Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Dodol Jadi Jawara di Italia

JavaMagazine - Siapa bilang dodol cuma sukses di pasaran lokal? Buktinya, dodol yang dimodifikasi dengan menambahkan cokelat dan berbagai buah-buahan sukses go international. Tak tanggung-tanggung, makanan khas Garut itu berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Produk Niche dalam Pameran Makanan Internasional Tutto Food yang digelar pertengah Mei lalu di Milan, Italia.

Penghargaan itu diberikan kepada produk makanan yang melestarikan tradisi makanan lokal namun dikemas dengan sentuhan khas dan inovatif sehingga dapat diterima pasar. Selain itu, produk tersebut dianggap bisa menyangga dan mendorong meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

 “Semoga penghargaan ini dapat memberikan nilai tambah bagi produk bersangkutan dalam menghadapi persaingan pasar,” kata Wakil Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) atau Pusat Promosi Perdagangan Produk Ekspor di Milan, Indah Dwiadni dalam surat elektroniknya yang diterima JM, baru-baru ini.

Indah berharap, penghargaan itu mendorong pengusaha muda lainnya untuk berinisiatif mengolah dan melestarikan makanan tradisional daerah sehingga memiliki nilai jual lebih. Produk dodol olahan tersebut dikembangkan oleh Kiki Gumelar, seorang pengusaha muda asal Garut, Jawa Barat yang mendirikan perusahaan berskala kecil dan menengah dengan nama UD Cokelat.

Perusahaan tersebut fokus menggarap dan mengolah dodol tradisional dipadu cokelat. Beberapa produknya tampil dalam kemasan tradisional bambu yang populer disebut ‘besek’, boboko (bakul) atau tas mini wanita. Dua labelnya yaitu Chocodot rasa original dan rasa apel berhasil memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.

Selain menampilkan dodol, peserta dari Indonesia juga menampilkan produk makanan laut dalam bentuk kalengan serta bumbu tradisional cepat saji dari PT Toba Rurimi Indah, kopi cepat saji dengan berbagai rasanya dari PT Sari Incofood, serta berbagai varian mi instan dan bumbu masakan serta sambal dari Indofood.

Berbagai produk tersebut mendapat respon positif dari pengunjung pameran yang sebagaian besar merupakan kalangan pebisnis dari bidang retail skala besar, super market, agen, hotel, restoran, café dan juga masyarakat umum.

Pengunjung Italia mengatakan apresiasinya atas kemampuan produsen Indonesia yang mampu mengolah minuman kopi yang diolah dalam berbagai macam rasa yang inovatif, ikan siap saji yang sangat lezat, sambal dan mi instan yang lezat serta cokelat tradisional yang dikemas apik dan menarik.

Pada pameran ini tercatat pengunjung mencapai angka lebih dari 300.000 yang datang dari berbagai negara dari lima benua. Pada kesempatan tersebut terdapat setidaknya 40 pebisnis dari berbagai sektor produk marana yang menyatakan tertarik untuk melakukan kontak dan hubungan dagang dengan berbagai produk asal Indonesia, sebab saat ini pasar Eropa mulai membuka diri terhadap makanan yang dihasilkan negara lain.

 “Globalisasi, terbukanya arus informasi dan makin banyaknya pendatang baru dari Asia, Afrika dan Amerika latin  yang tingal di kawasan Eropa, membuat permintaan pasar terhadap produk makanan eksotis termasuk dari Asia menjadi semakin meningkat. Oleh karena itu sangat baik bila Indonesia yang memiliki sumber daya bahan baku dan bumbu masakan untuk dapat aktif berpartisipasi untuk memperkaya khazanah pasar global di Eropa,” kata Sophie Shelkoff, Direktur ACSAN European Investment Consulting saat mengunjungi booth

Uang Rp100 Ribu Baru Mulai Tampil 18 Agustus

Ilistrasi
JavaMagazine (Jakarta) - Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia siap dikeluarkan atau diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada 18 Agustus 2014. Dalam uang baru tersebut nantinya akan tercantum tanda tangan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan.

"Uang baru adalah uang yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI dan akan diterbitkan 18 Agustus 2014. Sebetulnya terbitnya 17 Agustus 2014, tapi karena hari Minggu jadi dimundurkan jadi Senin Insya Allah kita launching," ungkap Gubernur BI, Agus Martowardojo saat ditemui usai tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Rabu (13/8/2014).

Lebih lanjut Agus mengatakan, dalam pidato kenegaraan Presiden SBY akan menyebutkan terkait dengan uang yang secara Undang-undang diamanatkan untuk di tandatangani oleh Gubernur BI dan Menkeu.

"Nanti di dalam pidato dari bapak Presiden, pidato kenegaraan, pidato pengantar nota keuangan tahun 2015, Presiden akan menyampaikannya," jelasnya.

Mengenai nominal uang baru, ia menyebutkan hari Senin hanya nominal Rp100.000 yang akan diterbitkan.

"Untuk yang di launching itu baru yang nilai Rp100 ribu," tutupnya.

Kuli Bangunan Sukses Berbisnis Dengan 300 Ribu

JavaMagazine (Malang) - Berawal dari modal Rp 300.000, seorang kuli bangunan yang beralih usaha memproduksi songkok berhasil bangkit dan menghasilkan pundi-pundi keuntungan yang lumayan besar.

Usaha tersebut digeluti oleh Muhammad Suib (35), warga Dusun Napel, Desa Sukolelo, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia menggeluti usaha produksi songkok nasional warna hitam itu sejak 2002 lalu. "Sudah 12 tahun saya mengeluti usaha kerajinan songkok ini," katanya saat ditemui Wartawan di rumahnya, Kamis (31/7/2014).

Menurut cerita pria kelahiran Malang 35 tahun lalu itu, dirinya sejak lulus Madrasah Ibtidaiyah (MI) sudah mulai kerja. "Karena tak ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Saya langsung kerja jadi kuli batu di Gresik," katanya.

Saat kerja kuli batu, penghasilan per harinya hanya Rp 35.000. Hal itu digeluti selama 3 tahun di Gresik. "Berhenti jadi kuli batu, kerja jadi kuli bangunan selama satu tahun. Kerja kuli bangunan juga tidak cukup untuk makan," kata suami dari Mutmainnah itu.

Awal mula menggeluti usaha produksi songkok, saat kerja menjadi kuli batu, Suib berteman dengan Udin, yang bekerja di sebuah perusahaan songkok di Gresik. "Dari Udin teman saya itu, saya banyak tahu bagaimana membuat songkok itu. Dari saya punya ide memproduksi songkok untuk dijual di Malang Raya," kata Suib.

Namun, keinginan bukannya tanpa halangan. Karena Suib masih belum memiliki modal. Untuk mendapatkan sedikit modal, Suib kembali bekerja menjadi kuli bangunan di Malang. "Setelah mendapatkan uang Rp 300.000, saya buat untuk modal memproduksi songkok. Karena cara membuatnya, hingga bahannya apa saja saya sudah tahu," ungkap Suib.

Ayah dari Ayu Rahmawati dan Mochamad Baihaqi Kaizan itu terus menggeluti usaha produksi songkok itu, dan hasilnya dijual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Malang Raya. Namun, saat itu masih mampu memproduksi sebanyak 20 biji songkok. "Karena modalnya hanya Rp 300.000," kata alumnus MI Mambaul Ulum, Desa Sukolelo, Wajak itu.

Adapun bahan baku songkok bermerek Panah Emas, produksi M Suib itu asli "Bumi Arema" itu terdiri kain bludru, yang dibelinya dari Kabupaten Gresik. Di Gresik, memang menjadi wilayah produksi songkok terbesar di Jawa Timur. "Bahan bludru itu di impor dari Korea. Selain bludru bahannya dari plastik, dan kertas dan kain biasa," urai Suib.

Produksi songkok Suib terdiri dari berbagai ukuran, dan disesuaikan dengan pesanan. Begitu juga soal tinggi ukurannya. "Banyak juga yang pesan dengan ukuran tinggi dari ukuran yang umum terjual di pasaran," katanya.

Saat awal produksi tahun 2002, Suib membuat songkok di rumah dan hanya dengan ditemani sang istri. Tak ada gudang untuk memproduksi songkok.

Namun mulai 2007, dia sudah mulai mampu merekrut dua karyawan, didorong oleh naiknya permintaan pasar. Dalam sehari, songkok yang dihasilkan mencapai 60 buah, yang dijual ke pasar-pasar tradisional dan toko busana yang ada di Malang Raya.

Ditanya mengenai harga jualnya, dia menyebutkan beraneka ragam mulai dari harga Rp 18.000 hingga Rp 30.000 per songkok. "Itu harga grosir. Kalau harga di pasar lebih tinggi," akunya.

Songkok yang diproduksi Suib, tak hanya dipakai oleh masyarakat biasa. Para pejabat tinggi di Malang juga banyak yang pesan langsung ke rumah Suib. "Setiap tahun, Bupati Malang selalu pesan songkok di sini. Sejak Bupati Sujud Pribadi hingga Rendra Kresna, pesan langsung ke sini. Seluruh Camat di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang juga pesan songkok disini," ungkapnya.

Meski produksinya telah menjadi langganan para pejabat di Malang, namun Suib masih mengeluhkan minimnya dukungan modal dari pemerintah daerah. "Sejak saya buka usaha ini, tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Pernah disuruh ikut pameran, tapi saya tidak mau. Pernah didata, tapi sampai sekarang juga tak dapat bantuan," keluhnya.

Namun demikian,dirinya sangat bersyukur karena bisnis yang digelutinya bisa sukses. Pendapatan per harinya sudah mencapai Rp 300.000. Jika perbulan sudah mampu meraup keuntungan hingga Rp 10 juta. "Jika bulan puasa, naik hingga 50 persen. Produksi perhari mampu 200 biji lebih," katanya.

Hingga kini, usaha yang digeluti Suib masih satu-satunya di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang). Cara menjualnya juga masih secara manual. Ia keliling sendiri ke banyak toko dan pasar tradisional di Malang Raya.

"Saya belum bisa menjual via online. Maklum, karena saya hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah. Tapi saya sudah bersyukur bisa sukses. Kuncinya, ditekuni dengan sabar dan ikhlas. Allah pasti memberikan kesuksesan," katanya, sembari tersenyum.

Bisnis MMM Adalah Money Game

JavaMagazine (Jakarta) - Sistem investasi MMM saat ini ramai dibicarakan karena keuntungannya mencapai 30 persen selama satu bulan. Namun, masyarakat harus sangat waspada terhadap investasi semacam ini.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan, investasi MMM sangatlah berbahaya karena mamakai sistem piramida yang dilarang dalam UU Perdagangan. Bahkan, sistem money game semacam itu sudah menipu banyak korban di Rusia.

"Ada SMS itu, katanya di Rusia banyak yang bunuh diri karena money game itu. Di Undang-Undang Perdagangan sudah dimasukkan bahwa sistem piramida itu terlarang. Sistem piramida itu hukumannya pidana maksimal 10 tahun," ujar Ardiansyah di Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Dia kemudian menjelaskan, dalam sistem piramida, pengusaha mendapatkan pendapatan bukan dari usaha sendiri, melainkan dari merekrut orang lain. Sistem seperti ini, menurut dia, sangat memiliki risiko yang tinggi bahwa dana yang terkumpul bisa saja setiap saat diambil oleh pengelolanya.

Ardiansyah mengatakan, sistem MMM tidak jelas karena dijalankan dari luar negeri dan entah di mana. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap MMM. Pasalnya, jika uang peserta hilang, maka pengelola tidak bisa dikenai UU Perdagangan karena mengelola di luar negeri.

"MMM pemainnya gak ada di sini. Gak jelas di mana servernya. Kalau perusahaan ada di sini, bisa kena Undang-Undang Perdagangan. Multi-lavel marketing beda sama money game. Ini kan arisan gak jelas, kita gak tahu juga pemainnya," kata dia.

Telkom Serahkan Flexi ke Telkomsel

JavaMagazine (Jakarta) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi melepaskan bisnis Flexi pada semester II-2014. Pada tanggal 27 Juni 2014, perusahaan plat merah ini menandatangani Perjanjian Pengalihan Bisnis Bersyarat untuk mengalihkan anak usaha yakni Flexi kepada anak usaha lainnya yakni PT Telekomunikasi Seluler alias Telkomsel.

Dalam laporan keuangan semester I-2014, manajemen Telkom menjelaskan, pengalihan Flexi kepada Telkomsel untuk memaksimalkan peluang usaha dari sinergi grup. Langkah ini juga dilakukan dalam rangka  merestrukturisasi unit usaha Flexi.

Manajemen Telkom dalam catatan 1.d.g laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2014 juga menyebutkan, "Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, pengurusan penerbitan persetujuan Menkominfo sehubungan dengan pengalokasikan frekuensi baru kepada Telkomsel masih dalam proses."

Malah, sang anak perusahaan, yakni Telkomsel yang selanjutnya bakal menjadi pengelola Flexi, telah mengambil langkah proaktif. Terlihat Telkomsel sudah menunjuk pihak ketiga untuk menampung rekening escrow account guna memfasilitasi rencana pengalihan Flexi menjadi bagian dalam lingkup bisnisnya.

Dalam laporan keuangan yang sama, pada bagian catatan 47a, manajemen Telkom menjelaskan, "Sehubungan dengan Perjanjian Pengalihan Bisnis Bersyarat untuk mengalihkan target usaha Flexi pada tanggal 8 Juli 2014, Telkomsel dan BNI telah melakukan perjanjian pembukaan rekening escrow account sebesar Rp 897 miliar."

Teknologi e-GSM
Sayangnya manajemen Telkom tak sekaligus membeberkan sejauh apa proses yang tengah dijalani demi mendapatkan restu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut. Perusahaan berkode TLKM di Bursa Efek Indonesia itu juga tak melansir informasi target penyelesaian proses pengalihan Flexi kepada Telkomsel. Hingga tenggat waktu penulisan berita ini, belum ada manajemen Telkom yang merespon pertanyaan yang dilayangkan demi mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Sementara itu manajemen Telkomsel memilih mengelak menjelaskan detail aksi korporasi di tubuh Grup Telkom ini. "Informasi ini belum bisa kami publikasikan karena masih pembahasan internal. Atau sebaiknya ditanyakan ke Telkom sebagai parents company," sebut Adita Irawati Vice President Corporate Communication Telkomsel melalui pesan singkat, Rabu (6/8/2014).

Asal tahu saja, Telkom memang sudah memberikan woro-woro untuk mengeleminasi bisnis Flexi. Pilihan Telkom melepas Flexi sepertinya berkaca dari potret bisnis telekomunikasi berteknologi code division multiple access atawa CDMA yang memang sudah sulit bergeliat.

Paling tidak, statistik Flexi mengamini potret industri tersebut. Tercatat pada semester I-2014 jumlah pelanggan Flexi tinggal tersisa 4,12 juta pelanggan saja. Padahal pada semester I-2013 jumlah pelanggan Flexi masih tercatat 15,5 juta pelanggan. Dengan kata lain, ada penurunan jumlah pelanggan Flexi hingga 73,42 persen.

Sementara itu, Telkomsel dari akhir tahun lalu juga sudah meminta dan mengurus izin kepada pemerintah untuk bisa mengomersialkan teknologi e-GSM. Sebagai informasi, ini adalah teknologi yang memungkinkan frekuensi berbasis CDMA beralih ke teknologi global system for mobile communication alias GSM. Rencana Telkomsel adalah memakai 5 MHz frekuensi CDMA Flexi di 850 MHz untuk teknologi GSM seperti teknologi 3G.

Telkom Luncurkan IndiCampus


JavaMagazine (Cirebon) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) hari ini Rabu (11/6/2014) meluncurkan program Indonesia Digital Campus (IndiCampus) di Universitas 17 Agustus, Cirebon, Jawa Barat. Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak Telkom dengan 13 perguruan tinggi se-Cirebon, yang disaksikan oleh 35 orang perwakilan dari perguruan tinggi se-Jawa Barat.

Executive General Manager (EGM) Divisi Busines Service (DBS) Telkom, Yusron Haryadi mengatakan, program IndiCampus bertujuan membantu terpenuhinya prasyarat World Class Campus, di mana salah satu indikatornya adalah dapat menyediakan akses broadband minimal 5 kbps/mahasiswa.

Dia bilang, pemanfaatan IndiCampus oleh 13 kampus se-Cirebon adalah hal yang menggembirakan. Keberadaan kampus menurutnya sangat penting bagi The Center of Excellence.

"Semakin maju kampus suatu bangsa, semakin terhormatlah bangsa tersebut di mata dunia," kata dia dalam sambutan di Untag, Cirebon, Rabu.

Yusron menjelaskan, aksesibilitas internet di Indonesia lebih rendah dibanding Amerika Serikat. Mengutip Online College USA, aksesibilitas internet di perguruan tinggi paman Sam itu antara 100 Mbps hingga 500 Mbps. Sementara di Indonesia aksesibilitasnya rata-rata 30 Mbps.

Menyadari kesenjangan itu, Telkom meluncurkan IndiCampus. "Program ini terkait dengan layanan content yang dapat dilakukan pada jaringan internet di kampus-kampus. Bila aksesibilitas kurang baik volume maupun kualitas, tentu akan berpengaruh bagi peluang komunitas kampus untuk menikmati sistem layanan kampus yang lebih komprehensif," jelasnya.

Dia bilang, kesuksesan IndiCampus adalah jika pada 2015 seluruh kampus terdigitalisasi. "Target 2014, sebesar 10 Gbps hanya untuk komunitas saja. Kami menargetkan dalam tahun ini dapat menggaet 200 Hub kampus yang beranggotakan masing-masing minimal 5 kampus untuk dapat mencapai target 10 Gbps itu," kata dia.

Telkom berharap, IndiCampus dapat mendeliver tiga konsep, yakni connectivity, content, dan community. Yusron menjelaskan, connectivity berupa penyediaan akses internet, voice dan datacomm berkualitas prima dengan fiber optik.

"Adapun content dan application (digitalization) yaitu Sistem Informasi Akademik, distance learning, Bostoko, e-Registration, Virtual Data Storage dan Q Jurnal. Terkahir community (diseminasi) antara lain Digital-loungr TelkomSel, e-payment, Tesca, dan Closed ser Group Telkomsel," ujarnya.

Program IndiCampus memungkinkan kampus-kampus yang berlangganan akses internet premium dari Telkom secara kolektif dengan metode "Bandwidth Connection Sharing," yaitu pembelian bandwidth secara "bulk" untuk kemudian dibagi ke anggota Hub Kampus.

Dengan demikian kampus-kampus peserta Hub Kampus (dedicated campus) bisa mendapatkan akses internet broadband premium dengan harga yang lebih hemat. Di sisi lain, Telkom mendapatkan efisiensi penarikan jaringan internet, karena dilakukan dalam sekali investasi.

Pelaku Pasar Amankan Posisi Jelang Libur Lebaran

JavaMagazine (Jakarta) - Meski di akhir pekan bursa saham AS berakhir positif, kondisi ini tidak terlalu banyak berdampak pada laju bursa saham Asia. 
Sepanjang perdagangan awal pekan, awan negatif menyelimuti bursa saham Asia yang pada akhirnya membawa IHSG ikut dalam suasana pelemahan. Pelaku pasar pun kembali melakukan aksi jual.
Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, dari sisi teknikal juga menunjukkan tren pelemahan dan jelang rilis inflasi di pekan ini.
"Tidak hanya itu, rilis inflasi pun kebetulan akan keluar selang 2 hari menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri sehingga pelaku pasar lebih memilih untuk mengamankan posisi," ujarnya dalam riset hariannya, Jakarta, Selasa (30/7).
Bursa saham Asia mayoritas anjlok setelah nilai tukar Yen masih menunjukkan penguatan sehingga memberikan sentimen negatif bagi saham-saham eksportir yang masih melanjutkan pelemahan.
Untuk bursa saham Eropa mampu bergerak berlawanan arah dengan bursa saham Asia setelah pelaku pasar merespon positif rilis kinerja keuangan yang sesuai estimasi. Sedangkan bursa saham AS cenderung melemah.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (30/7) IHSG diperkirakan berada pada support 4.548-4.552 dan resistance 4.615-4.655.
"Tampaknya IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya setelah tren yang ada mengindikasikan pembalikan arah melemah. Tetapi, diharapkan masih ada sentimen positif untuk dapat menghalau tren negatif tersebut," tutup dia.
Adapun pertimbangan saham-saham antara lain PWON, BMTR, ACES, CPIN, BKSL, LPCK, TLKM, UNTR, AKRA, MLPL dan BCAP.

JavaMagazine (Jakarta) - Tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia paling tingi di dunia. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakuan Nielsen dengan tajuk "Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions".

"Konsumen Indonesia sangat bersemangat mengenai masa depan dan pengeluaran akan tetap kuat seiring dengan meningkatnya kemampuan masyarakat Indonesia, serta semakin mutakhirnya kebutuhan mereka," kata Managing Director Nielsen Indonesia Catherine Eddy di kantornya, Rabu (24/7/2013).

Angka rata-rata indeks konsumen Indonesia mencapai 124, diikuti Filipina dengan 121, dan India dengan 118. Peningkatan kepercayaan konsumen dilaporkan terjadi di negara-negara kawasan Asia Pasifik dengan rata-rata indeks 105. Sebanyak 7 dari 10 negara dengan kepercayaan tertinggi berasal dari Asia Pasifik. 

Selain itu, konsumen Indonesia juga paling optimistis mengenai kondisi keuangan mereka. Sebanyak 84 persen mengatakan kondisi keuangan pribadi mereka baik atau sangat baik. Peringkat tersebut diikuti Filipina dengan 79 persen dan Thailand dengan 69 persen. 

Dari survei juga terlihat konsumen Indonesia juga merupakan penabung jangka panjang. Mereka menempatkan posisi teratas dengan 7 dari 10 (71 persen) konsumen menabung dana cadangan mereka. 

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilakukan pada 13 sampai 31 Mei 2013. Survei ini dilakukan terhadap 29.000 konsumen online di 58 negara termasuk 3.000 konsumen di 6 negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Survei Nielsen ini hanya berdasarkan perilaku konsumen dengan akses online.

Investasi Yang Tepat Saat Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

JavaMagazine (Jakarta) - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berakibat pada kenaikan angka inflasi yang dampaknya juga pada naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Lalu, investasi apa yang cocok dengan kondisi tersebut?

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi mengatakan, carilah investasi yang angkanya tidak akan tergerus inflasi. Dia beralasan, produk investasi yang bisa tergerus inflasi justru bukan menguntungkan tapi malah merugikan.

“Cari yang tidak kena inflasi. Dulu deposito bunganya masih 12-16% per tahun. Dengan bunga segitu, orang-orang masih mau naruh uangnya di deposito. Tapi sekarang kan inflasi terus naik, bunga deposito juga berkurang jadi rata-rata 6% per tahun, Amerika hanya 2,5%, Jepang malah minus 26%, nggak menguntungkan lagi, makanya sekarang banyak yang coba cari investasi lain,” kata Abi saat acara Edukasi Wartawan Pasar Modal “Literasi Keuangan’, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Dia menjelaskan, saat ini sebesar 95% masyarakat Indonesia masih menyimpan uangnya di perbankan, jauh ketinggalan dari India yang 33% penyimpanan uang masyarakat berada di sekuritas, dan 35% ada di Financial Advisor, sedangkan perbankan hanya 30% saja. 

Tak hanya itu, di India yang memiliki jumlah penduduk sedikitnya 1,2 miliar orang itu sudah terlebih dulu mengenal soal reksa dana dari 10-15 tahun yang lalu daripada Indonesia yang masih jauh mengenal soal reksa dana.

“Mereka (India) 10-15 tahun sudah lebih dulu kenal soal reksa dana. India kan jajahan Inggris, biasanya kalau negara jajahan Inggris, pasar modalnya lebih maju sama kayak Amerika,” ujarnya.

Abi mencontohkan, untuk saham pilihlah sektor-sektor yang tahan banting, artinya dalam keadaan apa pun sektor-sektor ini akan selalu dibutuhkan dan dicari banyak orang, seperti sektor konsumer dan infrastruktur.

“Kalau lihat sejarah investasi, cari yang paling tahan banting seperti konsumer karena kita selalu butuh makan, mandi, tetap makan mie instan, cari sektor konsumer yang jadi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, sektor infrastruktur juga perlu diincar karena setiap tahun Indonesia pasti butuh pembangunan. “Kita kan pasti ada membangun jalan tol misalnya, bandara, pelabuhan, semua perusahaan infrastruktur pasti dibutuhkan,” kata dia.

Selain saham, pilihan lain adalah reksa dana saham untuk yang masih berusia muda dengan investasi jangka panjang dan reksa dana pendapatan tetap untuk investor jangka pendek.

“Return reksa dana saham yang rata-rata 20% per tahun dan reksa dana pendapatan tetap sekitar 8% per tahun bisa jadi pilihan juga untuk investor muda dan tua,” ujar Abi.

Memulai Usaha Sendiri

memulai_bisnis0212Kerja di sebuah perusahaan, atau berada di bawah tekanan atasan mulai membuat Anda stres? Mungkin ini waktunya untuk memulai usaha sendiri.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda ingin merintis usaha. Berikut beberapa kiat yang kami rangkum:

PersiapanAnda sudah memiliki rencana untuk memulai usaha? Yang pertama kali harus ditentukan adalah tujuan yang meliputi, apa jenis usaha yang Anda kerjakan, apa saja modal awal yang harus dimiliki, dan pasar mana yang Anda sasar.

Menabung

Memulai usaha pasti memerlukan modal yang tak sedikit. Seorang konsultan keuangan, Michelle Evard merekomendasikan, minimal Anda harus menabung selama 6 bulan sebelum memulai usaha. Sambil menabung, waktu 6 bulan itu juga bisa digunakan Anda melakukan persiapan.

Ada baiknya juga selama enam bulan itu, Anda melakukan penghematan terhadap pengeluaran rutin. Hal itu bisa membuat tabungan semakin banyak untuk memulai usaha baru.

Persiapkan pengunduran diri

Setelah melakukan persiapan dan pengumpulan modal, kini waktunya Anda mempersiapkan proses pengunduran diri. Jangan sampai menyepelekan hal ini. Walaupun ada ketentuan minimal satu bulan pemberitahuan sebelum tanggal mengundurkan diri, namun Anda juga harus menyelesaikan seluruh pekerjaan atau proyek yang masih berjalan.

Jangan sampai pengunduran diri menjadi pembicaraan dan meninggalkan kesan buruk di perusahaan. Oleh karena itu mulailah membuat jadwal ketat dalam menyusun pekerjaan agar bisa diselesaikan sesuai dengan waktu pengunduran diri yang sudah direncanakan.

Tentukan jenis perusahaan

Setelah Anda mengundurkan diri, mulailah menentukan jenis perusahaan Anda. Apakah itu PT, CV dan sebagainya. Lalu daftarkan perusahaan baru Anda agar posisinya legal.

Buat budgeting awal

Budgeting awal dalam menjalankan perusahaan baru sangatlah penting. Hitunglah dengan cermat apa saja keperluan perusahaan mulai dari pembelian barang hingga pengeluaran sehari-hari. Kalkulasikan juga dengan sasaran keuntungan yang ingin didapat. Jangan lupa untuk memperhitungkan pajak. Anda tak ingin menjadi orang yang merugikan negara kan?

Kini semuanya telah siap. Agar perusahaan Anda terus berjalan, perlu adanya jalinan relasi yang kuat dengan klien. Kepercayaan dari klien adalah salah satu kunci suksesnya. (*/dari berbagai sumber)

Indonesia Bangun Kawasan Ekonomi di Bitung dan Palu

JavaMagazine (Jakarta) - Pemerintah akan mengeluarkan izin pembangunan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahun ini. Dari 5 usulan yang masuk, baru 2 kawasan yang akan dikeluarkan izinnya.


"Tahun ini yang pasti kita keluarkan (izinnya) adalah KEK Bitung dan Palu," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi dengan jajaran menteri di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/7/2013).

Hatta mengatakan, sebagai pendukung pembangunan KEK di Bitung, akan dibangun jalan tol yang proyeknya akan segera ditender paling lambat awal Januari 2014.

Untuk KEK Palu, tidak jauh berbeda dengan Bitung. Namun bagi Hatta pembangunan KEK Palu tidak terkait dengan Jalan Parigi ke Teluk Tomini. Nantinya KEK Palu mempunyai area 2.000 hektar dengan potensinya yang sangat berkembang baik dari potensi kelautan dan pertambangan.

Hatta mengatakan, nantinya kedua KEK ini akan didesain seperti KEK di Johor Baru Malaysia atau KEK di China.

"Untuk berikutnya kita siapkan badan Kepabeanan yang mengurusi cukai dan pajak. Kita bisa membandingkan nantinya dengan Johor Baru ataupun China kemudian kita terus akan membahas itu. KEK seluruh kewenangan sudah berada pada satu atap," imbuhnya.

Di dalam proposal pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus tahun 2013, setidaknya ada 5 perencanaan pemerintah untuk membukan KEK baru. Kelima KEK itu adalah Bitung, Palu, Mandalika, Maloy, dan Tanjung Siapi-api. Tiga KEK yang belum disetujui, Hatta meminta Pemda setempat untuk melengkapi urusan administrasi dan desain dari KEK yang diajukan.

"Yang lain masih menunggu kelengkapan. Mandalika hampir sudah selesai tetapi masih menunggu blue printyang dilakukan karena adanya perubahan desain dari sebelumnya," jelas Hatta.

Membangun Kepercayaan Bisnis

JavaMagazine (Yogyakarta) - Kepercayaan adalah jalan menuju kesuksesan. Hal itu karena semua kolaborasi terutama dalam dunia usaha, dibangun atas dasar kepercayaan. Apakah itu berhubungan dengan penjualan, membangun tim, mengelola sumber daya manusia (SDM) dan lainnya. 

manajemenKepercayaan dalam dunia usaha perlu dibangun, di antara rekan kerja, karyawan, manajer, dan pelanggan dengan cepat dan efisien.

Tanpa produktivitas kepercayaan, semuanya bisa berantakan. Berikut 5 cara membangun kepercayaan dalam sektor usaha secara cepat seperti dikutip dari Inc.com : 

1. Jadilah Transparan dan Konsisten
Di sini, hampir semua informasi terkait aspek keuangan dibagi dengan karyawan, investor, dan pelanggan.
Komunikasi secara reguler dapat tumbuh di lingkungan terbuka, sehingga memungkinkan interaksi yang konstan.

Dalam pertemuan, setiap orang yang percaya dengan informasi sensitif diharapkan dapat memanfaatkan inklusi mereka guna mendorong perusahaan ke depan.
Berbagi informasi secara terbuka dan teratur, sehingga orang lain dapat memanfaatkannya untuk membantu Anda. Jika tidak, maka orang lain akan menganggap Anda menyembunyikan sesuatu.

2. Memberitahukan Cerita yang Sesungguhnya dan Relevan
Ketika Anda bertemu seseorang, Anda mengisi kisah sendiri tentang mereka, sampai kebenaran muncul, begitu pula dengan mereka.
Seringkali orang menggunakan stereotipe dan arketipe yang salah untuk mendapatkan sebanyak mungkin jawaban dalam konteks yang cepat.
Kesulitan, prestasi, keberhasilan, dan kegagalan menjadi hal yang penting untuk menunjukkan pola-pola perilaku yang benar di antara manajemen, karyawan, dan pelanggan.
Berbagi cerita yang menunjukkan bagaimana Anda telah berurusan dengan situasi sulit, membantu orang lain memahami dan menghargai karakter Anda.

3. Hargai Individualisme
Tentu saja orang-orang ingin tinggal di zona nyaman mereka sendiri. Pembeli, karyawan, dan manajer ingin beradaptasi sesedikit mungkin ketika terlibat dalam sesuatu yang baru.
Sebaiknya, secara internal perlu menekankan bahwa semua orang punya kepribadian individu yang harus diterima.
Biarkan orang melihat siapa Anda sebenarnya, dan bersiaplah menerima orang lain apa adanya pula. Keaslian adalah jalan terpendek dan cara terbaik untuk percaya.

4. Beri Referensi
Ketidakpastian membuat orang lain tidak nyaman dan mendorong ketidakpercayaan. Otomatis orang akan memberi penilaian buruk ketika ada kesenjangan informasi, antara harapan dan kenyataan.
Tidak hanya membagi informasi yang ada saat ini, tetapi juga perlu memberikan proyeksi yang sesuai dengan realitas.
Dengan cara seperti ini akan mengilhami tim kerja untuk lebih solid, memberikan respon berharga dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kemungkinan buruk di masa mendatang.
Berbagilah kemana Anda akan pergi, dan mengapa. Kelola ekspektasi tentang perjalanan usaha Anda sehingga dapat meminimalkan ketakutan dari para pemangku kepentingan, pemegang saham, pelanggan, dan karyawan.

5. Prioritaskan Otoritas Awal
Kepercayaan tidak ada serta merta, karena orang perlu berusaha membuktikan diri bahwa mereka layak dipercaya.
Kredibilitas yang dibangun dengan bantuan referensi dari orang lain, tentu tetap membutuhkan fakta dari apa yang dikerjakan, sehingga membuat orang lain percaya.
Perlu diberikan kelonggaran kepada karyawan untuk merancang produktivitas dan liburan mereka sendiri. Kapan, di mana, dan berapa lama liburan tersebut, untuk mengoptimalkan produktivitas dan gaya hidup.
Memberikan otoritas awal, untuk memilih jalan mencapai keberhasilan. Biarkan karyawan percaya pada diri mereka sendiri terlebih dahulu, karena dengan begitu akan membuka peluang mereka mempercayai Anda sebagai sekutu dalam perjalanan mereka.

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Powered by Java Magazine