Kethek Ogleng dan Gejog Lesung di Peh Cun

JavaMagazine (Yogyakarta) - Fragmen Tari Peh Cun di panggung utama kompleks kawasaan penataan Parangtritis tampil sangat spektakuler dan membius penonton yang padat tadi malam, pada acara pembukaan perayaan Peh Cun 2012.

Tarian dengan pesan sejarah lahirnya tradisi Peh Cun tersebut dipertontonkan oleh penari-penari yang tampil gesit dan terus bergerak tanpa mengenal lelah, seolah menyiratkan sejarah panjang Peh cun.

Tarian Peh cun secara tersirat menceritakan asal mula tradisi Peh Cun. Selain pentas elok itu, juga ditampilkan kesenian Kethek Ogleng dan Gejok Lesung. Kombinasi pertunjukan itu tidak lantas menjadi masalah, karena dalam  Peh Cun, pentas kesenian tidak masuk dalam ritual inti.

Prosesi pembukaan perayaan Peh Cun diawali doa dengan tiga cara di Parangtritis lama di sisi Timur, yakni doa dengan cara Budha dipimpin Bhiku Badra Palo, Tri Darma dipimpin Suseno dari Umat Klenteng Liong Hokbio Magelang serta dengan cara Kong Hu Chu. Dalam prosesi doa itu, hanya sebuah keselamatan sebagai harapan manusia.

Dalam acara Peh Cun kali ini, Dinas Pariwisata DIY bersama masyarakat Tionghoa Yogyakarta, Dinas Kebudayaan dan PAriwisata (Disbudpar) Bantul serta PODSI DIY akan menggelar Festival Perahu Naga di Bendung Tegal Canden, Jetis pada Minggu (24/6).

Kepala Dinas Pariwisata Bantul mengatakan, acara tahunan ini punya pengaruh besar pada tingkat kunjungan wisata di Bantul. Dengan adanya acara Peh Cun ini, jelas akan berdampak secara luas dari aspek ekonomi serta promosi wisata. (Ag). 

0 komentar:

Posting Komentar

Pilih Permata Yang Anda Sukai !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Java Magazine