjang pelaksanaan peraturan itu, Ronald meminta penerbit memutakhirkan data terbaru penghasilan pengguna sesegera mungkin. Pengguna juga diminta untuk memutakhirkan data sesuai penghasilan terbaru kepada penerbit.

Setelah pelaksanaan, jika penerbit menemukan pengguna yang menyalahi peraturan, ujar Ronald, penerbit tersebut wajib memperingatkan pengguna untuk menutup kartu kreditnya hingga sesuai ketentuan BI.

Jika pengguna, tidak juga menutup kartu kredit itu, pihak dari sejumlah penerbit yang akan berdiskusi untuk memutuskan siapa yang akan menutup layanan kartu kredit bagi pelanggan.

Positif General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha berpendapat pembatasan kepemilikan kartu ini juga sangat berdampak positif bagi pengguna, terutama untuk mengantisipasi kesulitan pembayaran dari pihak pengguna karena berlebihnya penggunaan kartu kredit.

Di sisi penerbit, pembatasan ini dapat menjadi antisipasi untuk potensi peningkatan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Namun, hingga saat ini, menurut Steve, rasio kredit bermasalah masih dalam kategori aman di bawah dua persen.

Steve mengatakan, untuk menutup kartu kredit pengguna yang berlebih dan menyalahi peraturan, para penerbit juga akan menggunakan acuan dari Bank Indonesia.

Acuan itu untuk memilih layanan kartu kredit mana yang akan ditutup. Steve mengatakan, acuan itu biasanya merujuk pada keaktifan penggunaan kartu kredit, dan jangka waktu penggunaan kartu tersebut, "Patokannya dari BI. Pertama kita lihat kolektabilitas. Yang kurang baik itu yang kita tutup, kemudian aktif dan tidak aktifnya. Satu lagi, kalau sama-sama aktif, kita lihat berapa lama pegang kartu, yang paling baru yang ditutup," ujar dia.

Steve menyebutkan dari data AKKI saja, terdapat sekitar 450 ribu pengguna kartu kredit yang kepemilikannya tidak sesuai dengan peraturan BI.

450 ribu pengguna kartu kredit itu berpendapatan Rp3-10 juta per bulan, namun memiliki beberapa kartu kredit lebih dari batas maksimal, yakni dari dua penerbit.

Dengan begitu, 450 ribu pengguna kartu kredit tersebut akan mengurangi kartu kreditnya hingga hanya tersisa dari dua penerbit.

Dia merasa optimistis pertumbuhan kartu kredit secara industri tidak akan mengalami pelambatan signifikan.
"Setelah penutupan (450 ribu kartu kredit) itu selesai. Semua beres, kita mulai lagi, tetap akan tumbuh lagi," ujar dia. (1End).

Uang Rp100 Ribu Baru Mulai Tampil 18 Agustus

Ilistrasi
JavaMagazine (Jakarta) - Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia siap dikeluarkan atau diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada 18 Agustus 2014. Dalam uang baru tersebut nantinya akan tercantum tanda tangan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan.

"Uang baru adalah uang yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI dan akan diterbitkan 18 Agustus 2014. Sebetulnya terbitnya 17 Agustus 2014, tapi karena hari Minggu jadi dimundurkan jadi Senin Insya Allah kita launching," ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo saat ditemui usai tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Rabu (13/8/2014).

Lebih lanjut Agus mengatakan, dalam pidato kenegaraan Presiden SBY akan menyebutkan terkait dengan uang yang secara Undang-undang diamanatkan untuk di tandatangani oleh Gubernur BI dan Menkeu.

"Nanti di dalam pidato dari bapak Presiden, pidato kenegaraan, pidato pengantar nota keuangan tahun 2015, Presiden akan menyampaikannya," jelasnya.

Mengenai nominal uang baru, ia menyebutkan hari Senin hanya nominal Rp100.000 yang akan diterbitkan.

"Untuk yang di launching itu baru yang nilai Rp100 ribu," tutupnya.

Kuli Bangunan Sukses Berbisnis Dengan 300 Ribu

JavaMagazine (Malang) - Berawal dari modal Rp 300.000, seorang kuli bangunan yang beralih usaha memproduksi songkok berhasil bangkit dan menghasilkan pundi-pundi keuntungan yang lumayan besar.

Usaha tersebut digeluti oleh Muhammad Suib (35), warga Dusun Napel, Desa Sukolelo, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia menggeluti usaha produksi songkok nasional warna hitam itu sejak 2002 lalu. "Sudah 12 tahun saya mengeluti usaha kerajinan songkok ini," katanya saat ditemui Wartawan di rumahnya, Kamis (31/7/2014).

Menurut cerita pria kelahiran Malang 35 tahun lalu itu, dirinya sejak lulus Madrasah Ibtidaiyah (MI) sudah mulai kerja. "Karena tak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Saya langsung kerja jadi kuli batu di Gresik," katanya.

Saat kerja kuli batu, penghasilan per harinya hanya Rp 35.000. Hal itu digeluti selama 3 tahun di Gresik. "Berhenti jadi kuli batu, kerja jadi kuli bangunan selama satu tahun. Kerja kuli bangunan juga tidak cukup untuk makan," kata suami dari Mutmainnah itu.

Awal mula menggeluti usaha produksi songkok, saat kerja menjadi kuli batu, Suib berteman dengan Udin, yang bekerja di sebuah perusahaan songkok di Gresik. "Dari Udin teman saya itu, saya banyak tahu bagaimana membuat songkok itu. Dari saya punya ide memproduksi songkok untuk dijual di Malang Raya," kata Suib.

Namun, keinginan bukannya tanpa halangan. Karena Suib masih belum memiliki modal. Untuk mendapatkan sedikit modal, Suib kembali bekerja menjadi kuli bangunan di Malang. "Setelah mendapatkan uang Rp 300.000, saya buat untuk modal memproduksi songkok. Karena cara membuatnya, hingga bahannya apa saja saya sudah tahu," ungkap Suib.

Ayah dari Ayu Rahmawati dan Mochamad Baihaqi Kaizan itu terus menggeluti usaha produksi songkok itu, dan hasilnya dijual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Malang Raya. Namun, saat itu masih mampu memproduksi sebanyak 20 biji songkok. "Karena modalnya hanya Rp 300.000," kata alumnus MI Mambaul Ulum, Desa Sukolelo, Wajak itu.

Adapun bahan baku songkok bermerek Panah Emas, produksi M Suib itu asli "Bumi Arema" itu terdiri kain bludru, yang dibelinya dari Kabupaten Gresik. Di Gresik, memang menjadi wilayah produksi songkok terbesar di Jawa Timur. "Bahan bludru itu di impor dari Korea. Selain bludru bahannya dari plastik, dan kertas dan kain biasa," urai Suib.

Produksi songkok Suib terdiri dari berbagai ukuran, dan disesuaikan dengan pesanan. Begitu juga soal tinggi ukurannya. "Banyak juga yang pesan dengan ukuran tinggi dari ukuran yang umum terjual di pasaran," katanya.

Saat awal produksi tahun 2002, Suib membuat songkok di rumah dan hanya dengan ditemani sang istri. Tak ada gudang untuk memproduksi songkok.

Namun mulai 2007, dia sudah mulai mampu merekrut dua karyawan, didorong oleh naiknya permintaan pasar. Dalam sehari, songkok yang dihasilkan mencapai 60 buah, yang dijual ke pasar-pasar tradisional dan toko busana yang ada di Malang Raya.

Ditanya mengenai harga jualnya, dia menyebutkan beraneka ragam mulai dari harga Rp 18.000 hingga Rp 30.000 per songkok. "Itu harga grosir. Kalau harga di pasar lebih tinggi," akunya.

Songkok yang diproduksi Suib, tak hanya dipakai oleh masyarakat biasa. Para pejabat tinggi di Malang juga banyak yang pesan langsung ke rumah Suib. "Setiap tahun, Bupati Malang selalu pesan songkok di sini. Sejak Bupati Sujud Pribadi hingga Rendra Kresna, pesan langsung ke sini. Seluruh Camat di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang juga pesan songkok disini," ungkapnya.

Meski produksinya telah menjadi langganan para pejabat di Malang, namun Suib masih mengeluhkan minimnya dukungan modal dari pemerintah daerah. "Sejak saya buka usaha ini, tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Pernah disuruh ikut pameran, tapi saya tidak mau. Pernah didata, tapi sampai sekarang juga tak dapat bantuan," keluhnya.

Namun demikian,dirinya sangat bersyukur karena bisnis yang digelutinya bisa sukses. Pendapatan per harinya sudah mencapai Rp 300.000. Jika perbulan sudah mampu meraup keuntungan hingga Rp 10 juta. "Jika bulan puasa, naik hingga 50 persen. Produksi perhari mampu 200 biji lebih," katanya.

Hingga kini, usaha yang digeluti Suib masih satu-satunya di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang). Cara menjualnya juga masih secara manual. Ia keliling sendiri ke banyak toko dan pasar tradisional di Malang Raya.

"Saya belum bisa menjual via online. Maklum, karena saya hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah. Tapi saya sudah bersyukur bisa sukses. Kuncinya, ditekuni dengan sabar dan ikhlas. Allah pasti memberikan kesuksesan," katanya, sembari tersenyum.

Pelaku Pasar Amankan Posisi Jelang Libur Lebaran

JavaMagazine (Jakarta) - Meski di akhir pekan bursa saham AS berakhir positif, kondisi ini tidak terlalu banyak berdampak pada laju bursa saham Asia. 
Sepanjang perdagangan awal pekan, awan negatif menyelimuti bursa saham Asia yang pada akhirnya membawa IHSG ikut dalam suasana pelemahan. Pelaku pasar pun kembali melakukan aksi jual.
Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, dari sisi teknikal juga menunjukkan tren pelemahan dan jelang rilis inflasi di pekan ini.
"Tidak hanya itu, rilis inflasi pun kebetulan akan keluar selang 2 hari menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri sehingga pelaku pasar lebih memilih untuk mengamankan posisi," ujarnya dalam riset hariannya, Jakarta, Selasa (30/7).
Bursa saham Asia mayoritas anjlok setelah nilai tukar Yen masih menunjukkan penguatan sehingga memberikan sentimen negatif bagi saham-saham eksportir yang masih melanjutkan pelemahan.
Untuk bursa saham Eropa mampu bergerak berlawanan arah dengan bursa saham Asia setelah pelaku pasar merespon positif rilis kinerja keuangan yang sesuai estimasi. Sedangkan bursa saham AS cenderung melemah.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (30/7) IHSG diperkirakan berada pada support 4.548-4.552 dan resistance 4.615-4.655.
"Tampaknya IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya setelah tren yang ada mengindikasikan pembalikan arah melemah. Tetapi, diharapkan masih ada sentimen positif untuk dapat menghalau tren negatif tersebut," tutup dia.
Adapun pertimbangan saham-saham antara lain PWON, BMTR, ACES, CPIN, BKSL, LPCK, TLKM, UNTR, AKRA, MLPL dan BCAP.

JavaMagazine (Jakarta) - Tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia paling tingi di dunia. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakuan Nielsen dengan tajuk "Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions".

"Konsumen Indonesia sangat bersemangat mengenai masa depan dan pengeluaran akan tetap kuat seiring dengan meningkatnya kemampuan masyarakat Indonesia, serta semakin mutakhirnya kebutuhan mereka," kata Managing Director Nielsen Indonesia Catherine Eddy di kantornya, Rabu (24/7/2013).

Angka rata-rata indeks konsumen Indonesia mencapai 124, diikuti Filipina dengan 121, dan India dengan 118. Peningkatan kepercayaan konsumen dilaporkan terjadi di negara-negara kawasan Asia Pasifik dengan rata-rata indeks 105. Sebanyak 7 dari 10 negara dengan kepercayaan tertinggi berasal dari Asia Pasifik. 

Selain itu, konsumen Indonesia juga paling optimistis mengenai kondisi keuangan mereka. Sebanyak 84 persen mengatakan kondisi keuangan pribadi mereka baik atau sangat baik. Peringkat tersebut diikuti Filipina dengan 79 persen dan Thailand dengan 69 persen. 

Dari survei juga terlihat konsumen Indonesia juga merupakan penabung jangka panjang. Mereka menempatkan posisi teratas dengan 7 dari 10 (71 persen) konsumen menabung dana cadangan mereka. 

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilakukan pada 13 sampai 31 Mei 2013. Survei ini dilakukan terhadap 29.000 konsumen online di 58 negara termasuk 3.000 konsumen di 6 negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Survei Nielsen ini hanya berdasarkan perilaku konsumen dengan akses online.

Indonesia Bangun Kawasan Ekonomi di Bitung dan Palu

JavaMagazine (Jakarta) - Pemerintah akan mengeluarkan izin pembangunan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahun ini. Dari 5 usulan yang masuk, baru 2 kawasan yang akan dikeluarkan izinnya.


"Tahun ini yang pasti kita keluarkan (izinnya) adalah KEK Bitung dan Palu," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi dengan jajaran menteri di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/7/2013).

Hatta mengatakan, sebagai pendukung pembangunan KEK di Bitung, akan dibangun jalan tol yang proyeknya akan segera ditender paling lambat awal Januari 2014.

Untuk KEK Palu, tidak jauh berbeda dengan Bitung. Namun bagi Hatta pembangunan KEK Palu tidak terkait dengan Jalan Parigi ke Teluk Tomini. Nantinya KEK Palu mempunyai area 2.000 hektar dengan potensinya yang sangat berkembang baik dari potensi kelautan dan pertambangan.

Hatta mengatakan, nantinya kedua KEK ini akan didesain seperti KEK di Johor Baru Malaysia atau KEK di China.

"Untuk berikutnya kita siapkan badan Kepabeanan yang mengurusi cukai dan pajak. Kita bisa membandingkan nantinya dengan Johor Baru ataupun China kemudian kita terus akan membahas itu. KEK seluruh kewenangan sudah berada pada satu atap," imbuhnya.

Di dalam proposal pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus tahun 2013, setidaknya ada 5 perencanaan pemerintah untuk membukan KEK baru. Kelima KEK itu adalah Bitung, Palu, Mandalika, Maloy, dan Tanjung Siapi-api. Tiga KEK yang belum disetujui, Hatta meminta Pemda setempat untuk melengkapi urusan administrasi dan desain dari KEK yang diajukan.

"Yang lain masih menunggu kelengkapan. Mandalika hampir sudah selesai tetapi masih menunggu blue printyang dilakukan karena adanya perubahan desain dari sebelumnya," jelas Hatta.

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Powered by Java Magazine